>Krisis Bremen Bukan Karena Özil

8 Feb

>
BANYAK ORANG menilai kepergian Mesut Özil ke Real Madrid pada awal musim ini sebagai pangkal krisis yang dialami SV Werder Bremen. Maklum, hal itu pernah diakui secara terbuka oleh Direktur Olahraga Klaus Allofs. Menurut dia, kepergian Özil tak mampu dikompensasi dengan baik oleh Bremen.

Pandangan itu boleh jadi benar. Faktanya, Bremen memang tak lagi memiliki playmaker sepeninggal Özil. Itu tak terjadi pada beberapa tahun sebelumnya. Saat ditinggal Andreas Herzog, Bremen sanggup menutupnya dengan mendatangkan Johan Micoud. Ketika Micoud pergi, datanglah Diego Ribas da Cunha. Lalu, kala Diego pindah klub, Özil yang mengambil alih peran playmaker.

Akan tetapi, di mata pelatih timnas Jerman, Joachim Löw, anggapan itu justru picik dan berlebihan. Dia menilai Özil bukanlah penyebab utama krisis yang dialami Bremen. “Krisis yang terjadi di Bremen tidaklah sesederhana itu. Dalam banyak kasus, kepergian seorang pemain tidak lantas membuat timnya terpuruk,” jelas dia.

Lebih lanjut, Löw menilai Bremen sebagai klub besar tidaklah tergantung pada sosok-sosok tertentu. “Kepergian seorang pemain tidak ada hubungannya dengan krisis yang terjadi,” tambah dia.

Jika ditelaah, ucapan Löw tidaklah keliru. Meski sebelumnya punya peran besar di Bremen, Özil tetaplah hanya satu elemen kecil. Keterpurukan Die Werderaner pada saat ini juga sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik para pemain yang sangat buruk. Sepanjang musim, Bremen tak pernah bebas dari badai cedera. Lain dari itu, kondisi keuangan yang buruk juga membuat Thomas Schaaf tak bisa mendatangkan pemain baru yang berkualitas.

Kembali ke soal Özil, Di mata Löw, kepindahan ke Madrid justru berdampak besar bagi pemain berdarah Turki itu. “Soal kemampuannya mengatur permainan, itu sudah diakui sejak lama. Tapi, kni Mesut juga lebih rajin bergerak saat tanpa bola. Itu adalah kemajuan pesat,” puji Löw.

Dia menambahkan, sebagai pemain yang kini membela klub besar, Özil membawa kepercayaan diri yang lebih besar saat bergabung dengan timnas Jerman. Hal itulah yang hilang sejak menurunnya jumlah pemain timnas Jerman yang melanglang buana di liga-liga elite Eropa. (Sepp Ginz)

Foto: Hamburger Abendblatt

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: