Tiga Resep Sukses Hannover

22 Aug
Hannover 96

Kesuksesan Hannover 96 sejak musim lalu tak terlepas dari tiga resep khusus yang diterapkan pelatih Mirko Slomka. (Foto: http://www.sportschau.de)

SUNGGUH LUAR BIASA langkah awal Hannover 96 pada musim 2011-12 ini. Empat laga di tiga ajang dilalui dengan sukses besar. Steve Cherundolo cs tak kehilangan satu poin pun. Tak terkecuali di leg I play off Europa League, Kamis (18/8). Menghadapi Sevilla yang jauh lebih berpengalaman dan diunggulkan, pasukan Mirko Slomka sanggup meraup kemenangan 2-1. Catatan sempurna itu baru terhenti saat mereka menjamu Hertha BSC Berlin, Minggu (21/8). Sempat unggul terlebih dahulu, mereka akhirnya harus berbagi angka 1-1.

Terlepas dari hasil melawan Hertha, jejak Hannover tetap luar biasa karena mereka belum tersentuh kekalahan. Itu meneruskan sukses besar mereka musim lalu yang sanggup merecoki papan atas sebelum akhirnya merebut tiket ke Europa League. Lalu, apa resep rahasia di balik kesuksesan itu? Dalam wawancara dengan Die Welt, Slomka menyebutkan setidaknya tiga faktor yang membuat timnya bisa sangat kompetitif di semua ajang.

Hal pertama dan utama, menurut Slomka, adalah kebugaran. “Untuk klub seperti Hannover yang tak bisa memiliki pemain berteknik luar biasa, hal itu sangat penting. Secara khusus, kami mengutamakan sprint. Itulah yang membuat kami spesial,” urai dia. “Saat latihan, kami selalu bekerja dengan limit waktu tertentu dan selalu menekankan serangan cepat. Setelah sepuluh detik dari tiupan peluit, bola harus sudah berada di daerah pertahanan lawan.”

Hal kedua adalah kepatuhan pada filosofi permainan yang diusung. Slomka menjelaskan, ada empat komponen utama yang menjadi inti permainan mereka. “Tenang saat bertahan, kompak sebagai tim yang sangat penting dalam situasi menentukan, kecepatan, dan kedinamisan,” kata pelatih yang pernah menukangi FC Schalke 04 itu.

Meski begitu, Slomka juga tak mengesampingkan faktor ketiga, yakni penanganan khusus terhadap para pemain secara individu. “Kami selalu memerhatikan karakteristik setiap pemain. Contoh nyatanya adalah Jan Schlaudraff yang tak punya kebugaran cukup baik. Kami harus mengoptimalkan kemampuannya dengan bantuan para pemain lain,” papar dia.

Tiga resep itu, menurut Slomka, dipakai atas dasar keterbatasan yang dimiliki Die Roten. Sebagai tim yang tak bisa memiliki superstar, dia menilai hal yang bisa membuat timnya bisa berbuat banyak dan mencuri perhatian adalah dengan gaya main yang baik. Kini, melihat perkembangan yang ada di Hannover, dia pun yakin mengeset target merebut 60 poin dan lolos ke Liga Champions. (Sepp Ginz)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: