Hamburg Teruskan Tradisi

20 Sep
Michael Oenning

Pemecatan Michael Oenning tak ubahnya meneruskan tradisi buruk Hamburger SV yang begitu mudahnya gonta-ganti pelatih dalam satu dekade terakhir. (Foto: http://www.focus.de)

BERGONTA-GANTI PELATIH  sepertinya sudah menjadi tradisi di Hamburger SV. Senin (19/9), Die Rothosen meneruskan tradisi itu dengan mendepak Michael Oenning yang baru bertugas sekitar 6 bulan. Alasannya tentu saja performa klub yang buruk. Pada musim ini, Heiko Westermann cs hanya meraup satu poin dari enam laga awal. Untuk mengisi kekosongan, manajemen Hamburg telah menunjuk Rodolfo Esteban Cardoso sebagai caretaker.

Menyikapi putusan pahit yang dikeluarkan manajemen klub, Oenning coba memahaminya. “Sangat beralasan jika klub menempuh cara berbeda dalam menyikapi situasi yang ada saat ini. Saya bisa memahaminya,” ujar eks pelatih 1.FC Nürnberg yang dipromosikan pada Maret silam saat Aermin Veh terdepak itu.

Kini, rumor terpanas yang meredbak tentu saja menyangkut kandidat pengganti Oenning. Pasalnya, Cardoso hanya difokuskan untuk menukangi Hamburg saat menghadapi VfB Stuttgart pada akhir pekan nanti. Beberapa nama yang dijagokan adalah Huub Stevens, Marco van Basten, Horst Hrubesch, Morten Olsen, Michael Laudrup, dan Lothar Matthäus.

Terlepas dari siapa pun yang nantinya menukangi Westermann cs, dia harus berhadapan dengan hantu pemecatan yang seolah tak henti bergentayangan setiap saat. Faktanya, dalam satu dekade terakhir, ada 12 pelatih dan caretaker yang menukangi Die Rothosen. Secara khusus, sejak Frank Pagelsdorf didepak pada 17 September 2001, tak ada pelatih yang bisa bertahan hingga 2,5 tahun.

Di antara sebelas sosok yang datang pasca-Pagelsdorf, Thomas Doll adalah yang terlama bertahan di Imtech Arena. Dia mampu berada di kursinya selama 2 tahun 3 bulan 14 hari. Di belakangnya adalah Kurt Jara yang bertugas selama 2 tahun 18 hari. Sementara lima sosok sebelum Cardoso justru lebih ironis. Mereka bahkan tak bisa bertahan selama setahun!

Tengok saja, Oenning hanya bertahan 6 bulan 6 hari, Armin Veh (8 bulan 12 hari), Ricardo Moniz (2 bulan 4 hari). Bruno Labbadia (9 bulan 25 hari), dan Martin Jol (11 bulan 29 hari). Sudah barang tentu, fakta ini akan menjadi sesuatu yang menakutkan bagi siapa pun. Tak heran bila Franz Beckenbauer tak ragu berseloroh bahwa sosok yang diperlukan Hamburg saat ini adalah seorang pesulap. (Sepp Ginz)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: