Struktur Baru Pemandu Bakat Stuttgart

28 Jun
Fredi Bobic

Dengan jaringan yang dibentuk, Fredi Bobic tak perlu lagi terlalu sering bepergian hanya untuk menemukan pemain bagi VfB Stuttgart. (Foto: http://www.advance.hr)

TEROBOSAN BESAR dilakukan Fredi Bobic selaku Direktur Olahraga VfB Stuttgart. Sadar akan kelemahan Die Schwaben dalam pemanduan bakat, dia merestrukturisasi departemen pemanduan bakat. Langkah itu diharapkan bisa membantu Stuttgart menjaga konsistensi prestasi di Bundesliga 1.

Perubahan sudah dimulai pada musim dingin lalu. Ketika itu, Bobic menunjuk Ralf Becker, eks pemain Bayer Leverkusen, St. Pauli, dan SSV Reutlingen sebagai Kepala Departemen Pemandu Bakat. “Jabatan kepala departemen memang sesuatu yang selama ini belum ada. Padahal, jabatan itu sangat penting karena saya tidak bisa menangani urusan itu (pemanduan bakat) sendirian,” beber Bobic kepada Bild.

Langkah berikut yang diambil pria yang terkenal saat membentuk Magische Dreieck bersama Giovane Elber dan Krassimir Balakov itu adalah membentuk jaringan pemanduan bakat yang terorganisasi rapi laiknya di klub-klub besar. Untuk itu, dia melibatkan banyak eks pemain. Sebut saja Marijan Kovacevic, Tomislav Maric, dan Christoph Rempp, dan Erwin Hadewicz sebagai mata-mata.

Pembagian tugas pun sangat jelas. “Saat ini, Kovacevic memantau Piala Dunia U-17 di Meksiko, Maric bertugas mencari bakat di Eropa Timur, sementara wilayah kerja Rempp adalah Amerika Selatan dan Prancis,” terang Bobic lagi. “Sangat penting memiliki jaringan sendiri jika ingin mendapatkan pemain bagus.”

Selain mereka, Bobic juga tak lupa melibatkan para legenda Stuttgart walaupun tidak secara total. “Giovane Elber dan Carlos Dunga memang tak akan berkerja untuk kami, tapi saya kerap mendapatkan banyak tips dari mereka,” kata dia.

Restrukturisasi itu, menurut Bobic, sangat mendasar dalam mendapatkan pemain yang betul-betul bagus. Pasalnya, melalui struktur dan cara kerja yang baru ini, seorang pemain akan dipantau secara mendetail sebelum ditawari bergabung. Selama ini, Stuttgart kerapkali merekrut pemain tanpa mengetahui latar belakangnya secara detail. Inilah yang coba diperbaiki oleh Bobic. (Sepp Ginz)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: