Tag Archives: FC Barcelona

Lampu Kuning untuk Bayern

9 Feb
FC Bayern Muenchen vs Internazionale Milan

Jika ingin mendongkrak pendapatan, FC Bayern München tak boleh lagi mengalami kekalahan lebih awal seperti di babak 16-besar Liga Champions 2010-11 dari Inter Milan. (Foto: http://www.torwart.de)

SOAL KEUANGAN, FC Bayern München adalah yang terbaik di Jerman. Selama bertahun-tahun, klub inilah yang berada di urutan teratas soal pendapatan. Musim lalu pun demikian. Berdasarkan Deloitte Football Money League 2012, Bayern berada di posisi keempat dengan pendapatan 321,4 juta euro. Mereka hanya berada di belakang Real Madrid (479,5 juta euro), FC Barcelona (450,7 juta euro), dan Manchester United (367 juta euro).

Ini adalah untuk keempat kalinya secara beruntun Bayern berada di posisi keempat dalam daftar klub berpendapatan terbesar di dunia itu. Namun, itu bukan berarti segalanya baik-baik saja. Jika dibandingkan dengan musim 2009-10, pendapatan Bayern justru menurun. Kecil saja, hanya 1,6 juta euro atau 0,495 persen, namun tetap saja sebuah lampu kuning.

Berdasarkan laporan Deloitte, penurunan pendapatan Bayern terjadi di sektor broadcasting atau pendapatan dari hak siar televisi. Jika sebelumnya meraup 83,4 juta euro, Bayern pada musim lalu hanya mendapatkan 71,8 juta euro. Itu antara lain disebabkan oleh performa buruk di Liga Champions. Terdepak di 16-besar, pendapatan Bayern dari sana turun sebesar 12,8 juta euro dari 45,3 juta euro menjadi hanya 32,6 juta euro.

So, kalau ingin mendongkrak pendapatan dan membuka peluang masuk ke tiga besar, Bayern wajib berprestasi apik di Liga Champions. Untuk itu, penguatan tim dengan merekrut pemain-pemain bintang menjadi sesuatu yang wajib bagi FC Hollywood. Tanpa itu, bukan tak mungkin mereka malah tergeser dari empat besar dalam beberapa tahun ke depan. (Sepp Ginz)

Perbandingan Pendapatan Bayern

2010-11 2011-12
Matchday 66,7 juta euro 71,9 juta euro
Broadcasting 83,4 juta euro 71,8 juta euro
Commercial 172,9 juta euro 177,7 juta euro
Total 323 juta euro 321,4 juta euro
Advertisements

Dortmund Kembali ke Jajaran Klub Terkaya

9 Feb
Borussia Dortmund

Keberhasilan menjuarai Bundesliga 1 dan berkiprah di Europa League musim lalu membuat Borussia Dortmund kembali masuk ke deretan 20-besar klub berpendapatan terbesar versi Deloitte. (Foto: http://www.bundesliga.de)

SETELAH SEMPAT TERLEMPAR tahun lalu karena kondisi keangan yang tak begitu baik sepanjang musim 2009-10, Borussia Dortmund berhasil kembali ke jajaran elite klub dengan pendapatan terbesar di dunia. Dalam daftar yang dirilis Deloitte, Die Schwarzgelben berada di posisi ke-16 dengan pendapatan total sepanjang 2010-11 mencapai 138,5 juta euro.

Dibandingkan tahun sebelumnya, ada peningkatan pendapatan sebesar 33,3 juta euro. Dalam analisisnya, Deloitte menyatakan kesuksesan menjuarai Bundesliga 1 sebagai faktor yang ikut menentukan pendapatan Dortmund. Selain itu, kembalinya mereka ke kancah antarklub Eropa pada musim lalu juga mendongkrak pendapatan. Dari partisipasi di Liga Europa 2010-11, Dortmund mendapatkan 4,5 juta euro.

Dalam Deloitte Football Money League 2012, Dortmund adalah satu dari empat klub Bundesliga 1 yang berada di 20-besar. Posisi tertinggi adalah FC Bayern München yang mempertahankan posisi di peringkat keempat dengan pendapatan 321,4 juta euro. Di belakangnya adalah FC Schalke 04 yang naik enam peringkat ke posisi ke-10 dengan 202,4 juta euro. Sementara Hamburger SV turun lima peringkat ke posisi ke-18 dengan 128,8 juta euro.

Sementara itu, posisi tiga besar di Deloitte Football Money League tetap dikuasi para raksasa dunia. Real Madrid berada di posisi pertama dengan pendapatan 479,5 juta euro, diikuti oleh FC Barcelona (450,7 juta euro) dan Manchester United (367 juta euro). Dari urutan 10-besar tahun lalu, hanya ketiganya yang mengalami peningkatan pendapatan. (Sepp Ginz)

Leno Inginkan Ballack

8 Feb
Michael Ballack

Menurut Bernd Leno, tak sepantasnya Michael Ballack menghuni bangku cadangan. Terutama saat Bayer Leverkusen menghadapi FC Barcelona di babak 16-besar Liga Champions. (Foto: http://www.allvoices.com)

KASUS PERSELISIHAN antara para petinggi klub dengan Michael Ballack ternyata mendapat perhatian khusus dari Bernd leno. Setelah lama diam, kiper belia Bayer Leverkusen itu angkat suara juga. Kian dekatnya laga menghadapi FC Barcelona di babak 16-besar membuat Leno berharap perselisihan usai dan Ballack kembali dimainkan oleh pelatih Robin Dutt.

“Ballack punya banyak pengalaman. Dalam laga spesial seperti menghadapi Barcelona, itu sangatlah penting. Dia adalah pemain yang paling sering bermain di Liga Champions. Lain dari itu, dia pun satu-satunya yang pernah menghadapi Barcelona. Oleh karena itu, dia bisa memanfaatkan pengalamannya itu,” papar Leno dalam wawancara dengan Sport Bild.

Soal perangai dan tingkah laku Ballack, Leno pun tak melihat ada sesuatu yang negatif. Dia justru menilai eks kapten timnas Jerman tersebut sebagai figur yang sangat baik dan tidak egositis. “Dia itu pria yang sangat baik dan pemain yang selalu mengutamakan kepentingan tim,” tambah dia.

Harapan Leno itu sama persis dengan pendapat Bernd Schuster yang pernah mengalami masalah seperti yang dihadapi Ballack. “Saat itu, saya pun datang pada pengujung karier. Tentu saja saya tak mau dilampaui para pemain yang lebih muda. Ballack pasti merasakan hal itu juga,” urai dia kepada Kölner Express. “Saya ingin tahu apakah Leverkusen belajar dari kasus saya. Saat ini hanya ada satu opsi, yakni berbicara terbuka dan lakukan tugas secara benar.”

Secara khusus, Schuster menilai Dutt sebagai pelatih pemula di klub besar tak tahu cara memperlakukan pemain bintang dengan benar. Itulah yang lantas membuat konflik kian meruncing dan ketegangan makin menjadi. Salah satunya, Dutt memerintahkan Ballack melakukan pemanasan, namun kemudian justru memberikan kesempatan berlaga kepada pemain lain.

Akankah saran Leno dan Schuster didengar dan dituruti manajemen Leverkusen, termasuk Dutt? Kita tunggu saja. (Sepp Ginz)

Absen Karena Gelas

3 Feb

SUNGGUH NAHAS nasib Eren Derdiyok. Saat klubnya, Bayer Leverkusen, akan menghadapi FC Barcelona di babak 16-besar Liga Champions, dia diharuskan istirahat selama tiga pekan. Hal yang menyesakkan, hal itu disebabkan oleh hal sepele. Dia menginjak pecahan gelas!

Seperti dituturkan kepada Bild, Kamis (2/2) malam, Derdiyok pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi. Tanpa sengaja, gelas tempat dia menaruh sikat gigi terjatuh. Pecahannya berserakan dan kaki kirinya sempat menginjak pecahan itu. Akibatnya, kaki kirinya pun terluka dan harus mendapatkan tujuh jahitan.

Menurut Dr. Karl-Heinrich Dittmar, dokter tim Leverkusen, Derdiyok harus menggunakan kruk selama dua pekan demi menghindarkan kakinya yang cedera dari tekanan. Total, dia diperkirakan baru bisa kembali berlatih setelah beristirahat selama tiga pekan. Itu artinya, selain laga versus Barcelona, dia juga harus mangkir dari partai melawan VfB Stuttgart (4/2), Borussia Dortmund (11/2), dan FC Augsburg (18/2). Jika tak ada aral melintang, striker timnas Swiss itu baru bisa turun kala Leverkusen jalani Rheinderby menghadapi 1.FC Köln pada 25 Februari.

Cedera karena hal yang tak lazim bagi pesepak bola ini bukan yang pertama tersaji di Bundesliga 1. Awal musim ini, Adam Nemec juga harus absen dari 1.FC Kaiserslautern dalam waktu lumayan lama karena terjatuh dari pohon cherry. (Sepp Ginz)

Target Khusus Skibbe

20 Jan
Hertha BSC Berlin

Michael Skibbe yakin Raffael bisa membantu dalam menerapkan sepak bola ala Barcelona di Hertha BSC Berlin. (Foto: http://www.torwart.de)

HERTHA BSC BERLIN memang klub medioker yang tak memiliki bintang berkelas dunia. Namun, itu tak menghalangi pelatih Michael Skibbe mematok target tinggi. Bukan deretan trofi dalam waktu singkat, yang diinginkan pelatih berumur 46 tahun itu adalah permainan yang atraktif.

Tak tanggung-tanggung, Skibbe menginginkan Christian Lell dkk. bermain seperti FC Barcelona. Walaupun dengan materi pemain yang jauh berbeda, dia tetap optimistis. “Kami harus menargetkan bermain atraktif, yakni permainan sepak bola menyerang secara cepat,” kata dia kepada BZ Berlin. “Raffael dan Ronny sudah cukup bisa menerapkannya. Meski begitu, tentu saja kami tak akan pernah bisa seperti Barcelona.”

Guna mewujudkan hal itu, Skibbe sudah mulai menerapkan menu latihan khusus. Dia menerapkan umpan-umpan pendek dan menuntut perubahan cepat dari posisi bertahan ke menyerang. Para pemain pun lebih sering berlatih dengan menggunakan bola. Perubahan ini direspons positif oleh para pemain. “Suasana latihan sangat menyenangkan. Setiap hari, kami meningkatkan kemampuan penguasaan bola,” kata Lell.

Kini, patut ditunggu apakah sentuhan awal Skibbe akan langsung terlihat saat Die Alte Dame melawat ke easyCredit-Stadion milik 1.FC Nürnberg pada Sabtu (21/1). Satu ukuran pasti, tentu saja penguasaan bola. Setidaknya, di Nürnberg, mereka harus melebihi rata-rata penguasaan bola pada paruh pertama yang hanya 45,98 persen. (Sepp Ginz)

Bayern Brand Termahal Ketiga

5 Oct
Bayern Muenchen

Meski tak berprestasi seapik FC Barcelona, nilai brand FC Bayern München ternyata lebih tinggi dari klub asal Spanyol itu. (Foto: http://www.focus.de)

SOAL PAMOR, FC Bayern München memang masih kalah dibanding FC Barcelona, Real Madrid, dan Manchester United. Menariknya, dari segi nilai brand, FC Hollywood ternyata termasuk salah satu yang terbaik pada saat ini. Setidaknya, itulah hasil penilaian Forbes yang dipublikasikan pada awal Oktober lalu.

Di kategori tim, Bayern tercatat berada di posisi kelima secara keseluruhan. Nilai brand Bayern ditaksir 179 juta dolar AS. Angka itu nyaris setengahnya dari New York Yankees yang berada di posisi teratas dengan nilai brand 340 juta dolar.

Nah, jika dipilah lagi, Bayern ternyata berada di posisi ketiga di antara klub-klub sepak bola. FC Hollywood hanya kalah dari Manchester United yang bernilai 269 juta dolar dan Real Madrid (264 juta dolar). Menariknya, Bayern justru mengangkangi Barcelona (172 juta dolar). Di belakang El Barca adalah Arsenal (158 juta dolar) dan AC Milan (147 juta dolar). (Sepp Ginz)

Götze Tak Takut Bayern

16 Jul
Mario Götze yakin Borussia Dortmund bisa menyaingi FC Bayern München yang beli banyak pemain baru. (Foto: www.ruhrnachrichten.de)

Mario Götze yakin Borussia Dortmund bisa menyaingi FC Bayern München yang beli banyak pemain baru. (Foto: http://www.ruhrnachrichten.de)

SANGAT OFENSIF di bursa transfer tak lantas membuat FC Bayern München ditakuti para pesaing utama. Berhasil mendapatkan Manuel Neuer, Rafinha, Nils Petersen, Takashi Usami, dan Jerome Boateng dengan dana 44 juta euro dinilai bukan jaminan untuk jadi yang terbaik di Bundesliga 1. Itulah yang diungkapkan gelandang belia Borussia Dortmund, Mario Götze.

“Menghamburkan banyak uang tidak selalu berbuah kesuksesan,” kata Götze seperti dikutip Sport1 seraya menunjuk klub Premier League, Chelsea, sebagai contoh. “Chelsea sudah berkali-kali membuktikan hal itu.”

Lebih jauh, gelandang berumur 19 tahun itu sangat yakin Die Schwarzgelben akan mampu menandingi kekuatan FC Hollywood. “Bayern memang punya tim yang hebat, tapi musim lalu, kami juga membuktikan bisa bermain sepak bola dengan sangat baik,” lanjut dia dengan penuh percaya diri.

Sementara itu, secara pribadi,
Götze memendam harapan khusus untuk musim 2011-12. Itu berkaitan dengan kiprah Dortmund di Liga Champions. Dia sangat berharap bertemu juara bertahan FC Barcelona. “Aku ingin bermain di Camp Nou. Itu sudah menjadi impian masa kecilku,” kata dia.

Götze pantas optimistis bersaing dengan klub-klub besar macam Bayern dan Barcelona. Pasalnya, kekuatan Dortmund memang tidak berubah banyak dibandingkan musim lalu. Kepergian Nuri Sahin yang dinilai sebagai tokoh utama keberhasilan Die Schwarzgelben musim lalu bisa ditutupi oleh keberadaan pemain-pemain lain macam Sebastian Kehl, Antonio da Silva, dan pemain baru, Ilkay Gündogan.

Selain itu, gelar juara musim lalu yang diraih dengan performa gemilang di atas lapangan tentunya menjadi modal tersendiri. Bagaimanapun, predikat juara bakal membuat anak-anak asuh Jürgen Klopp lebih percaya diri dan bersemangat memasuki musim baru. (Sepp Ginz)