Schalke Ibarat Sinema Megah

6 Jun
Bergabung dengan Schalke seperti mimpi yang menjadi kenyataan bagi Christian Fuchs. (Foto: www.ruhrnachrichten.de)

Bergabung dengan Schalke seperti mimpi yang menjadi kenyataan bagi Christian Fuchs. (Foto: http://www.ruhrnachrichten.de)

BEK KIRI anyar FC Schalke 04, Christian Fuchs, merasa sangat beruntung dan gembira bisa bergabung dengan klub tradisional asal Gelsenkirchen itu. Hal itu diungkapkan kapten timnas Austria tersebut dalam konferensi pers soal kepindahannya dari 1.FSV Mainz 05 ke Schalke.

“Schalke bagiku adalah sesuatu yang membuatku merinding. Klub ini punya 100.000 anggota, menjuarai Piala UEFA pada 1997, masuk semifinal Liga Champions musim lalu, punya fans fantastis, dan stadion yang megah. Schalke ibarat sinema yang sangat besar nan megah,” ungkap Fuchs yang diangkut dengan harga 5 juta euro itu.

Mengenai kiprahnya nanti, Fuchs yakin bisa eksis di Veltins Arena. Itu didasarkan atas kecocokan karakternya dengan Schalke. “Aku seorang militan, pebola yang selalu berjuang hingga menit terakhir,” jelas dia.

Bagi Fuchs pribadi, bergabung dengan Schalke tak ubahnya kembali ke kampung halaman. Maklum, sebelumnya dia sempat dua tahun membela klub asal Lembah Ruhr lainnya, VfL Bochum. Sementara bagi kariernya, Die Knappen juga menjadi orbit termegahnya sejauh ini.

Bukan hanya bagi Fuchs, kepindahan itu juga positif bagi Schalke. Maklum, posisi bek kiri memang menjadi titik lemah klub ini sepanjang musim lalu. Tak satu pun dari Lukas Schmitz, Sergio Escudero, dan Hans Sarpei yang mampu mengimbangi manuver bek kanan asal Jepang, Atsuto Uchida. Kini, keberadaan Fuchs diyakini bakal membuat kedua sayap Schalke sama hidupnya.

Hal itu diakui Manajer Schalke Horst Heldt. “Di posisinya, sepanjang musim lalu, kami tak mampu menemukan solusi permanen,” ucap dia. “Fuchs telah menunjukkan kelasnya saat membela VfL Bochum. Sementara di Mainz 05, dia berkontribusi besar pada keberhasilan menembus kompetisi antarklub Eropa untuk kali pertama.”

Di Schalke, Fuchs diikat hingga 30 Juni 2015. Tentu bukan hanya kemampuannya bertahan dan menyerang dari sisi kiri yang dinantikan para fans Die Knappen. Mereka juga pastinya menantikan tendangan-tendangan keras eks pemain Mattersburg tersebut. Hal itulah yang hilang dari Schalke sejak Jörg Böhme hengkang pada 2004 dan Christian Pander tak henti dirundung cedera. (Sepp Ginz)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: