Tangan Besi Dari Wolfsburg

6 Sep
Felix Magath

Felix Magath menjatuhkan denda beragam untuk beberapa kesalahan teknis dan performa buruk pemain di lapangan. (Foto: http://www.torwart.de)

LABEL PELATIH KERAS sudah lama melekat pada diri Felix Magath. Namun, kini sepertinya ada label yang lebih tepat, yakni Si Tangan Besi. Pasalnya, pelatih VfL Wolfsburg itu menunjukkan aksi yang terkesan semena-mena.

Akhir pekan lalu, Magath menyuruh striker Patrick Helmes berlatih terpisah karena dinilai terlalu malas berlari saat pertandingan. Belakangan, beredar kabar bahwa dia juga menjatuhkan denda 1.000 euro kepada Helmes dan Mario Mandzukic karena tak kembali ke posisi dan membantu pertahanan sesudah kehilangan bola saat mereka dikalahkan Borussia Mönchengladbach.

Kontan saja hal itu langsung menuai kontroversi. Vereinigung der Vertragsfußballspieler (VDV) sudah menyatakan Helmes bisa mengadukan hal itu. Managing Director VDV Ulf Baranowsky menilai denda yang diberlakukan Magath tidak berdasar. “Menjatuhkan denda karena pemain dinilai bermain buruk adalah hal yang harus dihindari. Pemain yang mengalami hal itu bisa membela diri dengan mengajukan pengaduan hukum atas hal itu,” kata dia.

Ahli hukum asal Hannover, Attila-Cem Altug, juga memperkuat hal itu. Masalahnya kemudian, pengaduan tak bisa dilakukan jika hukuman tersebut sudah tercantum di dalam kontrak dan pemain menyetujuinya.

Hal yang mengejutkan, Bild menyatakan denda itu memang sesuai dengan peraturan yang diberlakukan Magath. Di Wolfsburg, dia memiliki daftar hukuman dan dendanya. Terlambat per menit dijatuhi denda 100 euro, sementara memakai headphone di bus tim dikenai denda 250 euro. Lalu, tak kembali ke posisi dan membantu pertahanan saat kehilangan bola dijatuhi denda 10.000 euro, sedangkan melepas back pass tak perlu berbuah denda 1.000 euro. Terakhir, kegagalan menahan bola lambung hingga memantul dijatuhi denda 500 euro.

Khusus menyangkut Helmes, Magath sepertinya memendam sentimen tersendiri. Sejak awal, dia sepertinya tak suka pada eks striker 1.FC Köln dan Bayer Leverkusen itu. Faktanya, dia tak menjamin Helmes tetap berlatih dengan tim utama. Ada kemungkinan, dia dilempar ke tim amatir seperti yang pernah dilakukan kepada Hans Sarpei dan Alexander Baumjohann semasa di FC Schalke 04.

Lain dari itu, menurut Gerd vom Bruch yang menjadi agen Helmes, Magath juga mencoba mengusir kliennya dengan semena-mena. “Tanpa sebab apa pun dan peringatan sebelumnya, pada 30 Agustus siang, Magath menyuruh Patrick mencari klub baru. Bayangkan, itu hanya 20 jam sebelum masa penutupan transfer!” urai dia. “Fulham memang tertarik pada saat itu, tapi penyelesaian transfer ke luar negeri dalam tempo sesingkat itu jelas mustahil.”

Kini, patut ditunggu apa langkah yang akan diambil Helmes terhadap Magath. Pasalnya, dia hampir pasti tak punya masa depan lagi di Wolfsburg. Pengalaman membuktikan, Magath tak pernah berpaling kembali kepada para pemain yang dianggap tak disiplin dan tak sesuai seleranya. (Sepp Ginz)

Advertisements

One Response to “Tangan Besi Dari Wolfsburg”

  1. fauzi madz September 6, 2011 at 1:52 pm #

    cocokx ne orang ngelatih tentara j

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: