Tag Archives: Bernd Leno

Leno Inginkan Ballack

8 Feb
Michael Ballack

Menurut Bernd Leno, tak sepantasnya Michael Ballack menghuni bangku cadangan. Terutama saat Bayer Leverkusen menghadapi FC Barcelona di babak 16-besar Liga Champions. (Foto: http://www.allvoices.com)

KASUS PERSELISIHAN antara para petinggi klub dengan Michael Ballack ternyata mendapat perhatian khusus dari Bernd leno. Setelah lama diam, kiper belia Bayer Leverkusen itu angkat suara juga. Kian dekatnya laga menghadapi FC Barcelona di babak 16-besar membuat Leno berharap perselisihan usai dan Ballack kembali dimainkan oleh pelatih Robin Dutt.

“Ballack punya banyak pengalaman. Dalam laga spesial seperti menghadapi Barcelona, itu sangatlah penting. Dia adalah pemain yang paling sering bermain di Liga Champions. Lain dari itu, dia pun satu-satunya yang pernah menghadapi Barcelona. Oleh karena itu, dia bisa memanfaatkan pengalamannya itu,” papar Leno dalam wawancara dengan Sport Bild.

Soal perangai dan tingkah laku Ballack, Leno pun tak melihat ada sesuatu yang negatif. Dia justru menilai eks kapten timnas Jerman tersebut sebagai figur yang sangat baik dan tidak egositis. “Dia itu pria yang sangat baik dan pemain yang selalu mengutamakan kepentingan tim,” tambah dia.

Harapan Leno itu sama persis dengan pendapat Bernd Schuster yang pernah mengalami masalah seperti yang dihadapi Ballack. “Saat itu, saya pun datang pada pengujung karier. Tentu saja saya tak mau dilampaui para pemain yang lebih muda. Ballack pasti merasakan hal itu juga,” urai dia kepada Kölner Express. “Saya ingin tahu apakah Leverkusen belajar dari kasus saya. Saat ini hanya ada satu opsi, yakni berbicara terbuka dan lakukan tugas secara benar.”

Secara khusus, Schuster menilai Dutt sebagai pelatih pemula di klub besar tak tahu cara memperlakukan pemain bintang dengan benar. Itulah yang lantas membuat konflik kian meruncing dan ketegangan makin menjadi. Salah satunya, Dutt memerintahkan Ballack melakukan pemanasan, namun kemudian justru memberikan kesempatan berlaga kepada pemain lain.

Akankah saran Leno dan Schuster didengar dan dituruti manajemen Leverkusen, termasuk Dutt? Kita tunggu saja. (Sepp Ginz)

Advertisements

Neuer Buruk untuk Kiper Lain

28 Dec
Manuel Neuer

Performa apik dan stabil dikhawatirkan bakal menutup kesempatan para kiper muda macam Marc-André ter Stegen dan Bernd Leno untuk menembus timnas Jerman. (Foto: http://www.torwart.de)

TAK BISA DIMUNGKIRI, Manuel Neuer saat ini termasuk salah satu kiper terbaik di dunia. Performa apik selama membela timnas Jerman dan FC Bayern München menunjukkan hal itu. Sudah barang tentu, itu adalah modal tersendiri bagi Jerman dalam memburu pelbagai trofi bergengsi yang terakhir kali diraih pada 1996 di Inggris.

Akan tetapi, di balik performa apik itu, Neuer juga ditengarai bisa berpengaruh negatif terhadap keberadaan kiper-kiper lain. Hal itu diungkapkan eks kiper timnas Jerman, Jens Lehmann, kepada Sport Bild. “Dia bisa saja menutup satu generasi. Hingga delapan atau sepuluh tahun, dalam keadaan normal, tak akan ada yang mampu keluar dari bayang-bayangnya,” ulas eks kiper Arsenal itu.

Pria berumur 41 tahun yang juga pernah mengawal gawang FC Schalke 04, Borussia Dortmund, AC milan, dan VfB Stuttgart itu lantas menjelaskan, “Di Bayern, dia sudah membuktikan kapasitasnya sebagai kiper nomor satu. Dia tampil apik dan reatif stabil.”

Secara tidak langsung, ucapan Lehmann itu seperti peringatan dini bagi para kiper muda yang terus bermunculan belakangan ini. Terutama Marc-André ter Stegen, Bernd Leno, Sven Ulreich, Kevin Trapp, dan Ron-Robert Zieler. Mereka harus berusaha lebih keras bila ingin menggeser Neuer pada beberapa tahun mendatang.

Lehmann pribadi tak ubahnya contoh nyata dari kasus serupa. Maklum, meski sempat menjulang dengan membawa Schalke merebut Piala UEFA pada 1997, dia harus terus menjadi bayang-bayang Oliver Kahn yang sejak 2000 menjadi kiper utama Der Panzer. Bukan hanya Lehmann yang menjadi korban geliat Kahn, Stefan Klos pun demikian. (Sepp Ginz)

Leno Kritik Stuttgart

17 Dec

KRITIK PEDAS dilancarkan Bernd Leno kepada eks klubnya, VfB Stuttgart. Dia menuding Stuttgart telah memandang enteng sehingga memilih tak mempertahankan kepemilikan dirinya. Padahal, dia yakin bisa bersaing untuk memperebutkan posisi kiper utama.

“Pada awalnya, aku dijanjikan kesempatan untuk bersaing dengan Sven Ulreich memperebutkan predikat kiper utama. Tapi, ini tidak ditepati. Tentu saja aku merasa agak dikhianati,” kritik kiper yang telah resmi menjadi milik Bayer Leverkusen itu.

Tak bisa dimungkiri, manajemen Stuttgart agak bimbang saat masa pinjaman Leno hampir usai dan Leverkusen ingin membelinya secara permanen. Di satu sisi, dengan performa apiknya selama di Leverkusen membuat mereka tak rela melepas Leno. Namun, di sisi lain, mereka tak mampu menggaransi posisi bagi Leno karena performa apik yang ditunjukkan Ulreich pada musim ini.

Saat ini, Ulreich memang menjadi salah satu kiper terbaik di Bundesliga 1. Berdasarkan data yang dirilis Kickwelt, dia berada di posisi ketiga dalam hal menahan tendangan yang mengarah ke gawang. Persentase penyelamatannya hingga spieltag ke-16 adalah 78,2 persen. Dia hanya kalah dari Marc-André ter Stegen dan Roman Weidenfeller.

Atas dasar itulah, Stuttgart akhirnya menjual Leno dengan harga mencapai 8 juta euro. Hal itu dianggap sebagai solusi terbaik bagi Stuttgart, Leverkusen, dan Leno. Mengenai hal itu, Leno tak memungkirinya. Dia bahkan merasa senang bisa memberikan kontribusi besar bagi kas Die Schwaben. “Aku senang karena setidaknya VfB Stuttgart mendapatkan keuntungan finansial dari transfer yang terjadi,” ujar dia. (Sepp Ginz)

Leno Resmi Milik Leverkusen

30 Nov

TARIK-ULUR TRANSFER Bernd Leno yang melibatkan VfB Stuttgart dan Bayer Leverkusen akhirnya berakhir. Rabu (30/11), kiper berumur 19 tahun itu dinyatakan resmi menjadi milik Werkself. Dia dikontrak hingga 2017, sementara nilai transfernya tak disebutkan. Meski begitu, beberapa media massa Jerman menyebut angka 7-8 juta euro sebagai kompensasi yang harus diserahkan Leverkusen kepada Stuttgart.

Kesepakatan itu tentu saja membuat Leno senang. “Aku sangat berterima kasih kepada Bayer 04 yang telah memberiku kesempatan bermain di Bundesliga 1 dan Liga Champions. Kepercayaan itulah yang harus kubayar,” ungkap kiper yang sejak beberapa bulan terakhir mengindikasikan keinginan bertahan di BayArena itu.

Reaksi serupa juga diungkapkan Rudi Völler, Direktur Olahraga Leverkusen. Dia mengungkapkan pihaknya sangat gembira karena bisa mengontrak salah satu kiper bertalenta terbaik di Jerman untuk jangka waktu lama. Soal kemampuan Leno, dia sama sekali tak sangsi.

“Bernd telah menunjukkan banyak hal dalam beberapa bulan terakhir sebagai pengganti René Adler. Dia punya peran besar dalam mengantar kami lolos ke fase knock out Liga Champions,” sebut Völler.

Dari kubu Stuttgart, sudah pasti putusan melepas Leno tak terlepas dari ketidakmampuan memberi garansi bermain di tim utama. Maklum, pelatih Bruno Labbadia sudah memiliki Sven Ulreich yang menunjukkan performa tak kalah apik dibanding Leno. Pelbagai pernyataan Direktur Olahraga Fredi Bobic soal niat memanggil pulang Leno pada Januari nanti juga tak lebih dari bagian negosiasi.

Lalu, bagaimana dengan Adler? Sepertinya pemain yang sempat digadang-gadang sebagai kiper utama timnas Jerman itu bakal tersisih. Hal itu tercermin dari ucapan Völler sebelum kesepakatan tentang Leno tercapai. Dia mengatakan, sepertinya sangat sulit membayangkan Adler berada di Leverkusen pada musim depan. (Sepp Ginz)

Hildebrand Siap Setiap Saat

22 Oct
Timo Hildebrand

Timo Hildebrand mengaku sangat fit untuk mengawal gawang FC Schalke 04 meski beberapa bulan menganggur. (Foto: http://www.schalke04.de)

HANYA SATU PEKAN setelah Andreas Hinkel menjalani comeback di Bundesliga 1 bersama SC Freiburg, satu lagi pemain yang sejak awal musim tak memiliki klub mengakhiri masa menganggurnya. Dialah Timo Hildebrand. Kiper berumur 32 tahun yang pernah bersama-sama Hinkel membela VfB Stuttgart itu resmi menjadi penggawa FC Schalke 04 pada Jumat (21/10). Dia dikontrak hingga akhir musim.

Sebagai sosok yang diplot sebagai back up bagi kiper utama Ralf Fährmann yang harus absen lama karena cedera lutut, tak sedikit pihak yang meragukan kapasitas Hildebrand. Pasalnya, sejak hengkang dari Stuttgart, dia tak pernah menjulang. Di Valencia, Sporting Lisbon, dan TSG 1899 Hoffenheim, dia hanya bisa bertahan sesaat. Apalagi kondisi fisiknya yang meragukan karena tak pernah bermain dalam beberapa bulan terakhir.

Hildebrand tak menutup mata dari keraguan tersebut. Namun, dia yakin anggapan itu salah. “Aku dalam kondisi yang sangat baik karena selalu berlatih keras,” ungkap dia dalam wawancara dengan situs resmi Schalke. “Akhir-akhir ini, aku berlatih bersama Eintracht Frankfurt. Itu jelas sangat membantuku. Satu-satunya kekurangan tentu saja kesempatan bertanding. Tapi, aku sangat siap kapan pun pelatih membutuhkanku.”

Soal persaingan yang akan dihadapinya dengan Matthias Schöber dan Lars Unnerstal, Hildebrand tak mau muluk-muluk. “Aku ke sini bukan untuk meminta posisi nomor satu,” kata dia. “Tapi, tugasku di sini adalah memberikan yang terbaik kepada pelatih dalam setiap latihan. Jika aku berhasil, hal-hal lainnya akan menyusul dengan sendirinya.”

Pernyataan itu sekaligus menjadi jawaban atas pernyataan Fährmann saat rumor tentang Hildebrand mencuat. Kiper yang diangkut kembali dari Frankfurt sebagai pengganti Manuel Neuer yang hijrah ke FC Bayern München itu menegaskan dirinyalah yang akan selalu menjadi kiper utama Schalke.

Terlepas dari hal itu, Fährmann tetap tak bisa ongkang-ongkang kaki. Bagaimanapun, performalah yang akan menentukan. Dia harus bercermin pada kisah Bernd Leno di Bayer Leverkusen. Datang sebagai pemain pinjaman gara-gara cedera yang menghantam semua kiper pada awal musim, dia kini malah berpeluang mendongkel Rene Adler dari posisi kiper utama. Itu semata-mata karena penampilannya yang sangat baik dan stabil dalam setiap pertandingan. (Sepp Ginz)

Ironi Drobny

5 Oct
Jaroslav Drobny

Sementara Manuel Neuer mencatat rekor 1.018 menit tak kebobolan bersama FC Bayern München, Jaroslav Drobny di Hamburger SV justru selalu kebobolan dalam 1.156 menit. (Foto: http://www.torwart.de)

DUA SETERU dari dua wilayah berbeda. Begitulah orang memandang FC Bayern München dan Hamburger SV, dua tim tradisional yang punya akar dan kejayaan kuat di Jerman. Bayern mewakili Jerman bagian Selatan, Hamburg bagian Utara. Namun, kini, nasib kedua seteru itu sungguh berbeda bak langit bumi.

Saat Bayern kembali memimpin klasemen dengan selisih gol fantastis, 21-1, Hamburg justru terpuruk di dasar klasemen dengan hanya mengoleksi 4 angka atau terpaut 15 poin dari Bayern. Sudah begitu, selisih gol mereka pun terburuk, 9-20.

Ironi terbesar jelas milik Jaroslav Drobny. Saat kompatriotnya di Bayern, Manuel Neuer, mencatat rekor fantastis dengan tak kebobolan dalam 1.018 menit di semua ajang, kiper Die Rothosen itu tercatat selalu kebobolan dalam 1.156 menit terakhir. Itu diperparah oleh rasio kebobolannya yang mencapai 2,5 gol per partai.

Sejak bergabung dengan Hamburg pada musim lalu, Drobny memang sangat sulit membukukan cleansheet. Bahkan, ketika menghadapi tim amatir VfB Oldenburg di babak I DFB Pokal pada awal Agustus lalu pun gawangnya tetap saja mampu dijebol lawan. Satu-satunya laga yang tak diwarnai gol di gawangnya adalah saat menjamu Bayern di Bundesliga 1 musim lalu. Namun, dia hanya bermain 49 menit pada saat itu.

Tak heran bila belakangan muncul rumor yang mengaitkan Die Rothosen dengan kiper Bayer Leverkusen, Rene Adler. Apalagi posisi kiper yang masih berkutat dengan cedera itu kian terancam seiring rencana Chairman Leverkusen Wolfgang Holzhäuser mematenkan status Bernd Leno dari sekadar pemain pinjaman.

Menariknya, manajemen Hamburg ternyata tak pernah berpikir menggusur Drobny dengan kiper baru. Buktinya, Direktur Olahraga Frank Arnesen masih menyimpan kepercayaan sangat besar kepada kiper asal Rep. Ceko itu. “Sejauh ini, dia telah bermain cukup baik bagi kami,” ungkap Arnesen kepada Hamburger Morgenpost. (Sepp Ginz)

Ulreich Tak Pedulikan Leno

17 Sep
Sven Ulreich

Sven Ulreich hanya fokus pada performa pribadinya bersama VfB Stuttgart dan tak merasa terancam oleh Bernd Leno. (Foto: http://www.focus.de)

GONJANG-GANJING dan tarik-ulur VfB Stuttgart dengan Bayer Leverkusen soal kiper Bernd Leno ternyata tak lantas membuat Sven Ulreich resah. Kiper utama Stuttgart itu tak ambil pusing terhadap apa pun yang terjadi pada Leno. Tak terkecuali kemungkinan kiper berumur 19 tahun itu kembali ke Mercedes-Benz-Arena pada awal tahun depan.

Kepada Sport1, Ulreich mengaku dirinya hanya berkonsentrasi pada satu hal, yakni performanya sendiri. “Aku hanya fokus pada diriku sendiri dan mencoba untuk meningkatkan performaku. Itu telah kutunjukkan dalam enam bulan terakhir,” ungkap dia seusai laga versus SC Freiburg, Jumat (16/9).

Lebih lanjut, kiper yang mengambil alih posisi nomor satu dari tangan Jens Lehmann itu mengungkapkan, “Aku telah belajar satu hal dalam perjalanan karierku. Itu adalah berkonsentrasi pada diri sendiri.”

Berbekal prinsip itu, performa Ulreich terbilang apik. Dalam enam laga yang telah dimainkan Stuttgart, berdasarkan Bild, dia mengumpulkan nilai rata-rata 2,67. Dari enam laga, empat kali dia mengantungi nilai 2 dan hanya sekali mendapat nilai buruk, yakni 5.

Berbekal performa baik itu, Ulreich tentunya membuat para petinggi klub, terutama Direktur Olahraga Fredi Bobic. Pasalnya, dialah yang paling ngotot menunjukkan resistensi terhadap keinginan Leverkusen membeli Leno secara penuh. Padahal, bila Leno kembali ke Stuttgart, dia tentunya tak bisa menggaransi tempat karena Ulreich tidaklah mengecewakan. (Sepp Ginz)