Tradisi Senilai 25 Juta Euro

31 Mar
Fabio Coentrão sangat mungkin dibeli Bayern meski berharga mahal. (Foto: www.abola.pt)

Fabio Coentrão sangat mungkin dibeli Bayern meski berharga mahal. (Foto: http://www.abola.pt)

RUMOR TRANSFER Fabio Coentrão dari Benfica ke FC Bayern München kian bergaung kencang. Setelah O Jogo memberitakan Bayern telah mengajukan tawaran senilai 25 juta euro, kini diliran A Bola yang mengabarkan hal tersebut. Bedanya, Bayern disebut menawarkan uang 22 juta euro plus bek tengah Breno!

Sejauh ini, belum ada sumber-sumber dari Benfica dan Bayern yang buka suara. Demikian pula dengan Coentrão dan agennya. Namun, menilik kencangnya rumor yang beredar, bisa jadi proses negosiasi transfer memang tengah berlangsung. Apalagi Bayern jelas-jelas memerlukan seorang bek kiri andal dan sejak awal musim lalu telah menyatakan minat merekrut pemain timnas Portugal berumur 23 tahun itu.

Di Bayern, bek kiri andal adalah sebuah tradisi yang integral dengan kesuksesan yang mereka raih. Dalam dua dekade terakhir, tradisi itu tak pernah putus. Dari Christian Ziege ke Bixente Lizarazu dan Michael Tarnat, lalu berlanjut kepada Philipp Lahm. Baru pada musim lalu hal itu terhenti. Kebijakan pelatih Louis van Gaal menggeser Lahm ke sisi kanan membuat slot bek kiri kehilangan sosok mumpuni. Edson Braafheid dan Danijel Pranjic tak mampu menunjukkan performa apik. Sementara Diego Contento dan David Alaba pun tak memuaskan. Demikian pula ketika Holger Badstuber digeser dari jantung pertahanan.

Bayern bukannya tak berusaha menutup kelemahan itu. Selain Coentrão, mereka juga sempat menawar bek kiri Everton, Leighton Baines. Lalu, mereka juga sempat melirik Gregory van der Wiel. Khusus nama terakhir, skenarionya, Lahm akan dikembalikan ke kiri karena Van der Wiel adalah seorang bek kanan. Namun, semua itu hanya menjadi rumor. Penolakan Baines serta tingginya banderol harga Coentrão dan Van der Wiel menjadi kendalanya.

Manajemen Bayern dan Van Gaal sama-sama menganut kebijakan uang ketat. “Saya tak akan membayar 15 juta euro untuk seorang bek!” seru Der Tulpen General. Jadilah problema itu terus menganga. Bayern lantas tak mengeluarkan sepeser pun uang pada bursa transfer awal musim. Baru pada pertengahan musim, mereka mau menggelontorkan uang. Itu pun untuk Luiz Gustavo yang seorang gelandang bertahan, pos yang sebenarnya memiliki stok sangat berlimpah.

Pertanyaannya kemudian, maukah Bayern membayar 25 juta euro untuk mengembalikan tradisi dengan merekrut Coentrão? Kemungkinannya lebih dari 50 persen. Setidaknya ada dua hal yang menjadi dasar besarnya kemungkinan transfer Coentrão itu.

Pertama, tuntutan kebutuhan. Manajemen Bayern sudah menegaskan pembenahan lini belakang sebagai agenda utama jelang musim 2011-12. Penegasan itu antara lain disampaikan oleh Direktur Olahraga Christian Nerlinger. Hal itu diperkuat oleh tuntutan arus bawah. Winger Arjen Robben jelas-jelas mengeluhkan kualitas lini pertahanan Bayern musim ini. “Dengan pertahanan seperti ini, mustahil bagi kami untuk juara,” ucap dia seusai Bayern disingkirkan Inter Milan di babak 16-besar Liga Champions.

Kedua, tradisi royal yang ditunjukkan Bayern setelah mengalami trophyless season. Dalam 15 tahun terakhir, telah terjadi lima kali trophyless season yang selalu diikuti pembelian besar-besaran pada musim berikutnya. Lihat saja musim 2007-08. Bayern mengeluarkan duit 88,2 juta euro setelah gagal merebut trofi pada musim sebelumnya. Salah satunya adalah pembelian Franck Ribéry dengan harga 25 juta euro, rekor pada waktu itu.

Dua musim kemudian, setelah gagal total pada musim 2008-09, FC Hollywood kembali ofensif di bursa transfer. Uang 74,7 juta euro dikeluarkan. Lagi-lagi rekor pembelian termahal tercipta kala Mario Gomez diangkut dengan banderol 30 juta euro.

Menilik tren tersebut, Bayern sangat mungkin mengeluarkan 25 juta euro untuk Coentrão. Apalagi dalam sejarah, Bayern pernah melakukan pembelian bek tengah termahal, yakni saat mengangkut Lucio dari Bayer 04 Leverkusen pada musim 2004-05 dengan harga 12 juta euro. Tentunya, bukan hal tabu bagi Bayern menjadikan Coentrão sebagai pemilik rekor baru karena kualitasnya yang mengingatkan pada para bek sayap Bayern terdahulu macam Ziege, Lizarazu, Lahm, Willy Sagnol, dan Jorginho. (Sepp Ginz)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: