Hantu Pengganggu Fink

18 Oct
Thorsten Fink

Thorsten Fink dibayangi kegagalan para pelatih terdahulu dan jejak buruk para eks pemain FC Bayern München saat menjadi pelatih. (Foto: http://www.focus.de)

ADA OPTIMISME TINGGI yang dilontarkan Thorsten Fink saat diperkenalkan sebagai pelatih anyar Hamburger SV, Senin (17/10). Dia yakin Hamburg punya skuad kompetitif dan tak pantas untuk terdegradasi. Dengan tegas, dia juga mengatakan siap membungkam pihak-pihak yang meragukan kapasitasnya.

“Saya sangat percaya diri. Saat saya bergabung ke FC Bayern München, banyak orang bilang, ‘Kamu hanya akan duduk di bangku cadangan di sana.’ Nyatanya, saya bermain 150 kali untuk Bayern. Saya tak takut pada apa pun dan siapa pun. Ketakutan adalah hal terakhir dalam hidup saya,” jelas Fink.

Lebih jauh, eks gelandang SC Karlsruhe itu menegaskan, misinya saat ini adalah secepat mungkin membawa Die Rothosen keluar dari zona degradasi dan kembali menghibur para fans. Dia yakin hal itu bisa terwujud jika para pemain mengikuti filosofi yang diusungnya, yakni sepak bola menyerang dengan bertumpu pada pola 4-4-2.

Meski begitu, kerja Fink dipastikan tidak mudah. Ada hantu yang bergentayangan di Imtech Arena. Hantu yang selalu saja mengganggu para pelatih. Faktanya, sejak 2001 tercatat ada 11 pelatih yang pernah menukangi Hamburg. Bahkan, nama-nama beken macam Klaus Toppmöller, Huub Stevens, dan Armin Veh pun tak sanggup bertahan lama.

Memang benar tak semua pelatih mengalami pemecatan. Sebut saja Stevens yang mundur karena alasan keluarga dan Martin Jol yang tak kuat menolak tawaran Ajax Amsterdam. Namun, itu tetap saja membuktikan panasnya kursi pelatih di Hamburg. Sejak Frank Pagelsdorf, tercatat hanya Kurt Jara dan Thomas Doll yang sanggup bertahan lebih dari dua tahun.

Selain itu, Fink juga dihantui hal lain. Itu adalah kegagalan sejumlah eks pemain Bayern saat menjadi pelatih, terutama di Bundesliga 1. Tak percaya? Tengok saja kiprah Klaus Augenthaler, Jürgen Klinsmann, Martin Jol, Bruno Labbadia, Markus Babbel, dan Christian Ziege. Tak satu pun yang mampu berprestasi bagus. Beberapa dari mereka hanya mampu menjadi penyelamat sesaat, namun lantas dipecat.

Secara khusus, bayang-bayang Labbadia yang akan menghantui Fink. Mampu membawa Die Rothosen melambung pada awal musim dan finish di posisi ke-4 pada akhir paruh pertama, tim asuhannya lantas menukik pada paruh berikutnya dengan hanya menuai empat kemenangan. (Sepp Ginz)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: