Tag Archives: Bayer Leverkusen

Völler Hukum Pemburu Kostum

16 Feb
Lionel Messi and Michal Kadlec

Michal Kadlec diharuskan melelang kostum Lionel Messi yang didapatnya untuk kepentingan amal oleh Direktur Olahraga Rudi Völler. (Foto: http://www.bild.de)

DUA KALI bertukar kostum dengan Lionel Messi. Itulah yang dilakukan Michal Kadlec saat Bayer Leverkusen takluk 1-3 dari FC Barcelona pada leg I babak 16-besar Liga Champions, Selasa (14/2). Sekali saat turun minum, sekali lagi pada bubaran laga. Itu bukan tanpa sebab. Menurut Kadlec, kostum Messi yang pertama direbut Manuel Friedrich saat di ruang ganti.

Ulah konyol itu tentu saja memancing amarah para petinggi klub. Salah satunya adalah Direktur Olahraga Rudi Völler. Pasalnya, perilaku itu menunjukkan konsentrasi sebagian dari para pemain tak sepenuhnya tertuju pada target meraih kemenangan. Meski mengakui 90 persen dari mereka fokus terhadap laga yang dijalani, Völler tak urung memberikan sindiran kepada Kadlec dan Friedrich.

“Kelakuan keduanya memang agak keterlaluan. Saya belum menanyakan alasan mereka melakukan itu. Tapi, semoga saja alasannya positif,” kata dia kepada Bild. Menariknya, dia lantas menyatakan koleksi terbaru Kadlec dan Friedrich pasti akan dilepas. “Saya jamin Kadlec dan Frederich menyumbangkan kostum Messi mereka untuk amal.”

Itu jelas pukulan tersendiri bagi Kadlec yang sangat bangga terhadap prestasinya bertukar kostum dengan Messi. “Kostum itu akan mendapat tempat istimewa,” ucap dia soal kostum Messi yang didapatkannya.

Sementara itu, bagi para pemain lain, itu tentu menjadi peringatan tersendiri bagi para pemain. Terutama Gonzalo Castro. Pasalnya, setelah gagal mendapatkan kostum Messi pada pertemuan pertama, dia sudah membidik Xavi sebagai orang yang akan diajak bertukar kostum pada laga kedua. Tentunya dia harus siap-siap melepas kembali kostum yang didapatkannya. (Sepp Ginz)

Advertisements

Leno Inginkan Ballack

8 Feb
Michael Ballack

Menurut Bernd Leno, tak sepantasnya Michael Ballack menghuni bangku cadangan. Terutama saat Bayer Leverkusen menghadapi FC Barcelona di babak 16-besar Liga Champions. (Foto: http://www.allvoices.com)

KASUS PERSELISIHAN antara para petinggi klub dengan Michael Ballack ternyata mendapat perhatian khusus dari Bernd leno. Setelah lama diam, kiper belia Bayer Leverkusen itu angkat suara juga. Kian dekatnya laga menghadapi FC Barcelona di babak 16-besar membuat Leno berharap perselisihan usai dan Ballack kembali dimainkan oleh pelatih Robin Dutt.

“Ballack punya banyak pengalaman. Dalam laga spesial seperti menghadapi Barcelona, itu sangatlah penting. Dia adalah pemain yang paling sering bermain di Liga Champions. Lain dari itu, dia pun satu-satunya yang pernah menghadapi Barcelona. Oleh karena itu, dia bisa memanfaatkan pengalamannya itu,” papar Leno dalam wawancara dengan Sport Bild.

Soal perangai dan tingkah laku Ballack, Leno pun tak melihat ada sesuatu yang negatif. Dia justru menilai eks kapten timnas Jerman tersebut sebagai figur yang sangat baik dan tidak egositis. “Dia itu pria yang sangat baik dan pemain yang selalu mengutamakan kepentingan tim,” tambah dia.

Harapan Leno itu sama persis dengan pendapat Bernd Schuster yang pernah mengalami masalah seperti yang dihadapi Ballack. “Saat itu, saya pun datang pada pengujung karier. Tentu saja saya tak mau dilampaui para pemain yang lebih muda. Ballack pasti merasakan hal itu juga,” urai dia kepada Kölner Express. “Saya ingin tahu apakah Leverkusen belajar dari kasus saya. Saat ini hanya ada satu opsi, yakni berbicara terbuka dan lakukan tugas secara benar.”

Secara khusus, Schuster menilai Dutt sebagai pelatih pemula di klub besar tak tahu cara memperlakukan pemain bintang dengan benar. Itulah yang lantas membuat konflik kian meruncing dan ketegangan makin menjadi. Salah satunya, Dutt memerintahkan Ballack melakukan pemanasan, namun kemudian justru memberikan kesempatan berlaga kepada pemain lain.

Akankah saran Leno dan Schuster didengar dan dituruti manajemen Leverkusen, termasuk Dutt? Kita tunggu saja. (Sepp Ginz)

Absen Karena Gelas

3 Feb

SUNGGUH NAHAS nasib Eren Derdiyok. Saat klubnya, Bayer Leverkusen, akan menghadapi FC Barcelona di babak 16-besar Liga Champions, dia diharuskan istirahat selama tiga pekan. Hal yang menyesakkan, hal itu disebabkan oleh hal sepele. Dia menginjak pecahan gelas!

Seperti dituturkan kepada Bild, Kamis (2/2) malam, Derdiyok pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi. Tanpa sengaja, gelas tempat dia menaruh sikat gigi terjatuh. Pecahannya berserakan dan kaki kirinya sempat menginjak pecahan itu. Akibatnya, kaki kirinya pun terluka dan harus mendapatkan tujuh jahitan.

Menurut Dr. Karl-Heinrich Dittmar, dokter tim Leverkusen, Derdiyok harus menggunakan kruk selama dua pekan demi menghindarkan kakinya yang cedera dari tekanan. Total, dia diperkirakan baru bisa kembali berlatih setelah beristirahat selama tiga pekan. Itu artinya, selain laga versus Barcelona, dia juga harus mangkir dari partai melawan VfB Stuttgart (4/2), Borussia Dortmund (11/2), dan FC Augsburg (18/2). Jika tak ada aral melintang, striker timnas Swiss itu baru bisa turun kala Leverkusen jalani Rheinderby menghadapi 1.FC Köln pada 25 Februari.

Cedera karena hal yang tak lazim bagi pesepak bola ini bukan yang pertama tersaji di Bundesliga 1. Awal musim ini, Adam Nemec juga harus absen dari 1.FC Kaiserslautern dalam waktu lumayan lama karena terjatuh dari pohon cherry. (Sepp Ginz)

Adler Belum Pasti ke Hamburg

25 Jan
René Adler dinyatakan agennya, Jörg Neubauer, belum menandatangani kontrak dengan Hamburger SV. (Fot

René Adler dinyatakan agennya, Jörg Neubauer, belum menandatangani kontrak dengan Hamburger SV. (Foto: http://www.play3.de)

AKHIR MUSIM NANTI, René Adler akan pindah dari Bayer Leverkusen ke Hamburg. Itulah berita yang dilansir banyak media massa Jerman beberapa hari terakhir ini. Biangnya adalah Sport Bild yang mengangkat judul sensasional, Bitter für Drobny: Adler kommt! pada edisi terbarunya.

Akan tetapi, rumor itu segera dibantah kubu Adler. Jörg Neubauer, agen Adler, memastikan pihaknya belum mengurusi kontrak dengan pihak lain. “Saat ini, hal terpenting adalah Rene kembali sehat. Setelah itu, barulah kami bisa berpikir tentang klub lain,” tutur dia kepada Sport-Informations-Dienst (SID). Sementara soal pemberitaan Sport Bild, dia berkata, “Saya tak bisa mengonfirmasi hal itu.”

Masa depan Adler memang menjadi sorotan publik seiring kegemilangan Bernd Leno di bawah mistar gawang Leverkusen selama dia menjalani terapi pemulihan cedera lutut. Apalagi ketika Leno resmi dibeli secara permanen dari VfB Stuttgart pada akhir tahun lalu. Di lain pihak, kontrak Adler dengan Leverkusen justru akan habis pada Juni nanti. (Sepp Ginz)

Rolfes Tak Mau Liga Europa

20 Jan
Michael Ballack and Simon Rolfes

Simon Rolfes yakin Bayer Leverkusen bisa menembus zona Liga Champions andai tampil lebih konsisten dan bermain lebih seimbang sepanjang paruh kedua. (Foto: http://www.bild.de)

TERPATOK DI POSISI KEENAM pada akhir paruh pertama dengan hanya mengoleksi 26 poin tak menurunkan semangat Simon Rolfes untuk merenda harapan tinggi. Kapten Bayer Leverkusen itu dengan tegas menolak kemungkinan Werkself berlaga di Liga Europa.

“Kami semua tahu bahwa kami harus bermain sangat bagus sepanjang paruh kedua,” kata Rolfes kepada Bild. “Kami ingin kembali berhadapan dengan Chelsea atau Barcelona, bukan dengan (Rosenborg) Trondheim atau (Metalist) Kharkiv. Artinya, Liga Europa bukan target kami.”

Untuk mewujudkan keinginan itu, Rolfes menyerukan agar Leverkusen menunjukkan performa yang lebih konsisten dan seimbang. “Sangat penting menemukan perpaduan terbaik dari permainan ofensif dengan stabilitas dan kedisiplinan dalam bertahan. Kalau mampu menemukan hal itu, finish di posisi keempat bukan impian kosong,” terang dia.

Itu tentu bukan perkara mudah. Pasalnya, pelatih Robin Dutt seperti belum menemukan racikan terbaik. Ditambah tak adanya amunisi baru yang didatangkan, tentu perlu tekad dan kerja lebih keras dari para pemain untuk mencapai keseimbangan seperti yang diungkapkan Rolfes. (Sepp Ginz)

Basti Pantas untuk Seleçao

19 Jan
Bastian Schweinsteiger

Karena kemampuannya, Bastian Schweinsteiger dinilai pantas masuk timnas Brasil yang dikenal dipenuhi pemain-pemain bertalenta apik. (Foto: footballplayerwallpapers.com)

BEBERAPA BULAN LALU, ada sebuah pujian yang diberikan Bastian Schweinsteiger kepada Mario Götze. Dia menyebut gelandang muda milik Borussia Dortmund itu sebagai pemain dengan kemampuan setara pemain Brasil. Menariknya, kini justru Basti yang dinilai seperti itu oleh Renato Augusto, penggawa Bayer Leverkusen asal Brasil.

Dalam wawancara dengan Kölner Express, saat ditanya siapa pemain yang dinilai pantas bermain untuk Seleçao, Augusto dengan cepat menjawab, “Bastian Schweinsteiger! Dia salah satu pemain terbaik dunia pada saat ini.”

Secara lebih luas, Augusto yang baru kembali berlatih setelah menjalani operasi lutut di negeri kelahirannya, menilai Jerman mampu mengembangkan para pemainnya dengan sangat baik dalam beberapa tahun terakhir. “Sepak bola Jerman saat ini sangat kuat. Dulu, pemain Jerman hanya berlari dan bertarung. Kini, mereka memainkan sepak bola dengan teknik bagus,” kata dia.

Augusto yang sempat dipanggil pelatih Mano Menezes saat Brasil dikalahkan Jerman 2-3 lantas mengungkapkan satu pernyataan mencengangkan. “Di Brasil, timnas Jerman saat ini dianggap sebagai salah satu tim terbaik di dunia. Bahkan, lebih baik dari Brasil. Menurutku, salah satu alasannya, lebih banyak pemain Jerman yang berada di Bundesliga. Sementara pemain Brasil justru tersebar di seluruh dunia,” beber pemain berumur 23 tahun itu. (Sepp Ginz)

Derdiyok Menuntut Lebih

12 Jan

PARUH PERTAMA musim 2011-12 bisa dibilang tidak begitu buruk bagi Eren Derdiyok. Dia mampu mencetak enam gol dalam 14 laga Bayer Leverkusen di Bundesliga 1. Di Liga Champions, dua golnya juga berperan besar mengantar Werkself ke fase knock out. Bahkan, satu golnya yang dibuat dengan tendangan salto terpilih sebagai Tor des Monats untuk periode Oktober 2011.

Akan tetapi, itu semua tak membuat Derdiyok puas. Pasalnya, dia bukanlah pemain andalan dalam skema yang diusung pelatih Robin Dutt. Buktinya, dari 14 laga di Bundesliga 1, dia hanya 4 kali bermain full. Sisanya, enam kali sebagai pemain pengganti dan empat kali ditarik keluar sebelum laga usai. Dari total kemungkinan 1.530 menit, penyerang asal Swiss itu pun hanya berlaga di lapangan selama 731 menit.

Atas dasar itulah, Derdiyok punya target besar pada paruh kedua nanti. Dia menuntut sesuatu yang lebih pada diri sendiri dan Dutt. “Aku harus lebih konsisten!” kata striker berumur 23 tahun itu kepada Kölner Express. “Aku sangat sulit memahami alasan aku tak terlalu sering bermain pada paruh pertama. Itu sungguh membuatku kecewa.”

Demi mewujudkan target itu, Derdiyok berharap Dutt mau memberikan kesempatan lebih banyak. Dia pun berikrar, “Aku akan berjuang lebih keras. Aku merasa sangat baik pada saat ini. Jika diberi kesempatan bermain lebih lama, aku akan menjawab kepercayaan itu dengan baik.”

Satu hal yang menarik, demi pembuktian diri di hadapan Dutt, Derdiyok sampai rela menolak pinangan dua klub raksasa Rusia, Zenit St. Petersburg dan Rubin Kazan. “Di Rusia, aku bisa mendapatkan lebih banyak. Jika berkaitan dengan uang, aku bisa saja pergi. Tapi, aku menolaknya. Itu karena aku merasa sangat betah di Bayer, juga Kota Köln,” ujar pemain yang terikat kontrak hingga Juni 2013 tersebut.

Kini, patut ditunggu pembuktian kata-kata Derdiyok tersebut. Maklum, dia harus bersaing dengan Stefan Kießling yang nyata-nyata lebih disukai Dutt. Tentu perlu usaha ekstrakeras untuk menggeser eks pemain 1.FC Nürnberg itu dari skema baku Dutt. (Sepp Ginz)