Tag Archives: FC Schalke 04

Dortmund Terus Melaju di DFML

24 Jan
Keberhasilan menjuarai Bundesliga 1 dalam dua musim beruntun mendongkrak posisi Borussia Dortmund di DFML. (Foto: www.n24.de)

Keberhasilan menjuarai Bundesliga 1 dalam dua musim beruntun mendongkrak posisi Borussia Dortmund di DFML. (Foto: http://www.n24.de)

PRESTASI APIK di lapangan hijau berkorelasi positif dengan kondisi finansial. Itulah yang ditunjukkan Borussia Dortmund. Dari tahun ke tahun, pendapatan klub asal Lembah Ruhr itu terus naik seiring prestasi yang juga gemilang di lapangan. Sebagai indikator, tengok saja pergerakan jumlah pendapatan dan peringkat Die Schwarzgelben di Deloitte Football Money League (DFML).

Untuk DFML 2013 yang berdasarkan laporan keuangan klub-klub musim 2011-12, Dortmund berada di posisi ke-11 dengan total pendapatan dari matchday, television, dan commercial berjumlah 189,1 juta euro. Itu menjadikan mereka berada di posisi kedua di antara klub Bundesliga 1. Die Schwarzgelben hanya kalah dari FC Bayern München yang berada di posisi keempat dengan total pendapatan 368,4 juta euro.

Dari posisi, Dortmund mengalami kenaikan lima tingkat. Sebelumnya, di DFML 2012, mereka berada di posisi ke-16 (138,5 juta euro). Setahun sebelumnya, posisi mereka adalah di peringkat ke-22 (105,2 juta euro). Jika diperhatikan ada kenaikan pendapatan sangat besar yang dialami Dortmund dari musim 2009-10 ke 2010-11 dan dari 2010-11 ke 2011-12. Pendapatan 2010-11 naik 33,3 juta euro dari musim sebelumnya. Sementara pada musim 2011-12, kenaikannya 29,9 juta euro. Kenaikan besar itu terjadi saat Dortmund berhasil menjuarai Bundesliga 1.

Terlepas dari hal itu, untuk tahun ini, Dortmund berhasil menyalip seteru sewilayah mereka, FC Schalke 04, yang turun ke peringkat ke-14 dengan pendapatan sebesar 174,5 juta euro. Padahal, musim sebelumnya, klub kebanggaan masyarakat Gelsenkirchen itu bertengger di posisi ke-10 dengan pendapatan 202,4 juta euro. Selama bertahun-tahun, inilah kali pertama posisi Schalke ada di bawah Dortmund di DFML.

Selain Bayern, Dortmund, dan Schalke, masih ada satu klub Bundesliga 1 yang berada di kelompok elite 20-besar DFML 2013. Dia adalah Hamburger SV yang nangkring di tangga ke-18 dengan jumlah pendapatan 121,1 juta euro. Hamburg sendiri sudah cukup lama berada di kelompok elite itu. Sejak DFML 2009, Die Rothosen tak pernah tercelat dari 20-besar. (@SeppGinz)

Keller Tiru Magath

13 Jan
Performa apik selama pemusatan latihan, antara lain melawan Al Sadd, klub Raúl Gonzalez, membuat Max Meyer direkrut ke tim senior FC Schalke 04. (Foto: www.kicker.de)

Performa apik selama pemusatan latihan, antara lain melawan Al Sadd, klub Raúl Gonzalez, membuat Max Meyer direkrut ke tim senior FC Schalke 04. (Foto: http://www.kicker.de)

RAJIN MENGORBITKAN pemain-pemain muda sepertinya menjadi salah satu kebijakan FC Schalke 04. Setiap ada talenta istimewa, Die Knappen selalu tak ragu untuk memberikan kesempatan masuk ke tim utama lebih dini. Dua tahun lalu, pelatih Felix Magath mengorbitkan Julian Draxler setelah pemusatan latihan jelang paruh kedua musim. Kini hal serupa dilakukan Jens Keller, caretaker pelatih Die Knappen terhadap Max Meyer.

Puas terhadap performa Meyer selama pemusatan latihan di Doha (Qatar), Keller memutuskan untuk mempertahankan pemain berumur 17 tahun itu di timnya. Hal itu pun disetujui oleh Direktur Olahraga Horst Heldt. “Dia tampil baik di pemusatan latihan. Selain itu, karena menghadapi situasi tak baik menyangkut personel tim, kami juga memutuskan untuk membawa dia pada putaran kedua,” ungkap Keller seperti dikutip RevierSport.

Situasi yang dimaksud Keller antara lain cedera yang kerap menghantam Ibrahim Afellay. Di samping itu, Keller pun harus mempersiapkan sosok pengganti Lewis Holtby yang dipastikan hengkang ke Tottenham Hotspur pada akhir musim nanti. Secara kebetulan, oleh beberapa media massa Jerman, Meyer adalah pemain yang kerap disebut sebagai calon pengganti Holtby.

Tentu saja bukan hanya performa apik saat pemusatan latihan dan krisis pemain yang membuat Keller berani merekrut Meyer ke tim senior. Dia tahu betul kemampuan gelandang serang bertinggi 169 cm itu karena sebelumnya mengasuh tim U-19 Schalke yang dibela oleh Meyer. Musim ini, di A-Jugend Bundesliga West, Meyer dengan olah bola dan tendangan kerasnya menjadi salah satu pemain paling menonjol. Torehan 11 gol dan 7 assist dalam 14 laga adalah buktinya.

Tahun lalu, Meyer pun sanggup menorehkan beberapa prestasi. Di antaranya menyabet dua gelar, yakni Pemain Terbaik dan Pencetak Gol Terbanyak dengan torehan tiga gol di Piala Eropa U-17 yang digelar di Slovenia. Sementara bersama Schalke U-19, dia juara A-Jugend Bundesliga.

Deretan prestasi itu menjadi modal tersendiri bagi Meyer untuk mencapai impiannya meniru jejak Lionel Messi, sang role model. “Dia pemain terbaik dunia, namun tetap rendah hati,” puji Meyer.

Secara pribadi, Meyer sangat siap menyambut langkah besar yang diambil Keller bagi dirinya. Meski lesatan karier di sepak bola akan mengganggu studi formalnya, dia antusias untuk membuktikan diri di level senior. “Saat ini, aku ingin secepatnya masuk ke skuad dan mendapatkan waktu bermain,” ucap dia. (@SeppGinz)

Holtby Tak Takut Dicerca Fans

7 Jan

Lewis Holtby akan menghargai apa pun reaksi yang ditunjukkan para fans FC Schalke 04 atas putusannya pindah ke Tottenham Hotspur pada akhir musim nanti. (Foto: http://www.schalke04.de)

BERANI AMBIL PUTUSAN harus berani pula menanggung konsekuensinya. Itulah yang dipegang oleh gelandang serang FC Schalke 04. Setelah memutuskan bakal hengkang ke Tottenham Hotspur pada akhir musim nanti, dia mengaku siap menghadapi reaksi para fans Die Knappen. Dalam wawancara dengan Kicker, pemain berdarah Inggris itu mengungkapkan bakal menerima reaksi apa pun dengan lapang dada.

“Aku yakin memiliki hubungan baik dengan para fans karena aku selalu jujur dan apa adanya. Orang bisa memutuskan apa pun reaksi yang akan ditunjukkan. Apa pun yang mereka lakukan, aku akan menghargainya,” beber Holtby.

Seusai mengumumkan bakal hengkang ke Tottenham, reaksi negatif memang berhamburan. Salah satunya di jejaring sosial Facebook. Ada beberapa fans yang menyebut dia sebagai orang yang mata duitan. Mereka kecewa karena kepergian pemain yang sempat dipinjamkan ke 1.FSV Mainz 05 itu akan memperlemah kekuatan klub asal Gelsenkirchen tersebut.

Reaksi negatif kemungkinan bisa terus mengalir. Salah satunya saat dia membela Schalke pada setengah musim tersisa. Sangat mungkin eks gelandang Alemannia Aachen itu akan mendapatkan hujatan seperti yang diterima Manuel Neuer setelah mengumumkan kepastian pindah ke Bayern München pada akhir musim 2010-11.

“Aku tak takut menghadapi apa pun. Aku akan berusaha pergi dengan kepada tegak dengan memberikan prestasi apik bagi Schalke di Liga Champions. Bagiku, itu motivasi tersendiri,” tambah dia lagi. (@SeppGinz)

Bayern Pertahankan Dua Tradisi

22 Mar
FC Bayern Muenchen

Kemenangan atas Borussia Monchengladbach pada Rabu (21/3) membuat FC Bayern Munchen mempertahankan tradisi kemenangan atas Die Fohlen di DFB Pokal dan tak pernah dua kali berturut-turut tersingkir di semifinal. (Foto: http://www.kicker.de)

KEMENANGAN DRAMATIS yang dibukukan FC Bayern München atas Borussia Mönchengladbach pada laga semifinal DFB Pokal di Borussia Park, Rabu (21/3), ternyata memiliki catatan penting. Kemenangan itu membuat Bayern mempertahankan dua tradisi sekaligus.

Tradisi pertama adalah tak pernah kalah dari Die Fohlen di DFB Pokal. Sebelum laga yang harus ditentukan lewat adu penalti itu, Bayern dan Gladbach sempat enam kali bertemu di ajang tersebut. Hasilnya, Bayern meraih lima kemenangan dan sekali imbang. Satu-satunya hasil imbang terjadi pada Babak II musim 1987-88. Kala itu, kedua tim berbagi angka sama 2-2 hingga perpanjangan waktu usai.

Tradisi kedua yang terjaga adalah rekor tak pernah tersingkir di semifinal dalam dua musim berturut-turut. Sepanjang sejarah, Bayern telah 23 kali masuk semifinal DFB Pokal. Dari jumlah itu, FC Hollywood hanya lima kali gagal melangkah ke final. Salah satunya pada musim lalu ketika mereka ditekuk FC Schalke 04 lewat gol tunggal Raul Gonzalez.

Nah, menariknya, Bayern selalu lolos ke final jika pada musim sebelumnya tersingkir di semifinal. Keberhasilan musim ini adalah yang ketiga kalinya. Dua lainnya adalah pada 1968-69 dan 2002-03. Pada 1968-69, Bayern lolos ke final dengan menumbangkan 1.FC Nürnberg 2-0 lewat brace dari Der Bomber, Gerd Müller. Sebelumnya, pada musim 1967-68, Bayern tersingkir di babak ini oleh VfL Bochum dengan skor 1-2.

Kejadian serupa terulang pada musim 2002-03. Setelah disingkirkan Schalke 0-2 pada semifinal musim 2001-02, Bayern tak tertahan oleh Bayer Leverkusen. FC Hollywood menang 3-1 melalui dua gol Giovane Elber dan satu dari Michael Ballack yang hanya berbalas gol Carsten Ramelow.

Secara khusus, bercermin dari dua peristiwa serupa, Bayern boleh berharap banyak untuk merebut gelar ke-16 di ajang DFB Pokal. Pasalnya, pada 1968-69 dan 2002-03, mereka lantas menjadi juara. Pada 1968-69, Bayern menang 2-1 atas Schalke di partai puncak, sementara pada 2002-03, 1.FC Kaiserslautern yang dilumat 3-1 di partai pamungkas. (Sepp Ginz)

Kostum Raul Dikirim ke Dortmund

13 Mar

SEORANG BINTANG FC Schalke 04 mengirimkan kostumnya ke kota seteru utama, Borussia Dortmund. Sekilas terdengar sebagai sesuatu yang janggal. Namun, itulah yang terjadi pada Selasa (13/3). Raul Gonzalez, striker pujaan publik Die Königsblauen, menyerahkan sebuah kostum dan bola untuk dikirimkan ke Dortmund. Destinasinya jelas bukan Signal Iduna Park, melainkan Museum DFB.

Kostum dan bola yang dikirimkan itu merupakan memorabilia bernilai sejarah karena menjadi saksi bisu saat Raul mencetak gol ke-400 sepanjang karier profesionalnya pada spieltag ke-22. Raul menilai perlu menyumbangkan kedua barang itu sebagai kenang-kenangan khusus bagi publik sepak bola Jerman yang begitu hangat menyambut kehadirannya sejak musim lalu.

“Aku merasakan pengalaman sangat baik di Bundesliga 1. Aku sangat bangga atas perlakuan dan simpati dari banyak fans di Jerman. Aku ingin membalas semua itu,” jelas Raul kepada Sport-Informationen-Dienst (SID).

Sudah barang tentu tindakan Raul itu disambut baik oleh pihak Museum DFB. “Raul mendedikasikan kostumnya saat mencetak gol ke-400 kepada kami dan para calon pengunjung museum. Bagi sepak bola Jerman, ini sebuah kehormatan. Tentunya, saat dipamerkan, itu akan mendapat tempat terhormat pula,” papar Direktur Museum DFB Manuel Neukirchner.

Museum DFB sendiri belumlah berdiri. Rencananya, pembangunan akan dimulai pada Juni nanti. Jika tak ada aral melintang, museum khusus akan bisa dibuka pada 2014. (Sepp Ginz)

Dortmund di Ambang Juara

5 Mar
Borussia Dortmund

Keunggulan tujuh angka pada pekan ke-24 membuat Borussia Dortmund kian berpeluang merebut kembali gelar juara Bundesliga 1. (Foto: http://www.rurhnachrichten.de)

KEBERHASILAN meraih angka penuh saat menjamu 1.FSV Mainz 05, Sabtu (3/3) membuat Borussia Dortmund kian berpeluang mempertahankan gelar juara Bundesliga 1. Pasalnya, berkat kekalahan yang diderita para rival utama macam FC Bayern München, Borussia Mönchengladbach, dan FC Schalke 04, mereka kini unggul tujuh angka dari pesaing terdekat.

Kompetisi memang masih menyisakan sepuluh pekan lagi. Namun, keberhasilan Dortmund memperlebar jarak dari empat ke tujuh poin membuat persaingan sudah bisa dikatakan usai. Pasalnya, sejak sistem tiga poin untuk kemenangan diberlakukan pada 1995-96, tak pernah pemuncak klasemen dengan keunggulan lima angka atau lebih dari posisi kedua yang lantas gagal menjadi juara para akhir musim.

Dalam 16 musim terakhir, hanya ada empat tim nonpemuncak klasemen spieltag ke-24 yang berhasil merebut Die Meisterschale. Dari keempatnya, selisih terjauh adalah empat poin, yakni VfB Stuttgart pada 2006-07 dan VfL Wolfsburg pada 2008-09.

Menariknya, kubu Dortmund justru tak lantas jemawa. Die Schwarzgelben masih menganggap tabu kata juara. “Kami tahu bahwa akami uanggul tujuh angka dan menjalani musim lebih baik dari yang diperkirakan sebelumnya. Namun, tentang juara, kami belum membicarakannya,” kata Klopp kepada Sport 1. “Kami ini bukan Barcelona atau Real Madrid yang bisa mengklaim juara ketika masih tersisa 12 laga.

Soal selisih angka, Chairman Hans-Joachim Watzke yang angkat suara. Dia menyatakan keunggulan tujuh angka tak bisa dijadikan patokan. “Musim ini tak bisa diperbandingkan dengan musim lalu. Saat itu, kami bisa unggul dengan selisih lebih besar,” ungkap dia kepada Ruhr Nachrichten.

Ucapan Watzke tak mengada-ada. Musim lalu, pada pekan ke-24, mereka sudah unggul 12 angka atas Leverkusen yang berada di posisi kedua. Akan tetapi, secara objektif, Dortmund musim ini sangat berpeluang mengulang musim 1995-96 ketika sanggup mempertahankan gelar. Indikatornya, lihat saja rekor mereka belakangan ini. Sebastian Kehl dkk selalu meraup kemenangan dalam delapan laga terakhir. Itu menjadi bagian dari 18 laga beruntun tanpa kekalahan yang dibukukan hingga spieltag ke-24. (Sepp Ginz)

Selisih Angka Peringkat I dan II pada Spieltag ke-24
Musim Peringkat I Peringkat II Selisih Angka Juara
1995-96 Dortmund Bayern 4 (54-50) Dortmund
1996-97 Bayern Stuttgart 2 (49-47 Bayern
1997-98 K’lautern Bayern 6 (53-47) K’lautern
1998-99 Bayern Leverkusen 5 (60-45) Bayern
1999-00 Bayern Leverkusen 2 (52-50) Bayern
2000-01 Dortmund Bayern 1 (44-43) Bayern
2001-02 Leverkusen Dortmund 1 (49-48) Dortmund
2002-03 Bayern Dortmund 13 (56-43) Bayern
2003-04 Bremen Bayern 9 (58-49) Bremen
2004-05 Bayern Schalke 0 (50-50) Bayern
2005-06 Bayern Bremen 8 (58-50) Bayern
2006-07 Schalke Bremen 3 (49-46) Stuttgart (#3, 45 poin)
2007-08 Bayern Hamburg 5 (50-46) Bayern
2008-09 Hertha Bayern 5 (49-45) Wolfsburg (#3, 45 poin)
2009-10 Bayern Leverkusen 2 (52-50) Bayern
2010-11 Dortmund Leverkusen 12 (58-46) Dortmund
Sumber: http://www.fussballdaten.de

Jones Korban Persepsi Publik

15 Feb
Jermaine Jones yakin hukuman DFB atas insiden injakannya kepada Marco Reus sangat dipengaruhi persepsi publik terhadap dirinya. (Foto: www.newshopper.sulekha.com)

Jermaine Jones yakin hukuman DFB atas insiden injakannya kepada Marco Reus sangat dipengaruhi persepsi publik terhadap dirinya. (Foto: http://www.newshopper.sulekha.com)

HANYA MENONTON ketika rekan-rekan seklub berlatih keras dan berjuang mati-matian di lapangan adalah hal yang tak mengenakkan bagi siapa pun. Tak terkecuali Jermaine Jones yang masih menjalani skorsing delapan pekan karena dinilai sengaja menginjak kaki pemain Borussia Mönchengladbach, Marco Reus, Desember lalu.

Jones mengaku kesal oleh hukuman yang dijatuhkan Deutscher Fussball Bund (DFB) yang dinilai tidak proporsional. “Aku tahu perbuatan itu sangat bodoh,” kata dia kepada Der Westen. “Insiden itu terjadi di DFB Pokal. Aku bisa memahami bila mereka berkata, ‘Sepanjang musim depan, dia tak boleh bermain di DFB Pokal. Sebagai pelajaran tambahan, kami tambahkan hukuman dua atau tiga laga di Bundesliga 1.’ Tapi, tekanan dari luar sangat besar sehingga DFB memutuskan hukuman untuk semua ajang.”
 
Tekanan itu, dalam pandangan Jones, tak terlepas dari prasangka dan label
bad boy yang dilekatkan kepada dia karena tampang dan penampilan yang sangar. Menurut dia, publik menilai dirinya negatif karena tato yang menghiasi hampir sekujur tubuhnya. Padahal, kata dia, David Beckham pun menato tubuhnya.
 
Mengenai insiden dalam laga perdelapan final DFB Pokal antara Mönchengladbach dan FC Schalke 04, Jones mengaku sangat menyesalinya. “Jika bisa memutar kembali waktu, aku tak akan melakukan hal itu. Jika itu dilakukan saat berumur 20 tahun, mungkin bisa dimaklumi. Tapi, kini aku sudah berumur 30 tahun dan hal seperti itu jelas tak boleh dilakukan,” ungkap dia. (Sepp Ginz)