King Otto Tekankan Motivasi

20 Feb
Otto Rehhagel

Otto Rehhagel meminta para pemain Hertha BSC berkonsentrasi penuh terhadap setiap laga yang akan dilakoni agar terbebas dari ancaman degradasi. (Foto: http://www.bz-berlin.de)

GEBRAKAN AWAL dilakukan Otto Rehhagel begitu resmi menjadi pelatih anyar Hertha BSC Berlin. Pelatih berumur 73 tahun itu langsung menuntut para pemainnya untuk mendongkrak motivasi dan lebih fokus kepada klub. Dia yakin, itu akan menjadi kunci dalam menyelamatkan Die Alte Dame dari jerat degradasi.

“Siang dan malam, pemain wajib hanya berpikir tentang pertandingan berikut yang akan dijalani!” tegas Rehhagel seperti dikutip BZ Berlin. “Itu menjadi hal utama dan mengalahkan hal-hal lainnya.”

Selain itu, pelatih yang sukses membawa timnas Yunani menjuarai Piala Eropa 2004 itu juga menegaskan pentingnya kebersamaan. Oleh karena itu, dia meminta ana-anak asuhnya untuk mengesampingkan ego. “Kami bisa lepas dari ancaman degradasi asalkan berjuang bersama-sama. Kami harus menyingkirkan segala konflik yang tak perlu,” urai dia lagi.

Secara pribadi, Rehhagel yang terakhir kali berkiprah di Bundesliga 1 sebagai pelatih 1.FC Kaiserslautern pada 2000 punya ikatan tersendiri dengan Hertha. Dia sempat dua musim membela Die Alte Dame, yakni dari 1963 hingga 1965. Sepanjang kiprahnya, pria yang berposisi sebagai bek itu mampu mengemas enam gol dari 53 pertandingan di Bundesliga 1.

Kehadiran King Otto sendiri adalah angin baru bagi Hertha yang musim ini telah dua kali memecat pelatih. Apalagi dia punya rekor bagus dalam laga-laga awal saat menukangi setiap tim. Di Kickers Offenbach, Rehhagel mengukir prestasi tak terkalahkan dalam tiga laga awal. Lalu, saat mengambil alih posisi pelatih di Arminia Bielefeld pada 10 Oktober 1978, empat laga awal diwarnai tanpa kekalahan.

Rekor apik itu berlanjut di Fortuna Düsseldorf. Datang pada 12 Oktober 1979, King Otto mempersembahkan dua kemenangan dan tiga kali imbang dalam lima laga awal. Sedangkan di SV Werder Bremen yang ditangani sejak 2 April 1980, dia tak tersentuh kekalahan dalam sepuluh laga awal.

Catatan apik juga dibuat saat melatih FC Bayern München pada 1995-96. Dia membawa FC Hollywood membukukan rekor tujuh kemenangan beruntun pada awal musim. Sementara itu, pada awal menangani 1.FC Kaiserslautern pada 1996-97, dia membukukan prestasi tak terkalahkan dalam 14 partai awal.

Satu-satunya rekor buruk adalah saat menjadi pelatih Bremen pada 1975-76. Datang menggantikan Herbert Burdenski pada 29 Februari 1976, timnya takluk 2-0 dari Karlsruher SC. (Sepp Ginz)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: