Buah Pengorbanan Jonker

18 Apr
Putusan Andries Jonker menunda kepergian ke Belanda berbuah manis. (Foto: www.spox.com)

Putusan Andries Jonker menunda kepergian ke Belanda berbuah manis. (Foto: http://www.spox.com)

KEMENANGAN BESAR 5-1 yang diraih FC Bayern München atas Bayer 04 Leverkusen, Minggu (17/4) sungguh mengejutkan siapa pun. Pergantian pelatih plus skorsing yang diterima Arjen Robben dan Holger Badstuber membuat banyak orang pesimistis. Bagaimana mungkin FC Hollywood bisa menuai poin penuh dari Die Werkself yang belakangan begitu digdaya?

Kenyataannya, Bayern justru sangat dominan pada laga yang digelar di Allianz Arena itu. Skor 4-0 saat turun minum membuktikan hal itu. Sudah barang tentu, keberhasilan itu tak terlepas dari kerja Jonker. Sang caretaker melakukan perubahan signifikan yang membuat Bayern kembali tampil ciamik nan mematikan.

Setidaknya ada dua hal mendasar yang dilakukan Jonker. Pertama, dia mengubah formasi dengan memasang Mario Gomez dan Miroslav Klose secara bersamaan. Sebelumnya, pada masa Louis van Gaal, keduanya harus bergiliran. Kedua, Jonker menanggalkan filosofi Van Gaal yang sangat mendewakan penguasaan bola. Dia menggantinya dengan efektivitas dalam menyerang.

Statistik mencatat, penguasaan bola Bayern hanya 38,5 persen. Sebelumnya, dalam 63 laga di bawah Van Gaal, penguasaan bola Bayern hampir selalu di atas 50 persen. Hanya satu kali Bayern tampil dengan penguasaan bola di bawah angka itu. Menariknya, meski hanya memiliki penguasaan bola sebanyak 38,5 persen, Bayern sanggup mecetak 5 gol dari 5 tendangan yang mengarah ke gawang. Bandingkan dengan Leverkusen yang hanya mencuri satu gol dari 7 tembakan yang tepat mengarah ke gawang Hans-Jörg Butt.

Perubahan mendasar itu membuktikan kepekaan Jonker terhadap situasi yang berkembang di timnya. Dia mendengarkan keluhan kapitän Philipp Lahm yang kembali mengungkapkan kecemasannya terhadap gaya main ala Van Gaal yang mengandung risiko tinggi. Dia pun mendengarkan keluhan pemain-pemain lain yang menyerukan agar Bayern kembali ke gaya lama, bertumpu pada serangan balik cepat lewat sengatan para gelandang yang memang punya kecepatan.

Sepanjang pekan, Jonker menjadi pendengar yang baik. “Pelatih memang melakukan banyak diskusi dengan kami sepanjang pekan ini walaupun apa yang terjadi sepanjang bulan ini sebenarnya tidak benar-benar buruk,” aku Lahm.

Sikap akomodatif juga ditunjukkan Jonker terhadap keinginan para petinggi klub. Beberapa hari sebelum laga digelar, dia telah memutuskan Butt sebagai pengawal gawang Bayern. Itu sesuai dengan kehendak Presiden Uli Hoeneß yang secara terang-terangan menuding Thomas Kraft sebagai biang keterpurukan FC Hollywood.

Hebatnya, Jonker merumuskan semuanya di tengah suasana hati yang galau bukan kepalang. Bagaimana tidak, ibunya di Belanda harus dilarikan ke rumah sakit karena serangan jantung pada Kamis alias tiga hari jelang laga versus Leverkusen. Namun, demi tugas, dia tetap bertahan di München. Dia sadar betul pentingnya laga versus Leverkusen bagi Bayern.

Begitu misi atas Leverkusen usai, barulah Jonker bergegas menemui sang ibunda. Dia langsung diantar Markus Hörwick, direktur media Bayern, ke bandara sesaat setelah laga usai. Tak diketahui secara pasti kapan dia akan kembali ke München. Untuk sementara, Hermann Gerland yang mengambil alih kendali tim dalam beberapa sesi latihan hingga jelang lawatan ke kandang Eintracht Frankfurt pada akhir pekan depan. (Sepp Ginz)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: