Musim Semi Kiper Belia

4 Apr
Ralf Fährmann melengkapi dominasi kiper muda di Bundesliga 1. (Foto: www.torwart.de)

Ralf Fährmann melengkapi dominasi kiper muda di Bundesliga 1. (Foto: http://www.torwart.de)

JERMAN sebagai contoh sukses pembinaan usia muda. Itulah yang kini menjadi buah bibir di seluruh penjuru dunia. Sampai-sampai, Chief Executive DFL Christian Seifert dan Manajer Timnas Jerman Oliver Bierhoff mendapat kesempatan berbagi kisah sukses itu dalam forum Soccerex Eropa yang digelar di Manchester (Inggris) pada akhir Maret lalu.

Itu menjadi fenomena menarik jelang April. Namun, fenomena lebih menarik sebenarnya muncul pada Sabtu (2/4) di Frankfurt. Dalam konferensi pers jelang lawatan ke kandang VfL Wolfsburg, Christoph Daum sebagai pelatih Eintracht Frankfurt memberikan satu pernyataan. “Bukan sebuah kejutan bila saya memberikan kepercayaan kepada Ralf Fährmann. Bukan kejutan pula jika saya memercayakan gawang kepada Oka Nikolov,” terang dia. “Tetapi, untuk laga nanti, saya memilih Fährmann.”

Dari keterangan Daum, penegasan terakhirlah yang paling menarik. Mengapa? Itu menegaskan bergesernya tren di Bundesliga 1. Jika pada musim-musim sebelumnya kiper senior menjadi pilihan banyak pelatih, kini giliran kiper-kiper muda yang tampil ke muka. Penegasan Daum soal Fährmann (22 th) menjadikan Frankfurt sebagai klub ke-11 yang secara resmi memercayai kiper yang belum berumur 27 tahun, umur yang sering dianggap titik awal kematangan seorang pemain.

Secara khusus, Fährmann menjadi kiper belia ketiga yang ditahbiskan sebagai kiper utama di klubnya pada tahun ini. Sebelumnya, Thomas Kraft (22 th) telah lebih dulu mengambil alih predikat kiper nomor satu FC Bayern München dari Hans-Jörg Butt (36 th). Pada saat yang bersamaan, pelatih Hannover 96, Mirko Slomka, juga menetapkan Ron-Robert Zieler (22 th) sebagai kiper utama menggeser Florian Fromlowitz (24 th).

Selain ketiganya, ada delapan klub lain yang memercayakan gawang kepada kiper-kiper muda yang masih dalam tahap menuju kematangan. Selain ketiga klub itu, klub yang juga bertumpu kepada kiper belia adalah SC Freiburg, 1.FC Kaiserslautern, dan VfB Stuttgart. Gawang Freiburg dikawal Oliver Baumann (20 th), Kaiserslautern dijaga Tobias Sippel (23 th), sementara Stuttgart dibentengi Sven Ulreich (22 th).

Lima klub lain juga memercayakan gawang kepada penjaga gawang yang belum memasuki umur 27 tahun. Sebut saja 1.FC Köln yang berpaling dari Faryd Mondragon kepada Michael Rensing (26 th), Bayer 04 Leverkusen yang telah lama bertumpu pada ketangkasan Rene Adler (26 th), FC Schalke 04 yang juga telah lumayan lama memercayai Manuel Neuer (25 th), Borussia Mönchengladbach yang kembali berpaling kepada Logan Bailly (25 th), dan St. Pauli yang sangat mengandalkan Thomas Kessler (25 th).

Para kiper muda itu pun terbukti reliable. Zieler mendapat pujian dari banyak pihak, Rensing mendapatkan kepastian perpanjangan kontrak, sedangkan Neuer sejak awal musim ini dipercaya sebagai kapten tim. Lalu, Kraft yang tak mendapat dukungan dari para petinggi Bayern memesona dengan menepis dua eksekusi penalti. Dia hanya kalah dari Christian Weltko (1.FSV Mainz 05) yang sanggup mementahkan tiga eksekusi lawan.

Makna lain dari penetapan Fährmann adalah dominasi mutlak kiper lokal di Bundesliga 1. Dari 18 klub, kini hanya dua yang mengandalkan kiper asing, yakni VfL Wolfsburg (Diego Benaglio/Swiss) dan Mönchengladbach (Bailly/Belgia). Bandingkan dengan paruh pertama lalu ketika masih ada Nikolov (Makedonia) yang mengawal gawang Frankfurt dan Mondragon (Kolombia) atau Miro Varvodic (Kroasia) yang diandalkan Köln.

Ini jelas angin segar bagi Jerman. Ketika negara-negara besar lain hanya berkutat pada kiper yang itu-itu saja, mereka punya banyak stok mumpuni. Dalam beberapa tahun ke depan, nama-nama seperti Sippel, Baumann, Kevin Trapp, Zieler, bahkan Kraft sepertinya bisa diandalkan untuk menjadi pelapis Neuer dan Adler yang kini menjadi pilihan utama sang Bundestrainer, Joachim Löw. Mereka adalah ancaman nyata bagi kiper ketiga, Tim Wiese (29 th) yang belum sanggup membawa Jerman menang dalam empat kesempatan tampil.

Keberadaan kiper lokal sendiri dipandang penting oleh pelatih Leverkusen, Jupp Heynckes. Suatu ketika, eks striker tangguh era 1970-an itu sempat berkata, “Sangat penting memiliki kiper yang bisa berbahasa Jerman. Soalnya, itu memudahkan komunikasi dan koordinasi di lapangan.”

Tentu saja booming kiper muda lokal ini bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba. Di sana ada peran besar para pelatih kiper macam Harald Schumacher dan Gerry Ehrmann. Khusus nama terakhir, dia boleh dibilang rajanya dalam menelurkan kiper-kiper andal. Buktinya, ada lima kiper didikannya yang kini malang-melintang di Bundesliga 1. Kelimanya adalah Sippel dan Trapp (Kaiserslautern), Wiese (Bremen), Roman Weidenfeller (Borussia Dortmund), dan Fromlowitz (Hannover).

Satu hal yang menarik dari Ehrmann adalah metode latihannya yang kerap menyertakan sepeda! Dia menaruh sepeda itu di antara dua tiang gawang dan kiper didikannya harus melompati sepeda itu sambil berupaya menangkap bola yang dilepaskan Ehrmann. Lalu, dia pun tak pernah menghukum anak didiknya yang melakukan kesalahan. Bagi Ehrmann, melakukan kesalahan justru sesuatu yang wajib. “Dari sanalah mereka bisa belajar,” ucap dia.

Pendekatan Ehrmann memang sangat simpatik. Dia selalu berusaha mendekatkan diri dengan anak-anak asuhnya yang terbilang masih belia. “Saya tidak hanya berperan sebagai pelatih, namun juga sebagai teman dan penasihat,” ujar dia.

Dengan pendekatan itulah Ehrmann sanggup menelurkan kiper-kiper yang dikenal memiliki ketangkasan dan kepercayaan diri sangat tinggi. Salah satunya tentu saja Weidenfeller yang menjadi kunci keberhasilan Dortmund musim ini. Andai Die Schwarzgelben juara, sudah barang tentu, sejumput kebahagiaan tentu juga menjadi milik Ehrmann, sang simbol pembinaan kiper muda. (Sepp Ginz)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: