Rafati Tetap Misteri

20 Nov

HANYA BERSELANG sembilan hari dari peringatan dua tahun kematian tragis Robert Enke yang mengakhiri hidupnya di rel kereta api, sepak bola Jerman kembali dikejutkan oleh upaya bunuh diri wasit Babak Rafati. Sabtu (19/11), wasit asal Hannover itu ditemukan tengah meregang nyawa di kamar mandi hotel dengan urat nadi di tangannya nyaris putus. Gara-gara itu, laga 1.FC Köln kontra 1.FSV Mainz pun dibatalkan.

Satu hari berlalu, belum ada titik terang soal motif percobaan bunuh diri yang dilakukan Rafati. Bukan hanya polisi, orang-orang terdekatnya pun begitu terkejut dan heran. Pasalnya, Rafati tak pernah mengeluh apa pun soal pekerjaan dan kehidupan pribadinya.

“Anak saya tak pernah berbicara soal depresi atau kelelahan. Dia terlihat sangat senang dan menikmati semuanya. Sungguh, saya tak mengerti apa yang membuat dia melakukan hal itu,” kata Jalal Rafati, sang ayah, kepada Bild.

Hal serupa diungkapkan Herbert Ruppel dari SpVgg Niedersachsen Döhren, klub asal Rafati. Menurut dia, sepanjang pengetahuannya, Rafati sangat terbuka dan selalu memisahkan pekerjaan dan urusan pribadi secara tegas. Baginya, kemungkinan depresi sangatlah kecil.

Depresi memang menjadi sangkaan utama banyak pihak. Pasalnya, hal itu tengah marak di Jerman dalam beberapa bulan terakhir. Di samping itu, sebagian orang pun lantas mengaitkan Rafati dengan kasus penggelapan pajak yang dilakukan para wasit Bundesliga. Namun, berdasarkan keterangan yang didapatkan sumber Kölner Express, dia tidak masuk dalam 21 nama yang ada di daftar tersangka.

Belakangan, dugaan depresi kembali mencuat seiring ditemukannya akun Facebook Anti Babak Rafati. Di sana, para anggota grup itu kerap memberikan penilaian buruk dan kadang keterlaluan terhadap performa wasit berdarah Iran tersebut. Presiden DFB Theo Zwanziger pun mengakui tingginya tekanan yang dihadapi para wasit pada saat ini.

Di samping itu, karier Rafati sendiri terus menukik. Sejak 2005, dia tiga kali dinobatkan sebagai wasit dengan performa terburuk oleh Kicker. Lalu, September 2011, Rafati juga dicoret dari daftar wasit FIFA asal Jerman. Artinya, dia tak akan lagi ditugaskan memimpin pertandingan-pertandingan internasional.

Apakah benar dugaan tersebut? Wallahualam. Kuncinya ada pada Rafati yang kondisinya dikabarkan sudah mulai membaik. Selain itu, sebuah note yang ditemukan di tempat kejadian perkara juga ditengarai bakal bisa menjadi pembuka misteri.

Sejauh ini, Rafati baru bisa menyampaikan permintaan maaf kepada sang ayah. Jalal berkisah, “Dia hanya berkata, ‘Ayah, maafkan atas apa yang telah saya lakukan.’ Saya katakan, ‘Tentu saja. Sekarang terpenting Kamu harus pulih terlebih dahulu.'” (Sepp Ginz)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: