Di Balik Pemecatan Sorg

30 Dec
Marcus Sorg

Tekanan besar yang datang dari para fans dan pemain menjadi dasar petinggi SC Freiburg melengserkan Marcus Sorg. (Foto: http://www.badische-zeitung.de)

KURANG DARI dua pekan setelah pernyataan Direktur Olahraga Dirk Dufner tentang tradisi SC Freiburg yang selalu memberikan kepercayaan penuh kepada pelatih dan tak akan memecat Marcus Sorg, namun faktanya kemudian justru bertolak belakang. Kamis (29/12), sejarah terjadi. Die Breisgau untuk kali pertama melengserkan pelatih pada pertengahan musim saat berlaga di Bundesliga 1.

Terakhir kali Freiburg melakukan pergantian pelatih pada pertengahan musim adalah saat mengarungi Bundesliga 2 musim 1989-90. Uwe Ehret dilengserkan pada 26 November 1989. Posisinya lantas digantikan Bernd Hoss hingga akhir musim. Volker Finke juga sebenarnya dilensgerkan pada pertengahan musim 2006-07, namun dia dibiarkan menakhodai tim hingga akhir musim.

Tak heran bila kemudian pertanyaan besar muncul. Pasalnya, pasti ada alasan khusus yang membuat dukungan besar petinggi klub berubah menjadi pemecatan tiba-tiba. Setidaknya ada dua hal yang menjadi alasan di balik pemecatan itu. Berdasarkan kabar yang dilansir Badische Zeitung dan Bild, ada gerakan internal yang dilakukan para pemain. Kabarnya, mereka tak puas dengan sistem latihan yang diterapkan Sorg.

Hal itu ditegaskan oleh Presiden Frit Keller. “Saya juga mendengar banyak keluhan dari setidaknya setengah anggota tim. Kalian pasti sudah mendengar opini mereka.,” ungkap dia kepada Bild.

Alasan lain adalah kecaman deras yang dilancarkan para fans di forum SC Freiburg. Keller yang dikenal penggila internet diyakini mendengarkan kritik pedas yang mereka lancarkan. Apalagi di antara mereka ada yang berkata, “Dengan Marcus Sorg, kita hanya akan menuju Bundesliga 2.”

Sementara itu, menyangkut sosok Christian Streich yang menjadi pengganti Sorg, Dufner yang angkat suara. Menurut dia, sejak awal pihaknya memang tak mempertimbangkan pelatih dari luar. Mengingat Streich punya ikatan kuat dengan klub serta mengetahui persis situasi dan kondisi tim, jadilah asisten Sorg itulah yang dipilih. (Sepp Ginz)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: