Tag Archives: Ivica Olić

Helmes Tak Mau Tergesa-gesa

6 Jan
Meski berangsur pulih, Patrick Helmes tak mau terburu-buru kembali perkuat VfL Wolfsburg. (Foto: www.vfl-wolfsburg.de)

Meski berangsur pulih, Patrick Helmes tak mau terburu-buru kembali perkuat VfL Wolfsburg. (Foto: http://www.vfl-wolfsburg.de)

DALAM SETIAP SESI latihan yang dilakukan VfL Wolfsburg pada pemusatan latihan jelang putaran kedua Bundesliga 1 di Belek (Turki), ada satu sosok yang selalu mendapat sambutan lebih meriah dari para fans. Dia tak lain dari striker Patrick Helmes. Maklum, selama putaran pertama, dia tak sekali pun turun karena berkutat dengan cedera lutut yang didapatkan pada laga pramusim melawan Manchester City.

“Sungguh menyenangkan, aku tak lagi sendirian dan bisa berlatih dengan rekan-rekanku. Beban (latihan) secara bertahap mulai ditingkatkan setiap harinya. Aku pribadi merasa sangat sehat pada saat ini,” urai pemain berumur 28 tahun itu kepada situs resmi Die Wolfe.

Meskipun sudah kembali berlatih bersama rekan-rekannya, Helmes belum mengikuti semua menu latihan secara penuh karena kondisi lututnya yang belum benar-benar pulih. Namun, eks penyerang 1.FC Köln dan Bayer 04 Leverkusen itu sudah cukup senang. “Hal terpenting adalah memantau seberapa kuat lututku sejauh ini,” ujar dia.

Menyangkut perkembangan kondisi Helmes, pelatih Dieter Hecking mengaku tak memberikan tenggat untuk kembali. “Tentu saja kami akan sangat senang bila dia bisa comeback secepatnya. Tapi, kami tak mau gegabah. Kami akan memberikan waktu lagi kepada Pat,” ucap eks pelatih 1.FC Nürnberg tersebut.

Sikap itu bisa dimengerti. Maklum, Die Wolfe membutuhkan Helmes untuk jangka panjang. Bila tergesa-gesa, sangat mungkin cederanya kambuh dan berakibat lebih buruk. Padahal, mereka saat ini hanya bertumpu pada satu striker, yakni Bas Dost yang sudah mencetak tujuh gol sepanjang putaran pertama. Memang masih ada Ivica Olic, Srdjan Lakic, dan Rasmus Jönsson, namun produktivitas mereka tidaklah bagus. Di antara ketiganya, hanya Olic yang sudah mengoleksi gol. (@SeppGinz)

Advertisements

Bayern Harus Belajar dari Hamburg

6 Feb

DI KLASEMEN SEMENTARA Bundesliga 1, posisi Hamburger SV memang terpaut jauh dari FC Bayern München. Kedua klub itu terpaut sepuluh peringkat. Bayern di posisi kedua, sedangkan Hamburg ke-12. Namun, di mata Ivica Olic, Hamburg justru patut dijadikan teladan oleh Bayern.

Menurut Olic, tim asuhan Thorsten Fink punya sesuatu yang tak dimiliki FC Hollywood. Itu adalah semangat juang. “Aku sangat terkesan oleh Hamburg,” ungkap dia kepada Kicker seraya menambahkan faktor hasrat bermain dan daya juang sebagai hal yang membuatnya terkesan. “Hanya mereka yang berjuang keras yang bisa melangkah maju,” lanjut striker berumur 32 tahun itu.

Ucapan Olic benar adanya. Hamburg memang menunjukkan semangat juang yang sangat tinggi. Hasilnya, mereka beringsut ke papan tengah walau sempat terbenam di dasar klasemen selama enam pekan dari spieltag ke-4 hingga 9. Itu berkebalikan dengan Bayern yang harus tergeser ke posisi kedua meski sempat lama berada di puncak dan unggul lima poin dari pesaing terdekat pada pekan ke-9. (Sepp Ginz)

Olic Tunggu Putusan Bayern

12 Jan
Ivica Olic

Meski mendapat tawaran dari klub-klub lain, Ivica Olic tetap memprioritaskan FC Bayern München. (Foto: http://www.bild.de)

TAWARAN BERGABUNG terus meluncur, ke hadapan Ivica Olic. Lazio, Juventus, VfL Wolfsburg, dan Fulham siap menampung jika striker asal Kroasia itu tak lagi dipertahankan FC Bayern München. Namun, dia tak lantas tergoda dan buru-buru membuat putusan. Meski hasrat pindah sempat menyala, eks penggawa Hamburger SV itu masih mau menunggu hingga Mei nanti. Apalagi Bayern sudah memveto kepergian pemain pada bursa transfer musim dingin ini.

“Aku tak mau memutuskan sesuatu tanpa berbicara terlebih dahulu dengan Bayern. Hingga Mei nanti, aku tak tahu apakah Bayern akan mempertahankanku. Aku punya keluarga besar dan rencana masa depan. Aku akan sangat senang bertahan di sini. Tapi, tidak hanya untuk satu tahun,” urai Olic seperti dikutip Bild.

Soal perannya yang tak lagi besar, Olic tak keberatan. Dia sadar betul dengan umur yang tak lagi muda, sulit baginya bersaing dengan Mario Gomez dan Nils Petersen. “Dengan umur 32 tahun, aku tidak lagi menuntut bermain dari awal pada setiap pertandingan. Tapi, aku juga tak mau hanya bermain setiap lima laga dengan waktu bermain hanya sepuluh menit,” tegas dia. “Aku bisa membantu timku untuk dua tahun. Kita lihat saja apa yang terjadi.”

Meski terkesan tenang, kata-kata Olic itu sebenarnya mengandung ancaman. Pasalnya, Bayern telah menggariskan hanya mau memberikan perpanjangan kontrak satu tahun bagi pemain yang sudah berumur 30 tahun. Akhir musim lalu, Miroslav Klose menjadi korban peraturan ini karena berkeras ingin kontrak baru berdurasi dua tahun.

Menariknya, berkat performa apik selama pemusatan latihan di Doha (Qatar), Olic mulai disukai pelatih Jupp Heynckes. Eks pelatih Bayer Leverkusen itu tanpa ragu menyebut Olic sebagai alternatif terbaik bagi Gomez. Padahal, status itu sebelumnya adalah milik Petersen.

Masalahnya kemudian, maukah Bayern memberikan perpanjangan kontrak dua tahun kepada Olic? Apalagi ada tuntutan dari Presiden Uli Hoeneß agar Bayern memburu striker ulung berkelas internasional pada musim depan. Belakangan, nama Dimitar Berbatov mulai diapungkan pelbagai media massa.

Bola kini berada di tangan Direktur Olahraga Christian Nerlinger yang mengurusi kontrak pemain. Bagi Olic pribadi, apa pun putusannya tidaklah terlalu penting. Jika dipertahankan, dia siap menjadi joker. Sementara jika dilepas, dia siap bergabung dengan klub lain. Lazio, Juventus, dan Wolfsburg kabarnya sudah siap memberikan kontrak dua tahun seperti yang diinginkannya. (Sepp Ginz)

Götze Paling Disukai

26 Dec
Mario Goetze

Baru dua musim mengemuka, popularitas Mario Götze sudah melewati para pemain yang lebih berpengalaman di Bundesliga 1. (Foto: http://www.ruhrnachrichten.de)

SINAR BENDERANG terus menaungi Mario Götze. Walau cedera, kartu merah, dan keterpurukan Borussia Dortmund di Liga Champions mewarnai kiprahnya musim ini, itu ternyata tak sanggup menutupi kekaguman para pencinta Bundesliga 1. Buktinya, dalam survei yang dilakukan EBS Universität, Götze tercatat sebagai pemain dengan popularitas terbesar.

Dalam penelitian yang dikomandani Prof. Sascha Schmidt itu, Götze dipilih oleh 17,4 persen responden. Di belakangnya berturut-turut adalah Thomas Müller (8,0%), Raul Gonzalez (6,5%), Arjen Robben (6,0%), dan Bastian Schweinsteiger (5,7%). Responden penelitian yang dilakukan untuk kepentingan Deutscher Fussball Liga (DFL) itu adalah 2.000 orang di seluruh Jerman yang diwawancarai secara langsung dan 3.000 lainnya yang mengikuti via survei online.

Satu hal yang menarik dari penelitian itu, meskipun sekitar 81,5 persen responden menggandrungi musik dan 75,4 persen mengaku menyukai film dan televisi, sekitar 50 persen responden tak menyebutkan nama artis saat ditanya soal favoritnya. Mereka justru menyebut nama pemain sepak bola.

“Pemain sepak bola saat ini punya peran signifikan sebagai role model di masyarakat. Para bintang Bundesliga memiliki pengaruh besar ke segala kelompok umur. Bagi anak-anak dan remaja, mereka bahkan terkadang lebih dipuja ketimbang anggota keluarga sendiri,” jelas Schmidt seperti dikutip Spox.com.

Selain menguak pemain yang paling dipuja saat ini, banyak hal lain yang dihasilkan dari penelitian yang dikomandani Schmidt. Salah satunya, mereka menemukan bahwa Lukas Podolski adalah figur dengan ikatan terkuat dengan klubnya. Sementara Ivica Olic adalah pemain yang dinilai memiliki antusiasme bertanding paling besar. (Sepp Ginz)

Olic Tetap di Bayern

4 Dec

DI TENGAH rumor eksodus sejumlah pemain pada bursa transfer musim dingin nanti, sebuah pernyataan tegas disampaikan Direktur Olahraga FC Bayern München Christian Nerlinger. Dia membantah kemungkinan itu dan menyatakan Bayern akan tetap tampil dengan skuad yang sama pada paruh kedua musim nanti.

Saat ditanya apakah hal itu juga berlaku pada Ivica Olic yang belakangan santer diberitakan ingin hengkang, Nerlinger dengan singkat menjawab, “Ya!”. Padahal, belakangan ini, Olic tengah diincar oleh pelatih VfL Wolfsburg, Felix Magath. Dia ingin memadukan Olic dengan rekan senegaranya, Mario Mandzukic.

Adapun hal yang mendasari keyakinan Nerlinger adalah tidak adanya pemain yang secara langsung mengungkapkan keinginan pergi. “Fakta bawa ada pemain-pemain yang menggerutu dan tak puas, itu adalah sesuatu yang normal. Namun, mengenai pemain-pemain yang ingin meninggalkan kami, itu sesuatu yang baru bagi saya,” kata Nerlinger seperti dikutip TZ München. “Tak ada seorang pun yang menyampaikan keinginan itu, baik kepada saya maupun klub.”

Bayern memang sejak awal tak menginginkan adanya pemain yang hengkang pada pertengahan musim. Pelatih Jupp Heynckes bahkan telah menegaskan skuadnya saat ini ideal namun ramping. Untuk itu, dia berharap mampu menahan semua pemain pada bursa transfer musim dingin nanti. (Sepp Ginz)

Olić Ancam Bayern

14 Nov
Ivica Olic

Ivica Olić kembali menegaskan keinginan hengkang pada bursa transfer musim dingin nanti andai tak jua mendapatkan posisi di tim inti. (Foto: http://www.sueddeutsche.de)

TAMPIL APIK dengan mencetak gol cepat saat Kroasia menang 3-0 atas Turki pada leg I babak play off kualifikasi Piala Eropa 2012 membuat optimisme Ivica Olić berkobar-kobar. Berkat itu pula, dia pun tak segan melontarkan ancaman kepada klubnya, FC Bayern München. Menurut dia, jika tetap jarang diberi kesempatan bermain, dia akan pergi pada bursa transfer musim dingin.

“Performaku adalah konfirmasi yang membenarkan opiniku sebelumnya. Jika situasi tak berubah, aku akan mencoba pergi pada musim dingin,” kata Olić kepada Sueddeutsche Zeitung. “Aku masih sanggup bermain di level kompetisi yang tinggi hingga dua musim lagi.”

Sulitnya, jikapun dimainkan, Olić sudah memiliki permintaan spesifik. Dia hanya ingin bermain sebagai striker, bukan winger seperti yang kerap dilakoninya saat diturunkan pelatih Jupp Heynckes dalam beberapa laga musim ini. Padahal, saat ini sangat tidak mungkin menggeser Mario Gomez yang tengah on fire dan sangat rajin mencetak gol.

Keinginan Olić sendiri tidak sejalan dengan kebijakan pelatih Jupp Heynckes yang tak mau melepas pemain pada bursa transfer musim dingin nanti. Namun, kemungkinan hengkang bukannya tak ada. Pasalnya, seperti dikemukakan Direktur Olahraga Christian Nerlinger, pihaknya menangani setiap individu secara khusus. (Sepp Ginz)

Beda Kisah Tiga Klub

11 Nov
Thorsten Fink

Thorsten Fink mendapatkan lampu kuning dari Chairman Carl Edgar Jarchow untuk beroperasi di bursa transfer musim dingin. (Foto: http://www.torwart.de)

JELANG DIBUKANYA bursa transfer musim dingin, banyak rumor mulai beredar seputar perindahan pemain. Tak terkecuali di Bundesliga 1. Namun, selain rumor perpindahan pemain, ada tiga klub yang memiliki cerita unik masing-masing pada bursa transfer nanti. Mereka adalah FC Bayern München, VfL Wolfsburg, dan Hamburger SV.

Di tengah hasrat Ivica Olić, Danijel Pranjić, dan Diego Contento meninggalkan Allianz Arena, pelatih Jupp Heynckes dengan tegas menyatakan tak mau kehilangan pemain pada paro musim nanti. “Saya ingin menggunakans emua pemain,” kata dia kepada Kicker. “Skuad yang kami miliki tidaklah gemuk. Itu membuat saya berharap semua pemain tetap bertahan di sini. Tapi, saya mengerti keinginan pemain seperti Pranjić yang merasa kecewa pada saat ini.”

Berkebalikan dengan Bayern, Wolfsburg dikabarkan siap melepas beberapa pemain. Tak tanggung-tanggung, pelatih Felix Magath sudah mengisyaratkan enam pemain untuk mengepak koper dan meninggalkan Volkswagen Arena. Keenamnya adalah Sotirios Kyorgiakos, Jan Polak, Patrick Helmes, Koo Ja-cheol, Yohandry Orozco, dan Mateusz Klich. Menariknya, mereka sama-sama baru diadatngkan pada tahun ini.

Cerita Hamburg lain lagi. Setelah mendatangkan banyak pemain muda pada awal musim, manajemen klub itu menyatakan tak ada dana bagi pelatih Thorsten Fink untuk berbelanja pemain baru pada bursa transfer musim dingin. Hal itu ditegaskan Chairman Carl Edgar Jarchow kepada Kicker. Menurut dia, situasi saat ini juga menunjukkan Die Rothosen tak perlu penambahan pemain.

“Meski begitu, jika kami kemudian sepakat harus memperkuat skuad yang ada, pembelian satu pemain masih mungkin dilakukan. Tapi, itu dilakukan hanya untuk mengoptimalkan skuad,” tegas Jarchow.

Menariknya, Direktur Olahraga Frank Arnesen justru telah memberikan isyarat bakal memberi lampu hijau andai Fink meminta tambahan pemain untuk memperkuat skuad yang telah ada. Apalagi dia memang sudah berdiskusi dengan Fink tentang kelemahan-kelemahan yang masih ada di timnya. (Sepp Ginz)