Maier Minta Bos Bayern Bercermin

13 Apr
Menyalahkan Thomas Kraft dinilai Sepp Maier sebagai sikap tak bijak dari Hoeneß. (Foto: www.gmx.net)

Menyalahkan Thomas Kraft dinilai Sepp Maier sebagai sikap tak bijak dari Hoeneß. (Foto: http://www.gmx.net)

LAMA TAK TERDENGAR berkomentar, Sepp Maier akhirnya angkat suara soal kemelut di tubuh eks klubnya, FC Bayern München. Kiper legendaris Jerman itu tak bisa menerima tudingan miring yang dilancarkan para petinggi klub, terutama Presiden Uli Hoeneß kepada Thomas Kraft. Dalam wawancara dengan TZ München, Maier menyebut para petinggi itu seharusnya bercermin dulu sebelum melancarkan kritik.

“Mereka yang memegang kekuasaan seharusnya melihat kepada diri mereka sendiri terlebih dahulu sebelum menyalahkan orang lain,” tegas Maier. “Ini semua sebuah teater yang dimulai sejak (Jürgen) Klinsmann. Teater ini bukan berasal dari tim, melainkan dari atas. Lucio pergi, demikian pula Zé Roberto. Lalu, Mark van Bommel dilepas pada musim dingin lalu. Tanpa mereka, hilanglah kekuatan tim. Lalu, tim disuruh berjuang merebut posisi ketiga.”

Lebih lanjut, kiper yang bergabung sempat membela Bayern dari 1962 hingga 1979 itu memberikan pembelaan bagi Kraft yang disebut Hoeneß sebagai pangkal keterpurukan FC Hollywood. “Banyak orang yang menilai Kraft sudah tampil sangat baik. Memang benar, dia membuat blunder di Nürnberg. Tapi itu juga karena faktor Manuel Neuer. Sebagai anak yang masih muda, dia tentunya memikirkan hal itu. Seharusnya mereka memahami hal itu,” cetus dia.

Bagi Maier, Kraft tetaplah kiper dengan talenta dan potensi yang sangat baik. “Dia seorang yang punya bakat sangat baik. Saya menjaga gawang Bayern sejak berumur 18 tahun di Regionalliga Süd. Saya juga melakukan kesalahan-kesalahan. Tapi, pelatih hanya berkata, ‘Kamu masih muda, masih dalam taraf perkembangan. Kamu sangat mungkin melakukan kesalahan seperti itu,” beber kiper berjuluk Die Katze itu.

Dukungan seperti itulah yang tak didapatkan Kraft. Maier menilai Hoeneß cs justru ingin menghancurkan kiper berumur 22 tahun itu. Dia menunjuk penyelamatan gemilang Kraft saat Bayern melawat ke Milan. Menurut Maier, tanpa kehebatan Kraft, Bayern bisa kebobolan empat gol. Anehnya, para petinggi tak mengeluarkan pujian. Mereka malah kembali mencuatkan isu pembelian Neuer. “Saya sendiri pun akan tertekan dan kehilangan kepercayaan diri jika diperlakukan seperti itu,” kata Maier.

Terlepas dari itu, Maier yakin Hoeneß bakal meminta maaf atas perkataannya yang menyakitkan itu. Dia tahu persis sosok Hoeneß yang selalu meledak-ledak jika sedang diliputi amarah. Masalahnya kemudian, kapan hal itu akan terjadi? Lalu, akankah permintaan maaf cukup untuk menghapus luka di hati Kraft yang mengaku terpukul dan merasa dimusuhi? (Sepp Ginz)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: