Tag Archives: Ivan Perisic

Perisic Pergi, Dortmund Untung

6 Jan
Ivan Perisic tersenyum kala diperkenalkan sebagai pemain baru VfL Wolfsburg oleh Manajer Klaus Allofs. (Foto: @VfL_Wolfsburg)

Ivan Perisic tersenyum kala diperkenalkan sebagai pemain baru VfL Wolfsburg oleh Manajer Klaus Allofs. (Foto: @VfL_Wolfsburg)

PROSES TRANSFER Ivan Perisic akhirnya usai. Minggu (6/1), pemain timnas Kroasia itu resmi hengkang dari Borussia Dortmund ke VfL Wolfsburg. Kepastian itu secara resmi diumumkan kedua klub dengan cara berbeda. Dortmund mengumumkan kepindahan Perisic lewat pernyataan di situs resmi, sementara Wolfsburg mengunggah foto Perisic bersama Manajer Klaus Allofs memegang jersey Die Wolfe di akun Twitter resmi klub itu, @VfL_Wolfsburg.

Proses kepindahan Perisic terbilang singkat dan mengejutkan. Sabtu (5/1) malam, dia tiba di Belek, tempat pemusatan latihan Die Wolfe, bersama Tonci Matic, agennya. Mereka lantas bernegosiasi dengan Allofs mengenai detail kontrak. Pagi harinya, pemain berumur 23 tahun itu menjalani tes medis. Setelah itu, kontrak hingga 2017 ditandatangani oleh Perisic.

Wolfsburg diperkirakan mengeluarkan uang 8 juta euro kepada Dortmund untuk mengangkut Perisic. Angka itu membuat Dortmund meraup untung 2,5 juta euro. Pasalnya, saat merekrut Perisic dari FC Brügge pada 2011, Die Schwarzgelben hanya mengeluarkan uang 5,5 juta euro. Namun, sebenarnya angka itu 500 ribu euro lebih rendah dari banderol awal yang ditetapkan manajemen Dortmund.

Kepindahan itu sendiri merupakan keinginan pribadi Perisic. Dia merasa gerah hanya menjadi pemain cadangan di Dortmund. Sepanjang putaran pertama Bundesliga musim ini, dia memang turun dalam 14 laga, namun hanya lima kali sebagai starter. Dari jumlah itu, dia hanya dua kali tampil penuh. Saking kesalnya, dia sempat mengkritik pelatih Jürgen Klopp. “Kalau bukan permintaan dia sendiri, kami sebenarnya tak mau melepas dia,” ungkap Hans-Joachim Watzke, Chairman Dortmund.

Sementara itu, menyikapi kepindahannya, Perisic mengaku gembira. “Aku sangat senang bisa berada di sini. Wolfsburg tengah mengejar target besar,” beber dia seperti dikutip Braunschweiger Zeitung. Sedangkan Allofs menilai perekrutan Perisic adalah langkah besar dari Wolfsburg setelah sebelumnya merekrut pelatih Dieter Hecking dari 1.FC Nürnberg.

Hecking pribadi menyambut baik kedatangan Perisic yang telah 42 kali tampil di Bundesliga 1 dan mencetak sembilan gol. “Dia membuat kami makin fleksibel karena mampu bermain di sisi mana pun di lini penyerangan,” tutur dia.

Hecking benar. Walaupun kerap dimainkan sebagai sayap kiri, Perisic sebenarnya bisa bermain di beberapa posisi lain. Kemampuan ini akan sangat berguna bagi Die Wolfe, terutama dalam mendukung pergerakan Bas Dost sebagai striker andalan musim ini. (@SeppGinz)

Advertisements

Dortmund Tatap 2016

16 Feb
Hans-Joachim Watzke, Juergen Klopp and Michael Zorc

Perpanjangan kotrak Hans-Joachim Watzke, Jürgen Klopp, dan Michael Zorc hingga 2016 menunjukkan kesiapan Borussia Dortmund mempertahankan kejayaan yang diraih musim lalu. (Foto: http://www.stern.de)

MASA DEPAN harus dipersiapkan sejak masa kini. Semakin matang persiapan dan perencanaan yang dibuat, semakin siap seseorang menjalani masa depannya. Persiapan itu pula yang kini tengah dilakukan Borussia Dortmund. Juara Bundesliga 1 musim 2010-11 itu sudah menatap masa empat tahun ke depan.

Itu tercermin dari beberapa langkah yang diambil manajemen klub belakangan ini. Sepanjang pekan ini, misalnya. Die Schwarzgelben berhasil memperpanjang kontrak Direktur Olahraga Michael Zorc, pelatih Jürgen Klopp, dan Chairman Hans-Joachim Watzke hingga 2016. Seiring perpanjangan kontrak Klopp, asisten pelatih Peter Krawietz dan Zeljko Buvac pun diikat dengan durasi yang sama.

Sebelumnya, Die Schwarzgelben sudah memastikan menggaet Marco Reus dari Borussia Mönchengladbach dengan masa kontrak hingga 2017. Lalu, Leonardo Bittencourt pun dicomot dari Energie Cottbus dan disodori kontrak hingga 2016. Sudah barang tentu keduanya diangkut untuk menjadi andalan pada masa depan.

Di antara para pemain yang ada pun beberapa sudah dikontrak dengan durasi hingga 2016. Sebut saja bek kanan Lukasz Piszczek, gelandang bertahan Sven Bender, dan gelandang serang Ivan Perisic. Jumlah pemain seperti mereka pun potensial bertambah karena Dortmund kini tengah mulai membujuk Mario Götze dan Shinji Kagawa untuk memperpanjang kontrak. Götze yang masih terikat kontrak hingga 2014 dan Kagawa yang kontraknya usai pada musim depan ditengarai akan coba dipertahankan hingga 2016.

Langkah jangka panjang ini tentu saja didasarkan pada kepentingan klub mempertahankan performa apik dan prestasi sejak musim lalu. Dengan mempertahankan sejumlah pemain kunci dan mendatangkan tenaga-tenaga baru nan hebat, kesinambungan prestasi bisa dicapai. Bukan hanya di Jerman, Die Schwarzgelben bisa saja menguasai Eropa seperti pada 1996-97. (Sepp Ginz)

Dortmund Hanya Perlu Benahi Hal-hal Kecil

21 Sep
Roman Weidenfeller

Roman Weidenfeller yakin Borussia Dortmund tak menghadapi persoalan pelik walau telah menelan tiga kekalahan daalam enam pertama Bundesliga 1. (Foto: http://www.ruhrnachrichten.de)

TIGA KEKALAHAN dari enam laga awal yang berdampak pada terpuruknya Borussia Dortmund di papan tengah ternyata tak membuat Roman Weidenfeller resah. Dalam wawancara dengan Der Westen, penjaga gawang Die Schwarzgelben itu menilai tak ada masalah besar yang dihadapi klubnya. Menurut dia, Dortmund hanya perlu membenahi hal-hal kecil untuk kembali bangkit.

“Tujuh poin dari enam laga tentu saja tak sesuai dengan bayangan kami dan apa yang diharapkan dari Borussia Dortmund. Kami harus melakukan beberapa hal (untuk bangkit kembali),” kata Weidenfeller. “Kami wajib memerhatikan hal-hal kecil.”

Meski kecil, eks kiper 1.FC Kaiserslautern itu menyatakan perbaikan-perbaikan tersebut harus dilakukan di semua lini. Dia melihat tak ada lini tertentu yang menjadi titik terlemah pada saat ini. “Di depan, kami harus lebih efektif. Di tengah harus lebih bisa mengontrol permainan. Sementara di belakang, kami harus lebih rapat sehingga akan lebih sedikit gol yang tercipta di gawang kami,” papar dia.

Pandangan Weidenfeller ada benarnya. Meski beberapa pihak menuding kehilangan Nuri Sahin yang hengkang ke Real Madrid sebagai pemicu buruknya performa musim ini, persoalan utama Dortmund sebenarnya bukan hanya di sana. Di depan, terlihat jelas ketergantungan yang sangat besar terhadap figur Lucas Barrios. Absennya striker timnas Paraguay itu membuat lini depan seperti tak bertaji. Sedangkan di belakang, ada kehilangan fokus seperti yang diakui bek tengah Neven Subotic.

Sementara itu, eks kiper timnas Jerman, Oliver Kahn, menuding kesalahan utama Dortmund adalah di bursa transfer. Menurut dia, pelatih Jürgen Klopp gagal mendatangkan pemain-pemain baru yang bisa meningkatkan persaingan di dalam tim.

Simpelnya, Die Schwarzgelben seharusnya mendatangkan pemain bintang baru, bukan sekadar pemain-pemain yang kurang ternama macam Ivan Perisic dan Ilkay Gündogan. Kehadiran beberapa pemain baru berlabel bintang, menurut Kahn, bisa membuat adrenalin semua pemain tetap terpompa seperti musim lalu.

Jika ditelisik lebih jauh, kegagalan Dortmund pada awal musim ini juga tak terlepas dari kurangnya inovasi yang dilakukan Klopp. Dia terlalu bertumpu pada komposisi pemain yang sama dengan musim lalu. Dia tak memberikan kepercayaan besar kepada Perisic, Gündogan, dan Moritz Leitner. Sudah begitu, Klopp juga seolah menolak opsi memainkan pola lain meski pola yang sekarang tak efektif karena hilangnya Sahin. (Sepp Ginz)

Zorc Tak Jagokan Dortmund

30 Jul
Sebastian Kehl

Meskipun tampil apik selama pramusim, Sebastian Kehlcs. tak dibebani target mempertahankan gelar juara oleh Direktur Olahraga Michael Zorc. (Foto: http://www.westline.de)

LABEL JUARA BERTAHAN rupanya tak lantas membuat Borussia Dortmund jemawa. Memasuki musim baru, mereka justru sangat hati-hati. Setelah pelatih Jürgen Klopp, kini Direktur Olahraga Michael Zorc yang menyatakan Mario Götze cs bukanlah favorit utama. Dia menilai sulit bagi Dortmund menyamai prestasi musim lalu.

Itu sebabnya, Zorc tak ingin membebankan target berat ke pundak anak-anak asuh Klopp. “Kami tak boleh membebani para pemain dengan harapan yang terlalu besar. Sebagai juara termuda, kurang bijak rasanya berharap mereka mempertahankan gelar,” kata dia dalam wawancara dengan Fussball.de.

Menurut Zorc, hal terpenting bagi Dortmund saat ini adalah bertahan di zona Eropa. Caranya adalah tetap berada di papan atas. Dia pun menambahkan, prestasi musim lalu tak boleh dijadikan patokan. “(Prestasi) musim lalu sulit untuk diulangi dan tentunya lebih sulit lagi untuk dilewati,” tambah dia.

Sementara menyangkut peta persaingan juara pada musim 2011-12, eks gelandang andal Die Schwarzgelben itu menunjuk FC Bayern München sebagai favorit kuat. “Mereka telah melakukan penambahan pemain dan sepertinya mampu mengatasi masalah-masalah yang ada,” ucap dia.

Zorc boleh-boleh saja menunjuk Bayern sebagai favorit dan tak terlalu menjagokan klubnya, namun fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya. Hingga akhir masa pramusim, Dortmund justru terlihat lebih siap mengarungi musim baru ketimbang Bayern. Meski sempat kalah dari FC Schalke 04 di Piala Super Jerman, Sebastian Kehl dkk. mampu memperlihatkan permainan solid seperti halnya musim lalu. Lain dari itu, para pemain baru macam Ivan Perisic, Ilkay Gündogan, Chris Löwe, dan Moritz Leitner juga cepat berintegrasi dengan tim. (Sepp Ginz)

Tak Boleh Lewat 40

5 Jul
Anatoliy Tymoshchuk

Mulai musim 2011-12, pemain baru tak boleh memakai nomor punggung seperti Anatoliy Tymoshchuk kecuali jumlah pemain di klubnya memang mencapai lebih dari 40 orang. (Foto: http://www.rp-online.de)

SEBUAH PERATURAN baru dikeluarkan Deutscher Fussball Liga (DFL) jelang bergulirnya kompetisi musim 2011-12. Mulai musim depan, pemain dilarang menggunakan nomor punggung di atas 40! Hal itu diberlakukan khusus bagi para pemain baru. Korbannya sudah ada satu. Pemain anyar Borussia Dortmund, Ivan Perisic, harus mengurungkan niat memakai nomor punggung 44.

Bagaimana dengan para pemain yang telah lama menggunakan nomor besar seperti Anatoliy Tymoshchuk dari FC Bayern München dan Gojko Kačar dari Hamburger SV yang sama-sama memakai nomor punggung 44? Keduanya masih diperbolehkan memakai nomor punggung tersebut. Demikian pula dengan pemain-pemain lain macam Philipp Bargfrede (SV Werder Bremen/44) dan Tomoaki Makino (1.FC Köln/43).

Pengecualian juga diberikan kepada klub yang memiliki skuad melebihi 40 orang. Namun, nomor punggung yang digunakan harus sesuai dengan jumlah pemain yang ada. Artinya, jika ada 43 pemain, nomor punggung terbesar yang boleh dipergunakan pun 43.

Kebijakan baru ini tentu saja menimbulkan polemik. Banyak fans menilai kebijakan itu terlalu berlebihan dan tanpa dasar sama sekali. Apalagi di liga-liga elite macam Premier League dan Liga BBVA, nomor punggung besar tidaklah dilarang. (Sepp Ginz)

Großkreutz Tak Takut Perisic

24 Jun
Kevin Großkreutz

Berbekal performa dua musim terakhir, Kevin Großkreutz yakin bisa bersaing dengan Ivan Perisic yang baru didatangkan dari Club Brugges. (Foto: http://www.spox.com)

REPUTASI APIK pemain yang baru direkrut Borussia Dortmund, Ivan Perisic, saat membela Club Brugges tak lantas membuat Kevin Großkreutz merasa terancam apalagi ciut. Dia yakin bisa bertahan di posisi gelandang kiri dalam formasi inti Die Schwarzgelben musim depan.

Bagi Großkreutz, kehadiran Perisic tak ubahnya tonik yang akan membuat dia lebih baik. Dia merasa telah membuktikan kemampuannya dalam bersaing. “Tanpa perjuangan, aku tak akan mampu mengamankan posisiku. Aku telah dua tahun bermain di level tertinggi dan terus menunjukkan perkembangan,” ujar dia kepada Kicker.

Hal lain yang membuat Großkreutz tak terlalu risau oleh “gangguan” Perisic adalah fleksibilitasnya di lapangan. “Selama ini, aku telah membuktikan diri mampu bermain di banyak posisi walaupun peran idealku adalah di kiri penyerangan,” tambah dia.

Sementara itu, menyangkut peta persaingan di Bundesliga 1 pada musim depan, Großkreutz yakin bakal lebih ketat. Pemain yang membela Rot Weiss Ahlen sebelum bergabung dengan Dortmund itu memprediksi kekuatan-kekuatan lama yang musim lalu terpuruk bakal bangkit.

“Aku memperkirakan Hamburg, Bremen, dan VfB Stuttgart tak akan lagi tampil sebagai tim medioker. Selain itu, seperti biasa, tentu saja Bayern. Meski begitu, kami masih jauh dari kata puas,” beber Großkreutz. (Sepp Ginz)

Perisic Siap Hadapi Tantangan

10 Jun
Ivan Perisic

Dua musim di Liga Belgia dirasa cukup oleh Ivan Perisic untuk menaklukkan Bundesliga 1 bersama Borussia Dortmund. (Foto: http://www.westline.de)

DIBELI MAHAL dari Club Brugges, Ivan Perisic siap memberikan kontribusi besar kepada klub barunya, Borussia Dortmund. Dia paham betul, harga 5,5 juta euro membuat publik menaruh harapan besar di pundaknya. Apalagi dengan reputasi apik yang diretas di Liga Belgia dalam dua musim terakhir.

“Harga itu memang menimbulkan harapan tertentu. Tapi, aku adalah pesepak bola profesional. Aku harus belajar untuk mengatasi tekanan seperti itu,” jelas Perisic kepada Ruhr Nachrichten. “Aku masih sangat muda dan bisa terus mengembangkan diri di banyak aspek. Aku berharap bisa melakukan start apik bersama Dortmund. Itu tentu akan memudahkan langkahku.”

Menyangkut kepindahannya sendiri, pemain timnas Kroasia itu menilainya sebagai sesuatu yang sudah seharusnya dilakukan. Dia merasa sudah cukup matang untuk menatap tantangan lebih besar di kompetisi yang lebih baik meski baru berumur 22 tahun.

“Bagiku, ini langkah yang logis. Di Sochaux, aku tak mendapatkan kepercayaan dan sangat jarang bermain. Lalu, aku bermain selama enam bulan di klub kecil Belgia hingga akhirnya diambil Brugge. Dua tahun aku berkembang bersama klub itu. Kini, aku merasa siap untuk melompat ke level yang lebih tinggi,” jelas pemain yang fasih bermain di semua posisi di lini tengah itu.

Kesiapan Perisic akan diuji dalam laga-laga awal Dortmund musim depan. Maklum, setiap pemain yang dibeli juara bertahan Bundesliga 1 akan mendapatkan sorotan tajam dari banyak pihak. Pasalnya, dalam beberapa musim terakhir, pembelian yang dilakukan hampir selalu jitu. Contohnya, sebut saja Neven Subotic, Lukasz Piszczek, Sven Bender, Shinji Kagawa, Lucas Barrios, Robert Lewandowski, dan Kevin Großkreutz yang lantas menjadi pilar-pilar penting. (Sepp Ginz)