Angin Segar Untuk Bayern

6 Aug
Bayern Muenchen

Berdasarkan sejarah pertemuan dengan klub-klub Swiss, FC Bayern München patut optimistis menatap laga versus FC Zurich di babak play off Liga Champions. (Foto: http://www.focus.de)

SENANG DAN LEGA. Begitulah perasaan Jupp Heynckes saat mengetahui FC Bayern München hanya akan menghadapi FC Zurich (Swiss) pada babak play off Liga Champions. Bukan apa-apa, FC Hollywood bisa saja mendapatkan lawan yang lebih berat semisal Udinese (Italia) dan Villarreal (Spanyol). Lain dari itu, Bayern pun terhindar dari lawatan jarak jauh.

“Jujur saja, saya senang dengan hasil undian ini. Zurich tak ubahnya tetangga. Kami hanya perlu melakukan perjalanan pendek,” kata Heynckes seperti dikutip Rheinische Post seraya membandingkan lamanya perjalanan bila timnya harus menghadapi Rubin Kazan (Rusia).

Hal lain yang pastinya membuat pelatih berjuluk Don Jupp itu girang tentu saja rekor apik Bayern saat menghadapi klub-klub Swiss. Dari enam laga, Bayern sanggup meraup lima kemenangan dan hanya sekali kalah. Satu-satunya kekalahan diderita dari Neuchâtel Xamax pada perempat final Liga Champions 1987-88. Kala itu, mereka takluk 1-2 di kandang lawan.

Toh, Heynckes tak lantas jemawa. Dia tetap mewaspadai kekuatan Zurich. “Mereka 12 kali menjadi juara Swiss dan musim lalu hanya berselisih satu poin dari sang juara, FC Basel. Itu membuktikan kekuatan mereka,” ulas dia seperti dikutip Rheinische Post.

Lain dari itu, hal lain yang juga membuat Bayern harus waspada adalah keberadaan beberapa pemain Zurich yang pernah berkiprah di Jerman. Sebut saja Ludovic Magnin yang lama membela VfB Stutgart dan Mohamed Chermiti yang sempat meretas karier bersama Hertha BSC Berlin. Lalu, ada juga Mathieu Béda yang pernah berbaju 1.FC Kaiserslautern dan TSV 1860 München. Sosok lainnya adalah asisten pelatih Harald Gämperle yang juga pernah berkiprah di Hertha. Mereka tentu hapal gaya main yang diusung FC Hollywood.

Terlepas dari nuansa persaingan yang tetap saja bakal berkobar, di mata Mario Gomez, pertemuan Bayern dengan Zurich memiliki makna tersendiri. Soalnya, dia bisa bereuni dengan Magnin, eks rekannya di Stuttgart. “Dalam beberapa pekan terakhir, aku sering bertukar pesan teks dengan Ludovic Magnin dan membicarakan kemungkinan pertemuan ini. Aku tentu sangat senang bisa bertemu dia lagi,” ungkap dia. (Sepp Ginz)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: