Archive | Nationalmannschaft RSS feed for this section

Helmes Tak Pikirkan Der Panzer

15 Jan
Fokus utama Patrick Helmes saat ini adalah kembali bermain untuk VfL Wolfsburg. (Foto: www.waz-online.de)

Fokus utama Patrick Helmes saat ini adalah kembali bermain untuk VfL Wolfsburg. (Foto: http://www.waz-online.de)

SELALU ALAMI setback ketika tengah menanjak membuat Patrick Helmes lebih bijak dalam menatap masa depan kariernya. Dia kini lebih menikmati langkah demi langkah, tanpa berpikir terlalu jauh ke depan dan terbuai angan-angan. Tak terkecuali soal timnas Jerman. Hal itu diungkapkan Helmes dalam wawancara dengan Kölner Express.

Saat ditanya tentang ambisi bermain di Piala Dunia 2014, Helmes dengan lantang menjawab, “Tentu saja bermain untuk timnas adalah kehormatan besar. Tapi, itu tak lagi menjadi tujuan utamaku saat ini. Aku fokus kepada klub. Apa yang kemudian terjadi setelah itu, aku anggap sebagai bonus saja.”

Cedera lutut yang memaksa absen selama lima bulan memang pukulan telak bagi Helmes yang sepanjang musim lalu tampil apik bersama VfL Wolfsburg meski sempat di-drop ke tim amatir oleh Felix Magath, pelatih Die Wolfe kala itu. Helmes mengakui, andai tak cedera, sangat mungkin dirinya kembali dipanggil ke skuad Der Panzer pada laga-laga pertengahan tahun lalu oleh pelatih Joachim Löw.

“Andai ligamen lututku tak cedera, aku mungkin ada di skuad dalam laga persahabatan melawan Argentina (pada 15 Agustus 2012, –Red.). Aku pikir aku akan mendapatkan kesempatan,” ungkap Helmes lagi. “Tapi, aku harus menerima apa pun yang terjadi. Saat ini, hal yang ada di kepalaku adalah menjauh dari cedera. Aku selalu mengalami maju-mundur karena dihambat cedera. Meski begitu, cedera-cedera itu membuatku lebih baik dan lebih dewasa.”

Untuk jangka pendek, target utama eks pemain 1.FC Köln itu kembali membela Die Wolfe. Apalagi kondisi lututnya yang cedera sudah mulai pulih. Menurut dia, dalam tiga atau empat pekan ke depan, kondisinya akan mendekati match fitness. Pada saat itulah dia berharap bisa kembali bermain di lapangan hijau.

Sementara itu, mengenai Dieter Hecking yang kini menjadi pelatih Wolfsburg, Helmes menilainya sebagai figur yang mampu memberikan perubahan cepat. “Pelatih berbicara dengan semua orang dan selalu menekankan pentingnya taktik. Semuanya sudah meningkat pesat walaupun itu baru hitungan pekan berada di sini. Aku hanya berharap dia sukses di sini,” papar pemain yang direkrut Wolfsburg dari Bayer 04 Leverkusen tersebut.

Menilik kinerja dan kemampuan Hecking, Helmes yakin Wolfsburg bisa memperbaiki posisi di klasemen Bundesliga 1 musim ini. Bagi dia, winter break adalah saat menekan tombol reset. “Dilihat dari sisi kualitas, tim ini sepantasnya berada di posisi kelima,” kata dia.

Saat ini, Wolfsburg terpuruk di posisi ke-15 klasemen sementara dengan perolehan 19 angka dari 17 laga. Mereka hanya terpaut tujuh poin dari klub yang berada di posisi kelima dan keenam. Namun, mereka juga tak terlalu jauh dari klub yang berada di zona play-off promosi-degradasi. Die Wolfe juga hanya unggul tujuh poin dari klub di posisi tersebut. (@SeppGinz)

Advertisements

Tradisi Buruk Awal Tahun

1 Mar
Germany vs France

Bukan hanya meneruskan rekor buruk Tim Wiese, kekalahan dari Prancis juga membuat Jerman selalu gagal menang pada laga awal tahun sejak 2009. (Foto: http://www.sportschau.de)

KEKALAHAN 1-2 yang diderita timnas Jerman saat menghadapi Prancis, Rabu (29/2), memang menjadi catatan tersendiri bagi kiper Tim Wiese. Hal itu membuat dia tak pernah merasakan kemenangan saat membela timnas Jerman. Dalam enam laga, dia mengalami tiga kekalahan dan tiga kali imbang.

Kekalahan itu sudah barang tentu membuat Der Panzer menuai kritik. Mayoritas media massa Jerman memasang judul pedas. Bild dan Kölner Express sama-sama menilai Der Panzer yang turun pada laga itu sebagai tim tang terlalu hijau. Bild lebih umum dengan mengatakan Jerman terlalu hijau untuk juara Piala Eropa. Sementara Kölner Express lebih spesifik dengan menunjuk barisan belakang yang dinilai terlalu hijau untuk tampil di Polandia-Ukraina.

Faktanya memang demikian. Jerman yang tampil melawan Prancis jauh berbeda dengan Jerman yang mengalahkan Belanda dan Brasil. Koordinasi di lini belakang sangat lemah, lini tengah kekurangan kreativitas, dan lini depan tak bisa menunjukkan kekuatannya. Pelatih Joachim Löw sendiri merasa sangat geram.

“Saya kecewa atas cara kami mengalami kekalahan itu,” ungkap Löw setelah laga. “Pada babak kedua, kami tak mampu menemukan permainan yang baik. Oleh karena itu, Prancis sangat pantas menang.”

Otokritik juga diungkapkan Thomas Müller dan Mats Hummels. Müller menilai kekalahan disebabkan oleh rendahnya kedisiplinan. Sementara itu, Hummels menunjuk hilangnya keseimbangan di dalam tim yang tercermin dari terlalu banyaknya daerah yang terbuka di daerah mereka.

Terlepas dari itu, ada hal menarik dari kekalahan tersebut. Pasalnya, sejak 2009, Jerman tak pernah menangguk kemenangan pada laga pertama yang dijalani. Uniknya lagi, semuanya terjadi di kandang sendiri. Dalam empat tahun, Der Panzer mengalami tiga kekalahan dan sekali imbang. Satu-satunya hasil imbang adalah saat menghadapi Italia di Dortmund pada 2011.

Jika ditarik lebih ke belakang. Tradisi Jerman pada awal musim ternyata tidak bagus. Dalam 15 tahun terakhir atau sejak 1998, mereka hanya menangguk lima kemenangan. Sisanya, dua kali imbang dan delapan kali kalah! Di antara kekalahan yang diterima, antara lain didapatkan dari tim yang tak punya tradisi bagus menghadapi mereka macam Amerika Serikat pada 1999 dan Norwegia pada 2009. (Sepp Ginz)

Hasil Laga Jerman pada Awal Tahun
Tanggal Kota Hasil
29.02.2012 Bremen Jerman 1-2 PRANCIS
09.02.2011 Dortmund Jerman 1-1 Italia
03.03.2010 München Jerman 0-1 ARGENTINA
11.02.2009 Düsseldorf Jerman 0-1 NORWEGIA
06.02.2008 Wien Austria 0-3 JERMAN
07.02.2007 Düsseldorf JERMAN 3-1 Swiss
01.03.2006 Florence ITALIA 4-1 Jerman
09.02.2005 Düsseldorf Jerman 2-2 Argentina
18.02.2004 Split Kroasia 1-2 JERMAN
12.02.2003 Mallorca SPANYOL 3-1 Jerman
13.02.2002 Kaiserslautern JERMAN 7-1 Israel
27.02.2001 Paris PRANCIS 1-0 Jerman
23.02.2000 Amsterdam BELANDA 2-1 Jerman
06.02.1999 Jacksonville AS 3-0 Jerman
18.02.1998 Maskat Oman 0-2 JERMAN
Sumber: http://www.dfb.de

Tantangan untuk Wiese

28 Feb

 

Tim Wiese

Laga terakhir Tim Wiese bersama timnas Jerman adalah saat ditahan imbang oleh Polandia, 6 September 2011. Kala itu, gawangnya dua kali jebol oleh pemain lawan. (Foto: http://www.torwart.de)

SEBUAH UJIAN akan dijalani Tim Wiese kala Jerman menjamu Prancis dalam laga uji coba jelang Euro 2012. Penjaga gawang asal SV Werder Bremen itu dipastikan mengawal gawang Der Panzer. Kepastian tersebut diungkapkan asisten pelatih Hans-Dieter Flick dalam konferensi pers jelang laga, Selasa (28/2).

“Sebelum Piala Eropa, tepat di depan para fansnya sendiri, Tim akan mengawal gawang. Dia dijadwalkan bermain penuh selama 90 menit,” ungkap Flick seraya menambahkan bahwa striker Miroslav Klose akan menjadi kapten tim karena Philipp Lahm dan Bastian Schweinsteiger absen gara-gara cedera.

Putusan itu jelas membuat Wiese bangga. Pasalnya, dia memang merasa sebagai sosok yang paling pantas menjadi kiper kedua timnas Jerman di bawah Manuel Neuer. Namun, itu juga bisa menjadi tes kepantasan mengingat rekor Wiese yang buruk saat menjaga gawang Der Panzer. Dalam lima laga yang telah dilalui, Jerman tak pernah menang. Dua di antaranya malah berakhir kekalahan, yakni saat melawan Inggris dan Australia.

Bermain di bawah tatapan para pendukung Der Panzer yang sebagian besar di antaranya ditengarai juga fans Bremen, Wiese tentu wajib mengakhiri rekor buruk itu dan meraih kemenangan pertama. Gagal melakukan hal itu, bisa jadi klaimnya sebagai kiper kedua harus direvisi. Bukan apa-apa, pelatih Joachim Löw masih punya sejumlah kiper yang tak kalah bagus. Sebut saja Ron-Robert Zieler yang tak dipanggil untuk laga kali ini. Lalu, ada juga Marc-André ter Stegen yang tampil luar biasa bersama Borussia Mönchengladbach.

Demi menggapai kemenangan dan membuat gawang Jerman tak tertembus sepakan pemain Prancis, tentu saja Wiese harus berharap banyak pada duet bek tengah yang berada di depannya. Sesuai penuturan Flick, kedua bek tengah yang akan diturunkan sejak awal adalah Holger Badstuber dan Mats Hummels. Wiese tentu ingin keduanya mampu menjadi tembok tangguh dan tak membuat blunder sehingga dia bisa lebih tenang berada di bawah mistar gawang. Bukan apa-apa, seperti diungkapkan playmaker Mesut Özil, Prancis punya banyak pemain bagus yang potensial merepotkan dan mengalahkan mereka. (Sepp Ginz)

Hasil Laga Jerman Bersama Wiese
Tanggal Partai Keterangan
19.11.2008 Jerman 1-2 Inggris Masuk menit ke-46, kebobolan satu gol
18.11.2009 Jerman 2-2 Pantai Gading Digantikan pada menit ke-46, tak kebobolan
11.08.2010 Denmark 2-2 Jerman
29.03.2011 Jerman 1-2 Australia
06.09.2011 Polandia 2-2 Jerman
Sumber: http://www.dfb.de

Mighty Mini-Kahn

25 Feb
Marc-Andre ter Stegen

Statistik 29 laga awal di Bundesliga 1 menunjukkan Marc-André ter Stegen lebih baik dari Manuel Neuer dan Oliver Kahn. (Foto: http://www.kicker.de)

MINI-KAHN atau Mini-Titan, demikianlah publik sepak bola Jerman menjuluki Marc-André ter Stegen. Karakter permainan, tampang, dan perawakan penjaga gawang muda milik Borussia Mönchengladbach itu memang mengingatkan kepada sosok Oliver Kahn, kiper berjuluk Der Titan yang sangat menjulang bersama FC Bayern München dan timnas Jerman pada 1990-an hingga 2000-an.

Namun, sesungguhnya Ter Stegen lebih dari Kahn. Catatan statistik membuktikan hal itu. Hingga spieltag ke-23 Bundesliga 1 musim 2011-12, Ter Stegen mencetak prestasi apik. Dalam 29 laga Bundesliga 1, dia tak pernah kebobolan tiga gol atau lebih. Hebatnya, dia hanya sekali kebobolan dua gol. Sisanya, 13 gol dilewati dengan clean sheet, sedangkan 15 diwarnai dengan kebobolan satu gol. Dia pun selalu bermain penuh tanpa pernah diganjar kartu kuning.

Catatan itu jauh lebih baik dari Kahn yang mencetak delapan clean sheet serta pernah tiga kali kebobolan tiga gol dan sekali kebobolan empat gol dalam 29 laga pertamanya di Bundesliga 1. Menilik hal itu, sudah pada tempatnya bila Ter Stegen disebut The Mighty Mini-Kahn. Kemampuan Ter Stegen pun sudah diakui banyak pihak “Sejak awal melihat dia saat berlatih, aku yakin dia hanya menunggu waktu untuk jadi kiper utama,” ucap bek tengah Gladbach, Dante Bonfim, seperti dikutip ARD.

Belakangan, Sepp Maier tanpa ragu menyebut Ter Stegen termasuk jajaran kiper terbaik di Jerman. “Saya melihat Marc sudah sejajar dengan Manuel Neuer,” kata dia kepada Bild. “Ter Stegen saat ini adalah kiper hebat.”

Ucapan Maier terkesan berlebihan. Namun, jika diperbandingkan, persamaan di antara keduanya sangat jelas. Dalam 29 laga pertama di Bundesliga 1, jumlah clean sheet keduanya sama-sama 13. Mereka pun sama-sama tak kebobolan tiga gol atau lebih. Bedanya, Neuer sempat delapan kali kebobolan dua gol. Lalu, hasil yang diraih pun nyaris sama. Ter Stegen merebut 18 kemenangan, 6 imbang, dan 5 tumbang. Sementara Neuer mencetak 19 kali menang, 5 kali imbang, dan 5 kali tumbang.

Dari penilaian media massa, Ter Stegen juga berada di posisi yang sangat baik. Dalam penilaian Bild, nilai rata-rata Ter Stegen saat ini, 2,57, hanya kalah dari Roman Weidenfeller (2,33). Namun, Ter Stegen sempat empat kali masuk Elf des Tages, sementara Weidenfeller baru tiga kali.

Di mata publik sepak bola pun, Ter Stegen dianggap pantas mendapat tempat di skuad Jerman untuk Euro 2012 nanti. Dalam poling online Spox.com, untuk posisi penjaga gawang, dia menjadi favorit kedua dengan 20,4 persen dari 66.717 suara hingga Sabtu (25/2). Dia unggul atas Tim Wiese yang memperoleh 18,7 persen suara dan hanya kalah dari Manuel Neuer yang memperoleh 32,9 persen suara.

Sayangnya, rekor dan pujian yang ada tak lantas membuat pelatih timnas Jerman, Joachim Löw, buru-buru memberikan kesempatan berseragam Der Panzer kepada Ter Stegen. Padahal, pada 1987, Franz Beckenbauer mau memberikan debut kepada Bodo Illgner yang kala itu baru bermain 27 kali di Bundesliga 1 dengan rekor yang jauh dari milik Ter Stegen.

Sikap Löw memang dapat dimengerti. Dia tak ingin memicu gejolak ketika Piala Eropa tinggal tiga bulan lagi. Lagi pula, Löw cenderung menghormati para pemain yang telah menunjukkan kontribusi selama babak kualifikasi. Namun, jika melihat rekor Tim Wiese sebagai kiper kedua saat ini, sebetulnya dia tak bisa begitu saja mengabaikan Ter Stegen. Hingga saat ini, kiper SV Werder Bremen itu tak pernah memberikan kemenangan. Dalam lima laga, hasil yang diperoleh Jerman bersama Wiese adalah tiga kali imbang dan dua kali kalah dengan selalu kebobolan dua gol.

Terlepas dari itu, menilik catatan impresif sejauh ini, Ter Stegen tetaplah kiper berkelas dan mungkin tinggal menunggu waktu untuk menjadi yang terbaik di Jerman. (Sepp Ginz)

Perbandingan Hasil 29 Laga Pertama
Kiper Full Time Clean Sheet Kebobolan Hasil
1 2 3 4 5 Mg S K
Marc-André ter Stegen 29 13 15 1 0 0 0 18 6 5
Oliver Kahn 27 8 7 10 3 1 0 8 12 9
Manuel Neuer 29 13 8 8 0 0 0 19 5 5
Bodo Illgner 28 8 15 3 0 1 2 14 9 6
Sepp Maier 29 4 12 7 5 1 0 14 7 8
– Maier di Oberliga dan Regionalliga
– Data hingga 25 Februari 2012

Konsistensi Sikap Löw

22 Feb
Cacau

Dinilai selalu tampil apik saat membela timnas, Cacau tetap dipertahankan oleh pelatih Joachim Löw meski tak cemerlang di Bundesliga 1. (Foto: http://www.kicker.de)

PERFORMA DI KLUB bukan dasar utama dalam pemanggilan pemain ke timnas Jerman. Itulah salah satu prinsip yang dipegang teguh pelatih Joachim Löw. Sepanjang sang pemain mampu memberikan kontribusi positif setiap kali dipercaya mengenakan kostum Der Panzer, dia akan tetap dipertahankan.

Sikap itu pernah ditunjukkan saat Löw tetap memberikan tempat di timnas Jerman kepada Miroslav Klose ketika dia terpuruk di Bayern München. Bahkan, Klose tetap dipercaya sebagai striker utama. Bagi Löw, sepanjang Klose mampu mencetak gol bagi Der Panzer, tak bermain di Bayern bukan masalah besar.

Löw ternyata mempertahankan prinsip itu dengan memanggil Cacau yang tengah redup ke skuad untuk menghadapi Prancis, Rabu (29/2) mendatang. Padahal, publik sepak bola dan pers Jerman belakangan rajin menggaungkan nama Mike Hanke, striker Borussia Mönchengladbach, yang tengah mencorong.

Seperti diungkapkan kepada Kicker, Löw mengaku pertimbangan utama pemanggilan Cacau adalah performa selama membela timnas dalam beberapa laga terakhir. Dia selalu meyakinkan dan bisa diandalkan sebagai striker pelapis. “Pertimbangan itulah yang membuat dia mendapat kesempatan lagi,” ungkap dia.

Pertimbangan kedua, Löw tak mau mengubah susunan pemain yang jadi kerangka untuk pembentukan tim ke Piala Eropa 2012. Menurut dia, pemain-pemain yang dipanggil untuk laga versus Prancis plus beberapa pemain yang tengah cedera macam Mario Götze, Bastian Schweinsteiger, Per Mertesacker, dan Lukas Podolski adalah kerangka utama timnya. “Meski begitu, pintu tentu belum benar-benar tertutup,” tambah eks pelatih VfB Stuttgart itu.

Untungnya, konsistensi sikap Löw itu tak menimbulkan ledakan kekecewaan dari para pemain yang tak dipanggil. Hanke dengan tegas tak terlalu peduli soal itu. Kepada Bild, pemain didikan FC Schalke 04 itu berkata, “Soal tim nasional, aku tak memikirkannya. Aku hanya berkonsentrasi pada tugasku di Borussia.” (Sepp Ginz) 

Daftar Pemain yang Dipanggil:
Penjaga Gawang: Manuel Neuer (FC Bayern München), Tim Wiese (SV Werder Bremen)
Pemain Belakang: Dennis Aogo (Hamburger SV), Jerome Boateng, Philipp Lahm, Holger Badstuber (FC Bayern München), Benedikt Höwedes (FC Schalke 04), Mats Hummels, Marcel Schmelzer (Borussia Dortmund), Christian Träsch (VfL Wolfsburg)
Pemain Tengah: Lars Bender, Simon Rolfes, Andre Schürrle (Bayer Leverkusen), Sven Bender (Borussia Dortmund), Sami Khedira, Mesut Özil (Real Madrid), Toni Kroos, Thomas Müller (FC Bayern München), Marco Reus (Borussia Mönchengladbach)
Pemain Depan: Mario Gomez (FC Bayern München), Miroslav Klose (Lazio), cacau (VfB Stuttgart)

Westermann Tak Lupakan Euro

8 Feb
Heiko Westermann

Bermodal ambisi menembus skuad timnas Jerman ke Piala Eropa 2012, Heiko Westermann terus menunjukkan performa apik bersama Hamburger SV. (Foto: http://www.focus.de)

DUA PEKAN TERAKHIR, Heiko Westermann begitu menawan di pertahanan Hamburger SV. Jika sebelumnya sangat fluktuatif, performa kapten Die Rothosen itu tampak lebih stabil dan cenderung meningkat. Hal itu terliaht dari penilaian Bild yang mengganjarnya dengan poin 3 saat menghadapi Hertha BSC Berlin dan 2 kala melawan FC Bayern München.

Statistik pun menunjang penilaian itu. Dalam dua laga tersebut, Westermann sangat kokoh, terutama dalam melakukan duel. Baik saat melawan Hertha maupun Bayern, dia sama-sama memenangi 18 dari 23 duel. Tak heran bila Chairman Carl-Edgar Jarchow memberikan pujian. “Dia menutup lubang dan mampu mengatur permainan. Sungguh luar biasa,” kata dia kepada Hamburger Morgenpost.

Selidik punya selidik, performa itu tak terlepas dari asa menggebu untuk menembus skuad timnas Jerman ke Euro 2012. Meski sempat tak diturunkan sejak terakhir kali membela Jerman menghadapi Swedia pada 17 November 2010, Westermann memang tak pernah kehilangan harapan.

Asanya kian meninggi setelah sempat berbincang panjang lebar dengan Joachim Löw, pelatih Der Panzer, jelang laga versus Belanda, 15 November 2011. “Tentu saja aku ingin berada di sana pada musim panas nanti!” tegas Westermann saat ditanya tentang Euro 2012. “Bagiku, itu adalah target utama pada tahun ini.”

Untuk itulah, tak heran bila performanya kian apik dan bersemangat. Maklum, untuk mendapatkan garansi tempat di skuad Der Panzer, dia harus bersaing dengan pemain-pemain belakang lain yang tak kalah mencorong. Sebut saja Mats Hummels yang bersinar bersama Borussia Dortmund, Holger Badstuber dan Jerome Boateng yang menjadi pilar Bayern, serta Per Mertesacker yang mulai menanjak di Arsenal. (Sepp Ginz)

Löw Syukuri Persaingan Ketat di Bundesliga 1

31 Jan

PERSAINGAN KETAT di puncak klasemen Bundesliga 1 pada musim ini yang setidaknya melibatkan empat klub disyukuri oleh Joachim Löw. Pelatih timnas Jerman itu menilai, persaingan akan berdampak positif terhadap tim nasional yang diasuhnya. Pasalnya, para penggawa timnas yang berada di keempat klub tersebut akan selalu berusaha keras menunjukkan performa terbaik pada setiap pekan.

Lebih jauh, Löw berharap persaingan saat ini membawa dampak terhadap kiprah klub-klub Jerman di Eropa, terutama Liga Champions. “Saya berharap ada dua atau tiga klub yang secara permanen bertahan di fase grup Liga Champions dan mendulang prestasi. Dalam beberapa tahun terakhir, hanya ada Bayern,” harap dia seperti dikutip Sport-Informations-Dienst (SID).

Sementara itu, mengenai peta persaingan yang berlangsung, Löw berpendapat hanya dua klub yang paling berpeluang merebut gelar juara. Mereka adalah Bayern dan Borussia Dortmund. Dalam pandangannya, FC Schalke 04 dan Borussia Mönchengladbach akan cukup senang bila meraih tiket ke Liga Champions. Alasannya, Bayern dan Dortmund memiliki kualitas sedikit di atas kedua klub itu. (Sepp Ginz)