Sebuah Kisah Tentang Leno

15 Sep
Bernd Leno

Dari kiper Bundesliga 3, kini Bernd Leno menjadi fenomena di Bundesliga 1 dan Liga Champions dalam waktu sekejap saja. (Foto: http://www.torwart.de)

ANAK ITU hampir tak dikenal siapa pun sebelum Bundesliga 1 musim ini bergulir. Umurnya baru 19 tahun dan sejatinya hanya berlaga di tim kedua VfB Stuttgart. Namun, krisis kiper yang melanda Bayer Leverkusen lantas mengubah semuanya. Dari tak dikenal siapa-siapa, kini Bernd Leno menjadi buah bibir. Bila sebelumnya hanya disebut kiper potensial di kalangan para pakar sepak bola Jerman, kini dia membuktikan diri sebagai kiper yang memang bisa diandalkan.

Setelah menunjukkan performa apik dengan hanya kebobolan satu gol dan mencetak tiga cleansheet beruntun di Bundesliga 1, Leno menggebrak publik sepak bola Eropa dengan penampilan gemilang pada matchday I Liga Champions, Selasa (13/9). Bertandang ke Stamford Bridge, kandang Chelsea, dia memang tak kuasa menahan dua gol yang membuat Werkself kalah. Namun, hebatnya, dia mampu melakukan 10 penyelamatan.

Jumlah itu adalah yang tertinggi di antara para kiper yang berlaga pada Matchday I. Penampilannya itu sampai membuat kiper The Blues, Petr Cech, tak kuasa melontarkan pujian. “Kami punya banyak peluang, tapi kiper itu menunjukkan banyak penyelamatan gemilang,” ucap Chech yang saat bertukar kaus dengan Leno sempat menyampaikan ucapan selamat secara khusus.

Di mata Robin Dutt, pelatih Leverkusen, Leno juga pahlawan dan tokoh kunci. “Lima pekan lalu, Bernd masih berkutat di Divisi III. Tapi, dalam umur 19 tahun, dia mampu menunjukkan aura dan kemampuan yang tak kalah dari Petr Cech yang berpengalaman,” tutur dia.

Sudah barang tentu, performa apik di Stamford Bridge itu lantas mencuatkan gonjang-ganjing tentang masa depannya. Maklum, Leno hanya dipinjam untuk masa setengah musim. Pada awal Januari 2012, dia harus kembali ke Mercedes-Benz-Arena. Tarik-ulur kembali terjadi. Direktur Olahraga Stuttgart Fredi Bobic sudah tegas menyatakan Leno harus kembali. Namun, kubu Leverkusen pun terus berusaha membeli secara permanen.

Sikap Leno sendiri mulai berubah. Jika sebelumnya terbuka terhadap semua kemungkinan, kini dia mulai condong ke Leverkusen. “Aku telah membaca pernyataan Fredi Boboc bahwa aku harus kembali pada 1 Januari. Tapi, Bayer Leverkusen berlaga di Liga Champions sedangkan Stuttgart tidak. Aku tentu saja bisa membayangkan bertahan lebih lama di sini,” papar dia kepada Bild.

Pernyataan Leno itu jelas harus diperhatikan oleh manajemen Stuttgart. Pasalnya, Leno dikenal sebagai seorang yang sangat gigih memperjuangkan impiannya. Pada 2003, dia sendiri yang memutuskan bergabung dengan Stuttgart walaupun untuk itu, dia harus memaksa sang ayah, Viktor Leno yang berdarah Rusia untuk mengantarnya pergi-pulang sejauh 40 km setiap hari.

Sudah begitu, Leno sudah mendapat banyak nasihat dari Jens Lehmann, eks kiper timnas Jerman yang musim lalu masih membela Stuttgart. Dari Lehmann, dia mendapat banyak nasihat tentang kehidupan. Salah satunya tentu saja tentang cara memandang kesempatan yang datang dan kesadaran bahwa kehidupan tidak hanya menanjak, namun adakalanya juga menurun.

Sejauh ini, putusan yang dibuat Leno pun selalu tepat. Bahkan ketika dia akhirnya memilih menjadi kiper. Hingga umur sebelas tahun, Leno sebenarnya bukanlah kiper. Di SV Germania Bietigheim, dia adalah seorang gelandang. Namun, dalam sebuah turnamen, mereka kehilangan sang kiper utama, Marco. Dari sana, Leno mengambil alih peran itu.

Pada akhirnya, karena merasa nyaman di posisi barunya, Leno pun membuat putusan berani. “Setelah turnamen, aku meminta bertukar posisi dengan Marco,” kata dia. Putusan yang sangat tepat karena kemudian dia menjelma menjadi salah satu kiper dengan potensi besar di Jerman. Banyak pihak menilai kemampuannya setara dengan kiper Borussia Mönchengladbach yang mulai mencuat pertengahan musim lalu, Marc-André ter Stegen. (Sepp Ginz)

Advertisements

One Response to “Sebuah Kisah Tentang Leno”

  1. fauzi madz September 16, 2011 at 5:03 am #

    Negara dengan Liga yang selalu menghasilkan kiper2 muda yang hebat….maju terus Leno dan bawa Lervekusen menjadi lebih baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: