Van Buyten Tak Takut Tersingkir

20 Jul
Daniel van Buyten

Kedatangan Jerome Boateng tak lantas membuat Daniel van Buyten pesimistis. Dia yakin masih bisa merebut tempat di tim utama FC Bayern München. (Foto: http://www.weser-kurier.de)

PEMAIN BARU, di satu sisi, adalah harapan bagi sebuah klub. Namun, di sisi lain, dia adalah ancaman bagi pemain lama. Maklum, kedatangan seorang pemain baru jelas menambah keras tingkat kompetisi di dalam tim. Apalagi jika pemain baru itu terbilang lebih muda dan sangat diinginkan oleh sang pelatih.

Sejatinya, itulah situasi yang dihadapi Daniel van Buyten saat ini di Bayern München. Kedatangan Jerome Boateng yang memang diinginkan pelatih Jupp Heynckes jelas merupakan ancaman besar terhadap posisinya di jantung pertahanan. Jika musim lalu saja dia tak selalu menjadi pemain inti, bisa jadi musim 2011-12, hal itu akan lebih buruk.

Menariknya, Van Buyten ternyata tak begitu risau. Dia justru sangat percaya diri untuk kembali menjadi andalan di pertahanan Bayern seperti dua musim lalu. “Setiap tahun, Bayern selalu berusaha memperkuat skuad dengan pemain muda. Itu sesuatu yang lumrah,” kata dia. “Aku tidak takut kehilangan tempat. Banyak laga yang harus kami lakoni sehingga butuh lebih dari sebelas pemain yang punya level setara sehingga bisa menutup lubang ketika ada pemain yang cedera atau terkena skorsing.”

Lebih jauh, defender asal Belgia itu mengaku bakal berjuang keras. “Aku ingin bermain sesering mungkin dan berusaha membantu tim meraih target semampuku. Aku akan bekerja keras karena seperti diungkapkan pelatih, tempat di tim inti bukanlah sesuatu yang cuma-cuma,” tambah dia.

Etos kerja dan semangat tinggi itu memang menjadi salah satu sifat utama Van Buyten. Itu pula yang membuat dia tak gerah meski musim lalu kerap diabaikan Louis van Gaal. “Aku bukan orang yang selalu mencari cara termudah dengan lari dari masalah. Aku tak pernah berpikir untuk pergi dari sini. Aku selalu memilih berjuang demi mendapatkan tempatku di tim,” beber eks penggawa Hamburger SV tersebut.

Van Buyten patut berharap banyak. Pasalnya, Heynckes dikenal sangat mengutamakan performa. Bagi eks penyerang ulung era 1970-an itu, umur dan nama besar tidaklah berarti. Buktinya, saat di Bayer Leverkusen, dia berani meminggirkan Michael Ballack yang dianggap tidak fit, memercayai Stefan Reinart yang tergolong belia, dan memberi kesempatan bertanding sangat banyak kepada Sami Hyypiä yang sudah tua. (Sepp Ginz)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: