Tag Archives: 1.FC Kaiserslautern

Bayern Pertahankan Dua Tradisi

22 Mar
FC Bayern Muenchen

Kemenangan atas Borussia Monchengladbach pada Rabu (21/3) membuat FC Bayern Munchen mempertahankan tradisi kemenangan atas Die Fohlen di DFB Pokal dan tak pernah dua kali berturut-turut tersingkir di semifinal. (Foto: http://www.kicker.de)

KEMENANGAN DRAMATIS yang dibukukan FC Bayern München atas Borussia Mönchengladbach pada laga semifinal DFB Pokal di Borussia Park, Rabu (21/3), ternyata memiliki catatan penting. Kemenangan itu membuat Bayern mempertahankan dua tradisi sekaligus.

Tradisi pertama adalah tak pernah kalah dari Die Fohlen di DFB Pokal. Sebelum laga yang harus ditentukan lewat adu penalti itu, Bayern dan Gladbach sempat enam kali bertemu di ajang tersebut. Hasilnya, Bayern meraih lima kemenangan dan sekali imbang. Satu-satunya hasil imbang terjadi pada Babak II musim 1987-88. Kala itu, kedua tim berbagi angka sama 2-2 hingga perpanjangan waktu usai.

Tradisi kedua yang terjaga adalah rekor tak pernah tersingkir di semifinal dalam dua musim berturut-turut. Sepanjang sejarah, Bayern telah 23 kali masuk semifinal DFB Pokal. Dari jumlah itu, FC Hollywood hanya lima kali gagal melangkah ke final. Salah satunya pada musim lalu ketika mereka ditekuk FC Schalke 04 lewat gol tunggal Raul Gonzalez.

Nah, menariknya, Bayern selalu lolos ke final jika pada musim sebelumnya tersingkir di semifinal. Keberhasilan musim ini adalah yang ketiga kalinya. Dua lainnya adalah pada 1968-69 dan 2002-03. Pada 1968-69, Bayern lolos ke final dengan menumbangkan 1.FC Nürnberg 2-0 lewat brace dari Der Bomber, Gerd Müller. Sebelumnya, pada musim 1967-68, Bayern tersingkir di babak ini oleh VfL Bochum dengan skor 1-2.

Kejadian serupa terulang pada musim 2002-03. Setelah disingkirkan Schalke 0-2 pada semifinal musim 2001-02, Bayern tak tertahan oleh Bayer Leverkusen. FC Hollywood menang 3-1 melalui dua gol Giovane Elber dan satu dari Michael Ballack yang hanya berbalas gol Carsten Ramelow.

Secara khusus, bercermin dari dua peristiwa serupa, Bayern boleh berharap banyak untuk merebut gelar ke-16 di ajang DFB Pokal. Pasalnya, pada 1968-69 dan 2002-03, mereka lantas menjadi juara. Pada 1968-69, Bayern menang 2-1 atas Schalke di partai puncak, sementara pada 2002-03, 1.FC Kaiserslautern yang dilumat 3-1 di partai pamungkas. (Sepp Ginz)

Advertisements

King Otto Tekankan Motivasi

20 Feb
Otto Rehhagel

Otto Rehhagel meminta para pemain Hertha BSC berkonsentrasi penuh terhadap setiap laga yang akan dilakoni agar terbebas dari ancaman degradasi. (Foto: http://www.bz-berlin.de)

GEBRAKAN AWAL dilakukan Otto Rehhagel begitu resmi menjadi pelatih anyar Hertha BSC Berlin. Pelatih berumur 73 tahun itu langsung menuntut para pemainnya untuk mendongkrak motivasi dan lebih fokus kepada klub. Dia yakin, itu akan menjadi kunci dalam menyelamatkan Die Alte Dame dari jerat degradasi.

“Siang dan malam, pemain wajib hanya berpikir tentang pertandingan berikut yang akan dijalani!” tegas Rehhagel seperti dikutip BZ Berlin. “Itu menjadi hal utama dan mengalahkan hal-hal lainnya.”

Selain itu, pelatih yang sukses membawa timnas Yunani menjuarai Piala Eropa 2004 itu juga menegaskan pentingnya kebersamaan. Oleh karena itu, dia meminta ana-anak asuhnya untuk mengesampingkan ego. “Kami bisa lepas dari ancaman degradasi asalkan berjuang bersama-sama. Kami harus menyingkirkan segala konflik yang tak perlu,” urai dia lagi.

Secara pribadi, Rehhagel yang terakhir kali berkiprah di Bundesliga 1 sebagai pelatih 1.FC Kaiserslautern pada 2000 punya ikatan tersendiri dengan Hertha. Dia sempat dua musim membela Die Alte Dame, yakni dari 1963 hingga 1965. Sepanjang kiprahnya, pria yang berposisi sebagai bek itu mampu mengemas enam gol dari 53 pertandingan di Bundesliga 1.

Kehadiran King Otto sendiri adalah angin baru bagi Hertha yang musim ini telah dua kali memecat pelatih. Apalagi dia punya rekor bagus dalam laga-laga awal saat menukangi setiap tim. Di Kickers Offenbach, Rehhagel mengukir prestasi tak terkalahkan dalam tiga laga awal. Lalu, saat mengambil alih posisi pelatih di Arminia Bielefeld pada 10 Oktober 1978, empat laga awal diwarnai tanpa kekalahan.

Rekor apik itu berlanjut di Fortuna Düsseldorf. Datang pada 12 Oktober 1979, King Otto mempersembahkan dua kemenangan dan tiga kali imbang dalam lima laga awal. Sedangkan di SV Werder Bremen yang ditangani sejak 2 April 1980, dia tak tersentuh kekalahan dalam sepuluh laga awal.

Catatan apik juga dibuat saat melatih FC Bayern München pada 1995-96. Dia membawa FC Hollywood membukukan rekor tujuh kemenangan beruntun pada awal musim. Sementara itu, pada awal menangani 1.FC Kaiserslautern pada 1996-97, dia membukukan prestasi tak terkalahkan dalam 14 partai awal.

Satu-satunya rekor buruk adalah saat menjadi pelatih Bremen pada 1975-76. Datang menggantikan Herbert Burdenski pada 29 Februari 1976, timnya takluk 2-0 dari Karlsruher SC. (Sepp Ginz)

Heynckes Lanjutkan Catatan Gemilang

12 Feb
Jupp Heynckes menjadi pelatih ketiga yang meraih 100 kemenangan di Bundesliga 1 bersama FC Bayern München. (Foto: www.sportschau.de)

Jupp Heynckes menjadi pelatih ketiga yang meraih 100 kemenangan di Bundesliga 1 bersama FC Bayern München. (Foto: http://www.sportschau.de)

JEJAK BERSEJARAH terus ditorehkan Jupp Heynckes. Setelah merangsek ke posisi kedua pelatih dengan kemenangan terbanyak dan membukukan seribu poin di Bundesliga 1, dia lagi-lagi membukukan prestasi spesial pada Sabtu (11/2). Kemenangan 2-0 yang dibukukan FC Bayern München atas 1.FC Kaiserslautern adalah kemenangan ke-100 Heynckes bersama FC Hollywood.

Heynckes menjadi pelatih ketiga yang membukukan 100 kemenangan bersama Bayern. Dua pelatih yang lebih dulu mencetak prestasi itu adalah Udo Lattek dan Ottmar Hitzfeld. Lattek membukukan 184 kemenangan dari 299 laga, sedangkan Hitzfeld mengukir 158 kemenangan dari 253 pertandingan. Heynckes pribadi saat ini baru melakoni 174 laga bersama Bayern di Bundesliga 1.

Secara keseluruhan, dari 174 laga yang telah dilewati, rekor Heynckes bersama FC Hollywood adalah 100 kali menang, 43 kali imbang, dan 31 kali tumbang. Adapun musim dengan kemenangan terbanyak adalah 1987-88. Pada musim pertamanya menukangi Bayern, pelatih berjuluk Don Jupp itu mampu mempersembahkan 22 kemenangan. Musim ini, dia bisa memecahkan rekor itu karena Bayern telah membukukan 14 kemenangan hingga pekan ke-21. Artinya, masih ada 13 laga tersisa yang harus dilakoni Bayern pada musim ini. (Sepp Ginz)

Rekor Heynckes Bersama FC Bayern München

Musim Main Menang Seri Kalah Gol Nilai
1987-88 34 22 4 8 83-45 70
1988-89 34 19 12 3 67-26 69
1989-90 34 19 11 4 64-28 68
1990-91 34 18 9 7 74-41 63
1991-92 12 4 4 4 15-17 16
2008-09 5 4 1 0 12-5 13
2011-12 21 14 2 5 49-14 44

Data hingga 11 Februari 2012, Sumber: http://www.transfermarkt.de

Absen Karena Gelas

3 Feb

SUNGGUH NAHAS nasib Eren Derdiyok. Saat klubnya, Bayer Leverkusen, akan menghadapi FC Barcelona di babak 16-besar Liga Champions, dia diharuskan istirahat selama tiga pekan. Hal yang menyesakkan, hal itu disebabkan oleh hal sepele. Dia menginjak pecahan gelas!

Seperti dituturkan kepada Bild, Kamis (2/2) malam, Derdiyok pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi. Tanpa sengaja, gelas tempat dia menaruh sikat gigi terjatuh. Pecahannya berserakan dan kaki kirinya sempat menginjak pecahan itu. Akibatnya, kaki kirinya pun terluka dan harus mendapatkan tujuh jahitan.

Menurut Dr. Karl-Heinrich Dittmar, dokter tim Leverkusen, Derdiyok harus menggunakan kruk selama dua pekan demi menghindarkan kakinya yang cedera dari tekanan. Total, dia diperkirakan baru bisa kembali berlatih setelah beristirahat selama tiga pekan. Itu artinya, selain laga versus Barcelona, dia juga harus mangkir dari partai melawan VfB Stuttgart (4/2), Borussia Dortmund (11/2), dan FC Augsburg (18/2). Jika tak ada aral melintang, striker timnas Swiss itu baru bisa turun kala Leverkusen jalani Rheinderby menghadapi 1.FC Köln pada 25 Februari.

Cedera karena hal yang tak lazim bagi pesepak bola ini bukan yang pertama tersaji di Bundesliga 1. Awal musim ini, Adam Nemec juga harus absen dari 1.FC Kaiserslautern dalam waktu lumayan lama karena terjatuh dari pohon cherry. (Sepp Ginz)

Kouemaha Meminta Maaf

23 Jan

SIKAP TERPUJI ditunjukkan Dorge Kouemaha. Menyusul insiden tendangannya yang menghantam wajah Sebastian Proedl, bek tengah SV Werder Bremen, striker 1.FC Kaiserslautern itu meminta maaf secara langsung. Seperti dikutip Sport-Informations-Dienst, dia mengaku telah menelepon bek asal Austria tersebut.

“Aku telah menelepon dia, tapi kami tak bisa berbicara banyak. Aku lantas mengirimi dia pesan pendek. Aku meminta maaf dan berharap agar dia cepat pulih,” papar Kouemaha. “Dia sangat senang atas apa yang kutunjukkan dan mengaku tak menyalahkanku. Dia menilai kejadian itu mungkin bisa terjadi kapan saja.”

Sikap Kouemaha itu memang menjadi obat tersendiri bagi Proedl yang sudah kembali ke Bremen pada Minggu (22/1) malam setelah sekitar sehari semalam dirawat di Klinik Kaiserslautern-West Pfalz. Setidaknya, itu menjadi penutup kekecewaan karena dipastikan absen sekitar dua bulan karena tulang hidung dan rahang atasnya patah.

Sementara itu, menyangkut insiden tendangan salto Kouemaha yang mencederai Proedl, Thomas Schaaf menyesalkan putusan wasit Robert Hartmann. Dia menilai, seharusnya Hartmann menghadiahkan penalti kepada Bremen. “Saat jeda pertandingan, wasit berkata kepada saya bahwa dia tak melihat insiden itu,” kata Schaaf seperti dikutip Bild. “Padahal, rekaman televisi jelas menunjukkan dia melihat betul hal tersebut!”

Schaaf pantas kesal. Pasalnya, gara-gara putusan Hartmann, Bremen harus puas bermain imbang 0-0. Sudah begitu, lini belakangnya pun dipastikan mengalami krisis. Cedera yang dialami Proedl membuat stok bek tengah kian menipis. Pasalnya, Naldo masih belum pulih dari cedera, sementara Andreas Wolf sudah hengkang ke AS Monaco. Itu diperparah oleh Lukas Schmitz yang harus menjalani skorsing satu laga karena akumulasi kartu kuning. (Sepp Ginz)

Pabrik Kiper Hebat Jerman

10 Jan
Sven Ulreich

Lesatan Sven Ulreich musim ini tak terlepas dari keandalan pelatih Andreas Menger dan keseriusan VfB Stuttgart dalam mendidik para kipernya. (Foto: http://www.torwart.de)

BERBICARA SOAL KIPER, hal pertama yang terbersit ketika membahas klub yang terbilang andal menelurkannya adalah 1.FC Kaiserslautern. Maklum, klub ini memiliki Gerald Ehrmann yang punya metode latihan khas dan sanggup membentuk kiper-kiper tangguh. Sebut saja Tim Wiese, Roman Weidenfeller, Florian Fromlowitz, Tobias Sippel, dan Kevin Trapp.

Akan tetapi, jika ditelaah lebih jauh, predikat yang disandang Die Roten Teufel sepertinya sudah berpindah. Soalnya, belakangan ini, VfB Stuttgart menunjukkan produktivitas nyata dalam mengorbitkan kiper-kiper berkelas. Sven Ulreich, kiper utama mereka, hingga kini tercatat sebagai kiper terbaik di Bundesliga 1. Lalu, ada Bernd Leno, kiper yang dipinjamkan dan lantas dibeli Bayer Leverkusen. Kiper ini diakui sebagai salah satu fenomena terbaik paruh musim pertama.

Menariknya, di timnas Junir Jerman, kiper-kiper Stuttgart juga berjaya. Di timnas U-16 ada Janik Schilder, sementara di timnas U-17 ada Kenan Mujezinovic. Lalu, di timnas U-18 ada Carl Klaus, sedangkan di timnas U-19 kini ada Odisseas Vlachodimos yang pada musim panas lalu memukau di Piala Dunia U-17. Di tim reserve Stuttgart sendiri masih ada dua kiper berbakat, Andre Weis dan Jonas Wieszt.

Keberadaan kiper-kiper bertalenta apik itu tak terlepas dari kiprah Andreas Menger, sang pelatih kiper. Pria yang pernah membela 1.FC Köln dan MSV Duisburg ini bahkan disebut sebagai pelatih kiper terbaik oleh kiper legendaris Jerman, Sepp Maier. Ulreich adalah bukti keandalan Menger dalam memoles anak didiknya.

Ulreich diangkut Stuttgart saat berumur 10 tahun. Setiap kali usai berlatih, Ulreich dan Menger selalu berdiskusi untuk menemukan hal-hal baru dalam mengawal gawang. Ulreich pun mendapatkan latihan khusus menyangkut kelenturan tubuh. Dua kali dalam sepekan, dia selalu ikut berlatih dengan para pesenam yang berlatih di MTV Stuttgart. Di sana, dia berkesempatan mendapat latihan dan tips dari Klaus Nigl, eks pesenam kenamaan Jerman.

“Semua latihan senam itu meningkatkan kecepatan dan keeksplosifan,” kata Ulreich kepada Spox.com. Hasilnya, “Aku merasakan gerakan tubuh yang benar-benar berbeda, merasa lebih hidup dan enteng saat melompat.”

Bukan hanya itu. Stuttgart juga sejak dini mengurusi masalah mental dengan sangat apik. Secara regular, Ulreich dan rekan-rekannya selalu berkonsultasi dengan psikolog olahraga Angelika Bruna. Di sana, mereka belajar tentang teknik-teknik relaksasi, koordinasi, dan kewaspadaan. “Sebelum laga, aku kini sudah mulai membayangkan suasana di lapangan. Hasilnya, aku bisa mengantisipasi apa pun yang terjadi secara positif,” terang Ulreich lagi. (Sepp Ginz)

Franz Terkejut Di-SMS De Wit

11 Dec
Maik Franz

Maik Franz tak menilai Pierre De Wit sebagai orang yang perlu dipesalahkan atas cedera yang didapatnya. (Foto: http://www.bz-berlin.de)

EMPAT HARI setelah menjalani operasi lutut, Maik Franz mulai menjalani terapi pemulihan di bawah pengawasan fisioterapis Andrea Fischer. Bek Hertha BSC Berlin itu diperkirakan harus beberapa minggu menggunakan kruk dan melupakan lapangan hijau selama enam bulan. Sebuah siksaan yang sangat berat bagi seorang pemain sepak bola.

Akan tetapi, optimisme tak henti dipancarkan bek berumur 30 tahun itu. Apalagi, dia mendapatkan dukungan moril dari banyak rekan-rekan sejawat dan teman-teman akrabnya. Tak terkecuali dari pemain 1.FC Kaiserslautern yang membuatnya cedera, Pierre de Wit. Franz mengaku terkejut saat menerima pesan singkat dari dia.

“Pierre de Wit meminta maaf kepadaku. Sungguh sebuah sikap yang sangat sportif,” kisah Franz. “Aku katakan kepada dia, akulah yang melanggar. Dia hanya jatuh secara tak sengaja dengan menimpa lututku. Itulah risiko yang harus kutanggung.”

Selain De Wit, Franz juga terkejut oleh pesan singkat yang dikirimkan oleh Christoph Daum. Pelatih yang kini menukangi Club Brugge itu menulis, “Kau akan kembali dengan lebih kuat.”

Hal yang membuat Franz terkejut, Daum ternyata masih mengingatnya dengan baik walaupun mereka hanya sempat bekerja bersama-sama semasa di Eintracht Frankfurt selama delapan minggu. Menanggapi doa dari Daum, Franz dengan lantang berkata, “Kalian tahu? Apa yang dia sampaikan itu sangat benar!” (Sepp Ginz)