Si Kembar Berburu Gelar

11 Apr

Lars dan Sven Bender bakal berjuang untuk melompat lebih tinggi guna meraih gelar juara pada akhir musim nanti. (Foto: http://www.ruhrnachrichten.de)

SODORAN BOLA dari Sidney Sam itu sungguh sempurna, tepat sebelum bek terakhir St. Pauli naik untuk membuat jebakan offside. Lars Bender yang menerima sodoran itu pun dengan leluasa menggiring ke kotak penalti. Ketika bek St. Pauli menyergap, dia buru-buru melepas tendangan. Lemah saja, namun berhasil melewati tubuh kiper Benedikt Pliquett. Bola pun tak tertahankan. Dia meluncur ke dalam gawang dan membuat Bayer 04 Leverkusen meraih kemenangan.

Dramatik dan heroik. Bukan apa-apa, gol itu tercipta hanya sembilan menit setelah Bender menggantikan Tranquillo Barnetta. Lalu, Leverkusen pun sempat tertinggal 1-0 lewat gol Charles Takyi pada menit ke-58 atau sepuluh menit sebelum pelatih Jupp Heynckes memasukkan Bender.

Lalu, yang terpenting, gol Bender itu membuat Die Werkself kian menempel ketat Borussia Dortmund yang ada di puncak klasemen. Sehari sebelumnya, Dortmund cuma bermain imbang 1-1 kala bertandang ke kandang Hamburger SV, Stadion Imtech Arena. Alhasil, selisih poin pun memendek dari tujuh menjadi hanya lima. Artinya, bila Dortmund dua kali terpeleset dan Leverkusen melaju di treknya saat ini, Die Meisterschale bisa diangkut ke BayArena.

Lars sendiri adalah bumbu terunik dalam rivalitas Dortmund dan Leverkusen pada musim ini. Maklum, di Dortmund ada saudara kembarnya, Sven. Sama halnya dengan Lars, Sven juga berposisi sebagai gelandang bertahan. Sebelum terpisah pada 2009 ketika Sven direkrut Dortmund dan Lars menyeberang ke Leverkusen, keduanya selalu bersama-sama sejak dari TSV Brannenburg, SpVgg Unterhaching, hingga TSV 1860 München.

Meski tak pernah mengumbar aroma perseteruan antarsaudara, bisa saja rivalitas tetap berkobar di dada kedua pemuda itu. Terutama bagi Lars. Maklum, karier Sven belakangan lebih mengilap dibanding dirinya. Di Dortmund, Sven adalah stammspieler alias ‘pemain inti’. Bandingkan dengan Lars yang hanya pilihan kedua di Leverkusen.

Perbedaan status itu berujung pada perbedaan mencolok dalam estimasi harga. Menurut transfermarkt.de, Sven saat ini berharga 7,5 juta euro. Sementara itu, Lars hanya berbanderol 4 juta euro. Berkat status stammspieler itu pula, Sven sudah dipanggil ke timnas Jerman. Bahkan, pada 29 Maret silam, dia sudah menjalani debut saat Jerman takluk 1-2 dari Australia.

Itu jelas fakta yang agak menyakitkan bagi Lars. Pasalnya, dia sempat dinilai lebih berbakat dibanding saudara kembarnya itu. Tak percaya? Tengok saja hasil Fritz-Walter-Medaille, ajang penghargaan bagi pemain muda berbakat di Jerman, edisi 2006. Di kategori U-17, Lars menyabet medali emas, sedangkan Sven hanya merebut medali perunggu. Potensi Sven malah kalah dari Marko Marin yang mendapatkan medali perak.

Jika diibaratkan perlombaan, Sven saat ini telah unggul 3-1 atas Lars. Nah, skor itu dipastikan berubah pada akhir musim nanti. Menjadi 4-1 bila Dortmund juara, atau 3-2 seandainya Leverkusen mampu menyalip di tikungan terakhir. Sudah barang tentu, di lubuk hatinya yang terdalam, Lars tak ingin skor menjadi 4-1.

Peluang Lars memang agak berat karena Die Werkself masih cukup jauh dari Dortmund. Awal Maret lalu, dalam wawancara dengan situs resmi Bundesliga, Lars mengakui hal tersebut. “Juara jelas sangat-sangat sulit,” ucap dia.

Namun, jika menilik performa terakhir, peluang Lars menyalip tetap terbuka lebar. Patokannya, lihat saja hasil lima laga terakhir. Leverkusen menyapu bersih 15 poin, sementara Dortmund kehilangan tujuh angka. Itu pula yang membuat jarak kian menipis. Dari 12 poin pada akhir Februari menjadi hanya lima angka pada saat ini. Para penggawa Dortmund seperti nervous mendekati akhir musim.

Toh, rupanya Lars tak terlalu ambil pusing bila akhirnya gagal menjadi juara. “Posisi kedua sudah cukup bagus karena itu memang target kami. Posisi kedua pun akan tetap membuat keluargaku gembira karena tentunya Sven yang juara. Pada akhirnya, kami akan merayakan musim indah secara bersama-sama dengan teman-teman dan keluarga,” papar dia.

Bender benar. Ketika dua bersaudara berada di posisi satu-dua, itu adalah prestasi langka. Meski begitu, sah-sah saja bila kita menunggu  Bender mana yang lebih baik pada akhir musim nanti. (Sepp Ginz)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: