Demam Baru di Hannover

27 Apr
Didier Ya Konan sabar layani para fans yang padati arena latihan Hannover. (Foto: www.neuepresse.de)

Didier Ya Konan sabar layani para fans yang padati arena latihan Hannover. (Foto: http://www.neuepresse.de)

SUASANA LATIHAN yang diwarnai histeria penonton adalah sesuatu yang lumrah di sebuah klub besar. Tradisi plus deretan pemain bintang yang dimiliki adalah magnet yang sangat kuat untuk menarik penonton. Nah, jika terjadi di klub kecil, itu tentu menjadi pemandangan langka nan unik.

Hannover 96 adalah satu klub kecil yang mendapatkan pengalaman langka itu. Pada sesi latihan yang digelar Senin (25/4), sekitar 500 fans ikut hadir. Mereka sangat antusias menonton Konstantin “Kocka” Rausch cs berlatih. Keesokan harinya, jumlah fans yang datang bertambah menjadi 600 orang. Seperti biasa, mereka memberikan semangat dan berinteraksi langsung dengan para pemain. Demam Die Roten rupanya menghinggapi mereka.

Antusiasme itu tentu saja disebabkan oleh performa apik Hannover pada musim ini. Hingga jelang akhir kompetisi, tim asuhan Mirko Slomka itu terus memelihara peluang berlaga di Liga Champions. Pekan lalu, berkat kemenangan atas SC Freiburg, mereka kembali mengambil alih posisi ketiga karena FC Bayern München hanya bermain imbang 1-1 melawan Eintracht Frankfurt.

Euforia itu juga terlihat saat Slomka dan anak-anak asuhnya menonton lomba pacuan kuda pada Senin sore. Para penonton yang datang justru menyerbu mereka. Sungguh pemandangan yang sangat menggelikan.

Kehadiran para suporter fanatik itu tentu saja disambut dengan penuh suka cita oleh Rausch cs. Mereka bahkan rela bertahan 15 menit lebih lama untuk meladeni permintaan tanda tangan dan foto bersama. Hal itu juga dilakukan Slomka. Bahkan, eks pelatih FC Schalke 04 itu menyempatkan bercanda dengan beberapa di antara mereka.

Terlepas dari posisi akhir mereka nantinya, prestasi Hannover musim ini sungguh mengejutkan siapa pun. Betapa tidak, Hannover pada musim lalu adalah tim bermasalah. Mereka terseok-seok di zona degradasi. Belum lagi pukulan psikologis gara-gara kematian tragis kiper sekaligus kapten Robert Enke yang melemparkan dirinya ke rel kereta api. Guna memulihkan mental para pemain, manajemen Hannover sampai harus menyewa psikolog kenamaan Andreas Marlovits.

Kini keadaan berubah 180 derajat. Jika musim lalu mereka berlomba melepaskan diri dari ancaman degradasi, kini tiket Liga Champions yang coba diraih. Bila musim lalu wajah-wajah fans tampak sendu nan pesimistis akibat kematian Enke, sekarang wajah mereka berseri-seri dan penuh optimisme.

Berbekal dorongan dan antusiasme yang ditunjukkan para fans belakangan ini, para pemain semakin bersemangat. Buktinya, meski sebenarnya tidak biasa berlatih di bawah tatapan ratusan fans, Rausch dkk tampak sangat fokus melahap semua menu latihan yang disiapkan Slomka. Mereka tak ingin terpeleset dalam tiga partai sisa menghadapi Borussia Mönchengladbach, VfB Stuttgart, dan 1.FC Nürnberg.

Menyelesaikan dongeng indah musim ini memang dipastikan menjadi impian semua penggawa Hannover. Bukan apa-apa, lolos ke Liga Champions adalah sebuah sejarah besar bagi klub asal Niedersachsen itu. Sudah barang tentu, ketika sejarah tercipta, para pelakunya bakal dikenang sepanjang masa. Rausch, Sergio Pinto, Altin Lala, Christian Schulz, Jan Schlaudraff tentu sangat ingin dikenang seperti halnya Jörg Sievers cs yang secara mengejutkan menjuarai DFB Pokal pada musim 1991-92. (Sepp Ginz)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: