Tag Archives: Jorginho

Leverkusen Ditinggal Scout

22 Mar
Norbert Ziegler

Merasa sudah terlampau lelah dan jenuh, Norbert Ziegler akhirnya memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya sebagai pemandu bakat Bayer Leverkusen. (Foto: http://www.rp-online.de)

TERGOPOH-GOPOH dalam bersaing memperbutkan posisi di empat besar yang berbuah tiket ke Liga Champions, Bayer Leverkusen mendapatkan pukulan telak. Hanya satu hari setelah Lars Bender memastikan perpanjangan kontrak hingga 2017, Werkself justru kehilangan figur yang teramat penting. Dia adalah Norbert Ziegler, sang kepala pemandu bakat.

Ziegler yang telah mengabdi selama 23 tahun memutuskan pensiun dini karena merasa terkena sindrom burn out. “Saya mengalami burn out pada November tahun lalu. Saya menyadari hal itu ketika merasa tak lagi memiliki gairah. Kini, kondisi saya sudah lebih baik, tapi saya sudah mantap dengan putusan ini,” kata dia kepada Bild.

Dalam sejarah Leverkusen dan sepak bola Jerman, sosok Ziegler sangatlah penting. Dialah salah satu pionir pemanduan bakat yang baik. Bersama dengan rainer Calmund, Ziegler secara khusus membentuk Brazilian Connection di Leverkusen. Dialah yang memboyong banyak pemain Brasil ke BayArena (dulu Ulrich-Haberland-Stadion, -Red.). Jorginho, Emerson, Zé Roberto, Paulo Sergio, dan Lucio adalah beberapa di antaranya.

“Motto saya selalu, ‘Kami tidak hanya membutuhkan pemain-pemain bagus, tetapi juga sosok kapten.’ Jorginho, Emerson, dan Lucio adalah sosok-sosok kapten itu,” lanjut Ziegler yang telah menonton tak kurang dari 10.000 pertandingan dan melakukan 2.000 perjalanan selama 23 tahun menjadi pemandu bakat Leverkusen.

Meski terpaksa meninggalkan pekerjaan yang telah digeluti sekian lama, Ziegler yang kini berumur 57 tahun tak menyesal. “Kini adalah saatnya bagi saya mengenang masa-masa indah yang sudah dilalui. Saya sangat bersyukur bisa bekerja untuk tim sebesar Leverkusen,” pungkas dia.

Masa pengabdian Ziegler di Leverkusen sendiri sebenarnya lebih dari 23 tahun. Sebelum menjadi kepala pemadu bakat pada 1989, dia adalah penggawa Werkself pada kurun 1975 hingga 1980. Selama memperkuat Leverkusen, dia tampil dala 142 laga dan mencetak 17 gol. So, bagi para penggemar Werkself, ucapkanlah “Danke, Norbert!(Sepp Ginz)

Advertisements

Rafinha ke Bayern Karena Lahm

21 Jun
Rafinha

Jika Philipp Lahm tak mau kembali ke bek kiri, niscaya Rafinha tak akan membubuhkan tanda tangan di kontrak yang disodorkan Christian Nerlinger. (Foto: http://www.bundesliga.de)

DUA TAHUN berlalu sejak Rafinha dibidik FC Bayern München. Manajer FC Hollywood kala itu, Uli Hoeneß benar-benar terobsesi untuk memboyong bek kanan mungil itu dari FC Schalke 04. Sayang, transfer tak terjadi. Rafinha pun lantas mengelana ke Italia, bergabung dengan Genoa pada musim lalu.

Tapi, dasar sudah jodoh, Rafinha pada akhirnya mendarat juga di Allianz Arena. Apa yang membuat dia mau meninggalkan Genoa dan kembali ke Bundesliga 1? Salah satu faktornya ternyata Philipp Lahm.

“Setelah Philipp Lahm menyatakan secara terbuka kesiapan kembali bermain di bek kiri, aku dan Bayern kembali menjalin kontak. Bayern menjelaskan bahwa akulah sosok yang dianggap solusi terbaik untuk bek kanan,” beber bek asal Brasil itu. “Lahm dan aku punya segalanya untuk membentuk pasangan hebat dan menyabet banyak gelar serta menorehkan sejarah untuk Bayern.”

Tak bisa dimungkiri, andai Lahm tetap ingin bermain di bek kanan, Rafinha sangat mungkin tak akan dilirik lagi oleh manajemen Bayern. Pasalnya, mereka akan lebih intensif memburu bek kiri baru.

Bagi Rafinha pribadi, tak sulit memutuskan bergabung dengan Bayern. “Bersama Bayern, aku bisa memenuhi impianku bermain di klub besar yang selalu mengejar gelar,” ungkap dia. “Lagi pula, aku sangat tertarik pada filosofi dan struktur klub ini.”

Hal lain yang membuat Rafinha sangat antusias bergabung dengan Bayern tentu saja kesempatan bermain di Liga Champions yang menjadi impian setiap pemain. Selain itu, bersama Bayern, dia punya kans merevitalisasi kariernya di timnas Brasil. Jika tampil luar biasa, bukan tak mungkin dia masuk skuad Seleçao ke Piala Dunia 2014 meski ada Maicon dan Daniel Alves yang saat ini lebih mencorong.

Sementara itu, menyangkut tudingan beberapa pihak bahwa dirinya pemain yang kasar, Rafinha dengan tegas membantahnya. Meski tak menyangkal sempat menerima 13 kartu kuning dalam semusim kala berbaju Schalke, dia menilai hal itu sangat dipengaruhi situasi di lapangan.

“Itu memang jumlah yang banyak. Namun, semua orang tahu aku bukan pemain yang brutal. Aku lebih mengutamakan teknik saat berlaga di lapangan,” jelas Rafinha. “Tapi, jika situasi dan kondisi membutuhkan, aku tentu harus melakukan satu atau dua pelanggaran.”

Di Bayern, pemain berumur 25 tahun yang akan memakai kostum nomor punggung 13 itu merupakan bek kanan kedua yang berasal dari Brasil. Sebelumnya, pada 1992-95, Bayern punya Jorginho yang menjadi salah satu pilar saat merengkuh gelar juara Bundesliga 1 musim 1993-94. (Sepp Ginz)