Podolski Tak Incar Rekor Matthäus

7 Jun
Lukas Podolski

Meski sudah 88 kali tampil untuk timnas Jerman, Lukas Podolski tak berambisi melewati catatan 150 kali tampil milik Lothar Matthäus. (Foto: http://www.spiegel.de)

BARU MENGINJAK umur 26 tahun, Lukas Podolski sudah mengemas 88 penampilan bersama timnas Jerman hingga sebelum laga versus Azerbaijan, Selasa (7/6). Tak heran bila banyak pihak yang menjagokan dia untuk menumbangkan rekor penampilan terbanyak di timnas milik Lothar Matthäus. Sepanjang 20 tahun kariernya di Der Panzer, dia tercatat tampil sebanyak 150 kali.

Akan tetapi, rupanya pemain berdarah Polandia yang memulai debut pada 2004 itu tak terlalu ambil pusing. Dia bahkan sama sekali tak berpikir menumbangkan rekor Matthäus. Baginya, menikmati setiap laga adalah hal utama. “Itu sama sekali bukan ambisiku. Jikapun lantas bisa tampil 100 kali lagi, itu tentu membuatku sangat senang dan bangga,” ucap dia kepada Kölner Express.

Menurut Poldi, apa yang telah diraihnya sejauh ini sudah melebihi impian masa kecilnya. Oleh karenanya, dia harus mensyukuri itu tanpa terlalu ambisius. “Saat kanak-kanak, aku berdiri di lapangan sepak bola di Bergheim. Saat itu, aku ingin menjadi pemain yang menembus pentas internasional. Impian itu sudah terwujud. Aku pun cukup bangga karena mampu meraih banyak hal dalam umur 26 tahun,” tambah dia.

Poldi memang tak perlu terlalu memaksakan diri untuk mengejar catatan 150 laga milik Matthäus. Selain masih terpaut jauh dari catatannya saat ini, dia pun mulai disaingi pemain-pemain muda. Belakangan, pelatih Joachim Löw memanggil dua pemain yang juga memiliki spesialisasi mirip Poldi, yakni gelandang serang kiri. Keduanya adalah Kevin Großkreutz dan Andre Schürrle.

Khusus nama terakhir, banyak pihak menilainya sebagai kandidat terkuat pengusik dominasi Poldi di sayap kiri Jerman. Apalagi ketika Schürrle sanggup menceploskan gol indah ke gawang Uruguay pada laga persahabatan, 29 Mei lalu. Secara kebetulan, Schürrle mengakui dirinya lebih suka bermain di posisi milik Poldi.

“Aku sebenarnya bisa bermain di tiga posisi di lini tengah. Tapi, aku lebih suka beroperasi di sayap kiri yang memungkinkan aku bergerak ke tengah,” ucap Schürrle seraya mengungkapkan dirinya tak takut bersaing dengan siapa pun, termasuk Poldi. “Dalam setiap latihan, aku selalu berusaha menunjukkan yang terbaik. Saat diberi kepercayaan, aku tentu harus memanfaatkannya dengan baik. Setelah itu, terserah pelatih saja.”

Menilik hal itu, jikapun nanti sanggup melewati rekor Matthäus, Poldi tentunya mewujudkan itu dengan perjuangan yang luar biasa besar. (Sepp Ginz)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: