Hantu Bernama Klose

29 Mar
Klose saat mencetak gol ke-60. (Foto: www.sportschau.de)

Klose saat mencetak gol ke-60. (Foto: http://www.sportschau.de)

RAJA GOL atau Macan Kotak Penalti. Itulah dua istilah yang lazim diberikan kepada seorang striker ulung. Namun, kedua sebutan itu tidak terlalu pas buat Miroslav Klose yang Sabtu (26/3) lalu menorehkan gol ke-60 dan 61 bersama timnas Jerman. Klose, lebih pantas disebut Hantu Kotak Penalti.

Hantu kerap digambarkan sebagai sesuatu yang selalu menebar ketakutan dan ancaman. Dia bisa muncul kapan saja dan di mana saja, tanpa diketahui terlebih dahulu. Lalu, dia selalu menjadi bahan gunjingan, namun kerap tak diperhitungkan karena wujudnya yang tak nyata.

Gambaran itu cocok dengan Klose. Reputasinya sebagai striker ulung yang pernah menjadi top skorer Piala Dunia 2006 diakui siapa saja. Tapi, seiring umur yang merambat tua dan posisi yang terpinggirkan di klubnya, FC Bayern München, banyak orang tak terlalu mewaspadainya. Tak terkecuali mereka yang berdiri di garis belakang tim-tim yang dihadapi Jerman. Teranyar tentu saja para bek Kazakhstan yang seolah tertidur dan membiarkan Klose dua kali berdiri tanpa pengawalan di mulut gawang.

Toh, bukan salah mereka juga sebenarnya. Klose memang ibarat demit yang bisa berada di mana saja dan kapan saja. Dia selalu menjadi the right man on the right place at the right time. Tak heran bila Joachim Löw, pelatih timnas Jerman yang trendi itu, selalu menaruh kepercayaan kepada dia. “Jika dia terus mencetak gol, tempat utama selalu tersedia untuk dia,” ucap Löw.

Kini, berkat 61 gol yang dijejalkan dalam 107 laga selama sepuluh tahun berkostum Der Panzer, Klose berada di jalur menuju kebesaran seorang legenda sejati. Tujuh gol lagi, dia akan sejajar dengan Gerd Müller sebagai top skorer sepanjang masa timnas Jerman. Lalu, dia pun tinggal butuh 43 laga untuk menyamai catatan caps terbanyak milik Lothar Matthäus.

“Setelah sejauh ini, aku tentu saja ingin berada di puncak daftar (top skorer). Itu normal-normal saja. Aku sudah berbicara dengan Gerd soal itu dan sepertinya dia tak keberatan jika aku melewati rekornya. Dia malah sangat senang andai itu terjadi,” aku Klose. “Meski begitu, bagiku, dia tetap Der Bomber nan tak tersentuh.”

Lebih lanjut, pria berdarah Polandia itu berkata, “Musim panas nanti, aku akan berulang tahun ke-33. Aku berharap kakiku masih cukup kuat untuk terus digerakkan. Butuh kondisi fit dalam waktu lama untuk mencapai angka 150 penampilan.”

Terlepas dari perburuan yang dilakukannya, Klose sudah termasuk striker spesial. Berkat dua gol ke gawang Kazakhstan, dia menjadi pemain keempat di Eropa yang sanggup menjejalkan 60 gol bagi negaranya. Dia sejajar dengan Müller (68 gol), Sandor Kocsis (75 gol), dan Ferenc Puskás (84 gol). Lalu, dia pun menjadi pemain kelima yang mampu mencetak gol dalam enam laga timnas Jerman secara beruntun. Pemain terakhir yang melakukan itu adalah Klaus Fischer, tiga dekade silam.

Semua catatan manis nan impresif itu ditorehkan tanpa banyak basa-basi. Seperti hantu, Klose muncul sesekali dengan kisah menggetarkan. Di Piala Dunia 2002, dia menjadi gunjingan karena lima golnya sepanjang turnamen yang dicetak lewat sundulan. Empat tahun kemudian, di Germany ’06, dia menjadi sorotan karena berhasil menggondol sepatu emas sebagai top skorer dengan lima gol. Lalu, Juli 2010 silam, dia kembali menjadi topik pembicaraan karena nyaris menyamai torehan 15 gol di Piala Dunia milik Ronaldo Luiz Nazario de Lima.

Minim Penerus

Sederet catatan apik nan impresif itu jelas membuat publik sepak bola Jerman bangga setengah mati. Namun, jangan salah, Klose sebenarnya adalah hantu bagi Jerman sendiri. Ketajaman yang tak tertandingi itu justru menunjukkan masalah serius di lini depan Jerman. Sementara Klose menorehkan delapan gol di kualifikasi Euro 2012 sejauh ini, para striker lain jauh tercecer di belakang. Lukas Podolski baru mengemas dua gol, sama dengan Thomas Müller. Sedangkan koleksi Mario Gomez baru satu buah.

Khusus untuk posisi bomber utama, Jerman memang tak punya stok mumpuni. Itu sangat jelas tercermin dari putusan Löw yang selalu hanya membawa Klose dan Gomez. Stefan Kießling dan Patrick Helmes yang sempat mencuat harus diabaikan karena performa yang menukik setelah diterjang cedera parah. Musim ini, total gol keduanya baru sebelas buah. Helmes enam gol, Kießling lima gol.

Koleksi keduanya masih kalah dari bomber 1.FC Nürnberg, Julian Schieber. Pemain pinjaman dari VfB Stuttgart itu sudah mengemas tujuh gol. Selain Schieber, ada juga Sidney Sam, rekan seklub Kießling yang punya koleksi enam gol. Keduanya sempat dijagokan untuk menjadi debutan Der Panzer berikutnya. Namun, Löw ternyata tak begitu tertarik oleh kedua pemuda itu.

Entah punya standar tinggi atau memang kedua pemain itu belum teruji, satu hal yang pasti, Löw sepenuhnya menyadari minimnya striker mumpuni untuk menjadi back up Klose dan Gomez. “Kami tak punya striker bagus di level junior,” ujar dia pada tahun lalu.

Salah satu sumber keprihatinan itu adalah kegagalan Sandro Wagner mencuat ke permukaan. Sebagai striker andalan saat Jerman menjuarai Piala Eropa U-21 pada 2009, Wagner merupakan aset berharga yang sangat diharapkan. Sayang, dia justru gagal memenuhi ekspektasi banyak pihak. Saat Manuel Neuer, Jerome Boateng, Dennis Aogo, Mesut Özil, dan Sami Khedira menemukan tempat di timnas senior, dia justru terus terpuruk. Kepindahan dari MSV Duisburg ke SV Werder Bremen sama sekali tak mendongkrak kariernya.

Bagaimana dengan para striker belia? Sejauh ini belum ada yang fenomenal dan bisa menapaki jejak Poldi yang langsung direkrut Rudi Völler saat menanjak pada 2004 meski 1.FC Köln saat itu terbenam di Bundesliga 2. Jikapun harus menyebut nama, sepertinya hanya Pierre-Michel Lasogga dan Kevin Volland yang punya prospek cerah. Sialnya, dengan umur yang masih belia, sulit bagi mereka memikat hati Löw dengan secepat kilat. Maklum, sang pelatih masih sangat suka pada si hantu bernama Klose. (Sepp Ginz)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: