Tag Archives: Klaas-Jan Huntelaar

Motivasi Tambahan Schalke

8 Feb
Lars Unnerstall

Sakit Alzhaimer yang diderita Rudi Assauer menjadi motivasi tersendiri untuk Lars Unnerstall dalam membawa FC Schalke 04 meraih gelar juara. (Foto: http://www.ruhrnachrichten.de)

GELAR JUARA BUNDESLIGA 1 memang bukan bidikan utama FC Schalke 04 musim ini. Hal itu berkali-kali ditegaskan oleh para penggawa Die Knappen. Terakhir, striker Klaas-Jan Huntelaar yang mengungkapkan hal itu.

“Saat ini, target kami bukanlah menjuarai liga,” kata dia kepada de Gelderlander seraya menyebut Borussia Dortmund dan FC bayern München sebagai tim yang jauh lebih stabil dari Schalke. “Target Schalke musim ini adalah kembali meraih tiket ke ajang antarklub Eropa. Kini, dengan performa baik, kami berusaha finish di empat besar agar bisa masuk ke Liga Champions.”

Meski begitu, ada satu hal yang bisa menjadi nilai plus bagi Huntelaar cs. Itu adalah kabar duka dari eks pemain dan manajer Schalke, Rudi Assauer, yang harus dirawat intensif di rumah sakit karena terkena Alzhaimer. Sebagai sosok yang telah mengabdi sangat lama, jasa Assauer akan membuat para penggawa Schalke merasa berutang budi.

Itu pula yang dirasakan kiper Lars Unnerstall. Kepada Sport Bild, dia berikrar untuk memburu gelar juara demi Assauer. “Dia telah berbuat banyak bagi klub ini. Jika suatu saat nanti bisa mendedikasikan gelar juara kepada dia, itu akan menjadi hadiah yang luar biasa,” kata dia.

Sudah bisa dipastikan, para pemain lain yang asli didikan Schalke bakal memiliki pandangan serupa dengan Unnerstall. Oleh karena itu, sepertinya Schalke tak bisa begitu dikesampingkan dari perburuan gelar juara musim ini. (Sepp Ginz)

Advertisements

Inspirasi dari Perut Bumi

17 Jan
Raul Gonzalez

Jelang pembukaan paruh kedua, Raul Gonzalez dkk. mencari inspirasi dari para petambang di pertambangan Auguste Victoria. (Foto: http://www.schalke04.de)

SEPEKAN JELANG LAGA pembuka paruh kedua, FC Schalke 04 melakukan tur khusus. Bukan ke kota atau negara lain, para penggawa Die Knappen meluncur ke kedalaman 1.000 meter di bawah permukaan bumi. Mereka mengunjungi para pekerja tambang batubara Auguste Victoria.

Tak dinyana, kunjungan yang sekaligus menumbuhkan pemahaman terhadap asal-usul klub itu membawa dampak positif. Para pemain mendapatkan kesan menarik dari kunjungan tersebut. Hal itu dikaui kapten Benedikt Höwedes. “Respons tim terhadap tur ke pertambangan ini sangat positif,” kata dia kepada situs resmi klub.

Dua inspirasi yang paling dirasakan adalah kerja keras dan kerja sama. “Sungguh menakjubkan bagaimana mereka bekerja keras di bawah sana,” kata kiper Lars Unnerstall. “Bahkan di perut bumi pun kita bisa sukses bila mampu bekerja sama dan saling bahu-membahu.”

Hal itu pun diakui bek kiri asal Austria, Christian Fuchs. Dia bahkan menemukan nilai lain, yakni struktur kuat dari tambang yang dikunjungi. Dia berharap struktur yang kuat itu juga bisa terbentuk di tubuh Schalke.

Sebagai pemain yang bukan asli asal Gelsenkirchen, Fuchs jelas menilai kunjungan ke pertambangan itu sebagai pengalaman yang langka nan menarik. Itu pula yang dirasakan striker Belanda, Klaas-Jan Huntelaar. “Sebelumnya, aku tak tahu seperti apa keadaan di bawah tanah sana. Aku tak pernah berpikir ada yang bekerja di kedalaman 1.000 meter. Aku sungguh bersyukur bisa mendapatkan pengalaman ini,” papar dia.

Patut ditunggu apakah inspirasi dari perut bumi itu akan benar-benar teraplikasi di lapangan ketika mereka menghadapi VfB Stuttgart pada akhir pekan nanti. (Sepp Ginz)

Obasi Tak Ingin Jadi Farfán

10 Jan
Chinedu Obasi

Chinedu Obasi lebih berharap menjadi second striker daripada penyerang sayap. (Foto: http://www.schalke04.de)

CALON PENGGANTI Jefferson Farfán. Itulah label yang melekat pada diri Chinedu Obasi saat resmi diboyong dari TSG 1899 Hoffenheim oleh FC Schalke 04. Pasalnya, dia dianggap memiliki semua syarat untuk menempati posisi gelandang sayap kanan yang kemungkinan ditinggalkan Farfán. Meski demikian, Obasi ternyata punya pandangan lain.

Seperti diungkapkan kepada Sport1, pemain asal Nigeria itu dengan gamblang menyatakan punya posisi idaman yang berbeda. “Aku lebih suka bermain sebagai second striker. Di posisi itu, aku merasa lebih baik dan itu memang posisiku yang sebenarnya,” ungkap dia.

Harapan itu pun sepertinya ditangkap dengan baik oleh pelatih Huub Stevens. Buktinya, dalam pemusatan latihan di Doha (Qatar), dia cenderung memakai dua striker dengan menduetkan Obasi bersama Klaas-Jan Huntelaar serta Ciprian Marica bersama Teemu Pukki.

Toh, Obasi tak bakal terlalu keukeuh meminta posisi idamannya itu. “Saat di Lynn Oslo, aku bermain sebagai duet striker. Itu pula yang kulakoni pada tahun pertama di Hoffenheim. Setelah promosi ke Bundesliga 1, kami lalu bermain dengan tiga striker. Saat itulah aku digeser ke sisi,” kisah dia di situs resmi Schalke. “Aku merasa bisa bermain apik di semua posisi di depan. Bagiku, terpenting adalah bisa membantu tim.”

Lain dari itu, Obasi juga menilai kepindahanya ke Schalke merupakan sarana untuk belajar lebih baik. “Aku merasa sangat nyaman di sini. Bermain bersama pemain-pemain seperti Huntelaar dan Raul (Gonzalez) adalah impianku. Aku masih muda dan akan terus berusaha meningkatkan diriku di sini,” pungkas dia. (Sepp Ginz)

Huntelaar Tampar Farfán

5 Jan
Klaas-Jan Huntelaar

Berbeda dengan Jefferson Farfán yang mengedepankan uang, Klaas-Jan Huntelaar lebih mengutamakan kemajuan karier dalam mempertimbangkan perpanjangan kontrak. (Foto: http://www.torwart.de)

UANG BUKANLAH SEGALANYA dalam hidup. Mungkin itulah pesan yang ingin disampaikan Klaas-Jan Huntelaar saat menyatakan kesetiaannya kepada FC Schalke 04, Rabu (4/1). Tanpa tedeng aling-aling, dia mengatakan uang adalah faktor nomor sekian. Hal utama adalah prospek meraih prestasi.

“Walau belum mendengar apa pun dari Schalke, aku akan sangat senang bila bisa meminta sodoran kontrak baru kepada mereka yang berwenang,” kata Huntelaar kepada Bild. “Aku benar-benar bernafsu meraih prestasi besar bersama Schalke. Bagiku, hal terpenting adalah kami punya prospek bagus untuk lolos ke Liga Champions dan punya kekuatan untuk bersaing di Eropa.”

Itu tak ubahnya tamparan bagi Jefferson Farfán yang baru-baru ini menuntut uang 14 juta euro jika Schalke ingin mempertahankan dia. Padahal, Direktur Olahraga Horst Heldt sudah menyiapkan kontrak dengan kenaikan gaji dari 2,8 menjadi 6 juta euro per tahun. (Sepp Ginz)

Podolski Tak Pikirkan Huntelaar

11 Dec
Lukas Podolski

Meski koleksi golnya terus bertambah, Lukas Podolski tak sesumbar untuk menjadi top skorer musim ini. (Foto: http://www.torwart.de)

DUA GOL ke gawang SC Freiburg, Sabtu (10/12), membuat Lukas Podolski kian dekat dengan top skorer sementara Bundesliga 1, Klaas-Jan Huntelaar dari FC Schalke 04. Poldi mengoleksi 13 gol, sementara Huntelaar 14 gol. Namun, itu tak lantas membuat pemain idola publik Köln itu termakan ambisi pribadi. Dia menyatakan tak terlalu peduli dengan jumlah gol yang akan dicetaknya musim ini.

“Aku tentu saja senang sudah mencetak 13 gol. Aku berharap itu akan terus berlanjut sehingga kami bisa merayakan lebih banyak kemenangan,” beber Podolski kepada Kölner Express. Ketika ditanya apakah dia akan melewati Huntelaar saat menghadapi 1.FSV Mainz 05, Selasa nanti, dia berujar, “Hal terpenting adalah tiga angka. Sebagai striker, tentu aku akan mencoba mencetak gol lagi. Tapi, aku hanya berharap hasil baik bagi tim.”

Terlepas dari itu, Poldi kini kian dekat dengan pencapaian pribadi. Satu gol lagi akan membuat dia mencetak rekor gol tertinggi dalam semusim di Bundesliga 1. Sebelumnya, torehan gol terbanyaknya adalah 13 gol pada musim lalu. Meski begitu, dia masih harus bekerja lebih keras jika ingin memecahkan rekor golnya bersama Köln. Bukan apa-apa, dia masih butuh 11 gol untuk menyamai torehan golnya musim 2004-05 saat berlaga di Bundesliga 2. (Sepp Ginz)

Senjata Baru Stevens

10 Dec
Teemu Pukki

Kehadiran Teemu Pukki membuat FC Schalke 04 tak hanya bersandar kepada Klaas-Jan Huntelaar dalam membobol gawang lawan. (Foto: http://www.schalke04.de)

SUNGGUH TAK SALAH bila kini FC Schalke 04 disebut sebagai salah satu kandidat kuat juara Bundesliga 1. Selain memiliki pelatih jeli nan berpengalaman pada diri Huub Stevens, mereka juga punya striker ulung Klaas-Jan Huntelaar yang seperti tak pernah kehabisan cara untuk membobol gawang lawan. Tak bisa disangkal, Huntelaar adalah senjata utama Die Knappen.

Nah, belakangan, Stevens menemukan senjata baru. Namanya Teemu Pukki. Striker asal Finlandia yang ditarik karena kecemerlangannya saat membela HJK Helsinki melawan Schalke di babak play-off Liga Europa itu terbukti mampu menjadi tandem sehati The Hunter. Dua kali diduetkan, dia menunjukkan kontribusi besar. Saat menghadapi FC Augsburg, Pukki memberikan assist bagi terciptanya gol pertama oleh Huntelaar. Sementara Jumat (9/12), dia menjadi penentu kemenangan 2-1 atas Hertha BSC Berlin lewat golnya jelang babak pertama usai.

“(Perubahan pola) Itu berjalan dengan sangat baik. Dengan dua striker, kami bisa mengkreasi lebih banyak peluang mencetak gol,” aku Pukki seperti dilansir situs resmi Schalke. “Aku sangat senang bisa membantu klub dengan golku.”

Bagi Pukki, kemenangan tim memang melebihi apa pun. Itu sebabnya dia begitu bahagia kali ini golnya membuat Schalke meraih tiga angka. Maklum, saat menghadapi Hannover 96 pada spieltag ke-12, dua golnya hanya membuat Die Knappen terhindar dari kekalahan.

Menilik performa apik Pukki bersama Huntelaar, sepertinya Stevens tak akan berpaling lagi ke pola 4-2-3-1 yang dipakainya sejak awal musim. Kini, duet Pukki-Huntelaar yang ditunjang Raul Gonzalez tepat di belakang mereka akan menjadi andalan dalam upaya merebut gelar di Bundesliga 1. (Sepp Ginz)

Huntelaar Akan Patahkan Rekor

6 Dec
Klaas-Jan Huntelaar

Kian rajin mencetak gol, Klaas-Jan Huntelaar diyakini bisa melewati torehan 29 gol dalam semusim yang ditorehkan Klaus Fischer pada 1975-76. (Foto: http://www.schalke04.de)

PERTAMBAHAN GOL Klaas-Jan Huntelaar yang sangat pesat dalam beberapa pekan terakhir membuat dia mulai dijagokan untuk meraih torjägerkanone, trofi bagi pencetak gol terbanyak di Bundesliga 1, yang musim lalu direbut Mario Gomez. Bukan itu saja, striker asal Belanda tersebut juga dijagokan untuk memecahkan rekor gol terbanyak bagi FC Schalke 04 dalam semusim.

Pada musim 1975-76, Klaus Fischer mencetak total 29 gol bagi Schalke. Kini, dengan ketajaman yang diperlihatkan, Huntelaar diyakini bisa menyamai atau bahkan melewati koleksi tersebut. Bahkan Fischer sendiri meyakini hal tersebut. “Klaas-Jan benar-benar bisa mematahkan rekor gol saya. Jika itu terjadi, saya tak akan bersedih. Saya justru akan ikut senang untuk dia dan Schalke,” kata dia.

Menanggapi keyakinan sang legenda, Huntelaar mengaku sangat termotivasi. “Tentu akan jadi sebuah kehormatan mahabesar bagiku ketika pencetak gol terbaik sepanjang sejarah kami meyakini aku bisa melewati rekor itu. Aku berjanji akan melakukan apa saja untuk mewujudkannya,” beber striker berjuluk The Hunter itu.

Secara matematis, peluang Huntelaar terbilang besar. Pasalnya, dia mencetak 0,81 gol per laga pada saat ini. Rasio itu hanya terpaut 0,04 dari Fischer saat membukukan rekor. Lain dari itu, Huntelaar pun hanya perlu membukukan 16 gol lagi dalam 19 laga tersisa. Jika mampu mempertahankan performa, bukan hanya rekor Fischer yang bisa dipatahkan. Huntelaar bahkan mungkin saja menyamai rekor Gerd Müller yang mencetak 40 gol dalam semusim. (Sepp Ginz)