Tag Archives: Klaus Allofs

Kontrak Ilegal Benaglio

24 Jan
Gara-gara kekeliruan Felix Magath, Diego Benaglio harus membuat kontrak baru. (Foto: www.focus.de)

Gara-gara kekeliruan Felix Magath, Diego Benaglio harus membuat kontrak baru. (Foto: http://www.focus.de)

TEKEN DUA KONTRAK dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Itulah yang dilakukan Diego Benaglio, penjaga gawang VfL Wolfsburg. Setelah Mei lalu diumumkan telah meneken perpanjangan kontrak hingga 2017, dia menandatangani kontrak baru lagi yang mengikatnya hingga 2016 pada Rabu (23/1) lalu.

Itu tentu saja bukan tanpa sebab. Benaglio harus menandatangani kontrak baru karena kontrak lamanya dinilai cacat hukum alias ilegal. Gara-garanya ada kesalahan pada kontrak tersebut. “Oleh karena beberapa alasan, kontrak itu tidak ditandatangani oleh dua direktur. Di mata hukum, itu tidak valid,” ungkap Klaus Allofs, Manajer Wolfsburg, kepada Kölner Express. Tanda tangan yang hilang itu, menurut Sport Bild, adalah milik Chairman Wolfgang Hotze.

Mengingat Benaglio bisa bebas transfer pada akhir musim ini dan diincar klub-klub lain, di antaranya AC Milan, Allofs bergerak cepat. Sejak November 2012, dia melakukan pembicaraan dengan pihak Benaglio. Selain untuk menerangkan kesalahan di kontrak pertama, dia pun menegosiasikan kontrak baru. Pada akhirnya tercapai kesepakatan Benaglio bertahan hingga 2016 dengan opsi perpanjangan satu tahun.

Kekeliruan pada kontrak yang diumumkan Mei tahun lalu ditengarai karena ulah Felix Magath, pelatih yang juga merangkap manajer Die Wolfe. Apalagi di kontrak itu ada klausul yang menyebutkan Benaglio bisa pindah dengan nilai transfer 6 juta euro jika Magath sudah tak lagi melatih Wolfsburg. Mengenai hal itu, Benaglio tak mau mengeluarkan keterangan. Dia sepertinya tak mau merusak hubungan baik dengan Magath, pelatih yang dikenalnya sejak dia menjadi kiper ketiga VfB Stuttgart. (@SeppGinz)

Advertisements

Perisic Pergi, Dortmund Untung

6 Jan
Ivan Perisic tersenyum kala diperkenalkan sebagai pemain baru VfL Wolfsburg oleh Manajer Klaus Allofs. (Foto: @VfL_Wolfsburg)

Ivan Perisic tersenyum kala diperkenalkan sebagai pemain baru VfL Wolfsburg oleh Manajer Klaus Allofs. (Foto: @VfL_Wolfsburg)

PROSES TRANSFER Ivan Perisic akhirnya usai. Minggu (6/1), pemain timnas Kroasia itu resmi hengkang dari Borussia Dortmund ke VfL Wolfsburg. Kepastian itu secara resmi diumumkan kedua klub dengan cara berbeda. Dortmund mengumumkan kepindahan Perisic lewat pernyataan di situs resmi, sementara Wolfsburg mengunggah foto Perisic bersama Manajer Klaus Allofs memegang jersey Die Wolfe di akun Twitter resmi klub itu, @VfL_Wolfsburg.

Proses kepindahan Perisic terbilang singkat dan mengejutkan. Sabtu (5/1) malam, dia tiba di Belek, tempat pemusatan latihan Die Wolfe, bersama Tonci Matic, agennya. Mereka lantas bernegosiasi dengan Allofs mengenai detail kontrak. Pagi harinya, pemain berumur 23 tahun itu menjalani tes medis. Setelah itu, kontrak hingga 2017 ditandatangani oleh Perisic.

Wolfsburg diperkirakan mengeluarkan uang 8 juta euro kepada Dortmund untuk mengangkut Perisic. Angka itu membuat Dortmund meraup untung 2,5 juta euro. Pasalnya, saat merekrut Perisic dari FC Brügge pada 2011, Die Schwarzgelben hanya mengeluarkan uang 5,5 juta euro. Namun, sebenarnya angka itu 500 ribu euro lebih rendah dari banderol awal yang ditetapkan manajemen Dortmund.

Kepindahan itu sendiri merupakan keinginan pribadi Perisic. Dia merasa gerah hanya menjadi pemain cadangan di Dortmund. Sepanjang putaran pertama Bundesliga musim ini, dia memang turun dalam 14 laga, namun hanya lima kali sebagai starter. Dari jumlah itu, dia hanya dua kali tampil penuh. Saking kesalnya, dia sempat mengkritik pelatih Jürgen Klopp. “Kalau bukan permintaan dia sendiri, kami sebenarnya tak mau melepas dia,” ungkap Hans-Joachim Watzke, Chairman Dortmund.

Sementara itu, menyikapi kepindahannya, Perisic mengaku gembira. “Aku sangat senang bisa berada di sini. Wolfsburg tengah mengejar target besar,” beber dia seperti dikutip Braunschweiger Zeitung. Sedangkan Allofs menilai perekrutan Perisic adalah langkah besar dari Wolfsburg setelah sebelumnya merekrut pelatih Dieter Hecking dari 1.FC Nürnberg.

Hecking pribadi menyambut baik kedatangan Perisic yang telah 42 kali tampil di Bundesliga 1 dan mencetak sembilan gol. “Dia membuat kami makin fleksibel karena mampu bermain di sisi mana pun di lini penyerangan,” tutur dia.

Hecking benar. Walaupun kerap dimainkan sebagai sayap kiri, Perisic sebenarnya bisa bermain di beberapa posisi lain. Kemampuan ini akan sangat berguna bagi Die Wolfe, terutama dalam mendukung pergerakan Bas Dost sebagai striker andalan musim ini. (@SeppGinz)

Bremen Orbitkan Pemain Muda

10 Feb
Niclas Fuellkrug

Mulai Kamis (9/2), Niclas Füllkrug resmi terdaftar sebagai penggawa tetap tim senior SV Werder Bremen dengan menandatangani kontrak hingga 2015. (Foto: http://www.weser-kurier.de)

PEREMAJAAN TIM sepertinya menjadi fokus utama SV Werder Bremen ke depan. Sadar terhadap banyaknya pemain inti yang sudah dimakan umur dan kondisi keuangan yang tak begitu baik, Bremen menunjukkan geliat dengan mengorbitkan pemain-pemain muda dari lapis kedua. Salah satunya adalah Niclas Füllkrug.

Kamis (9/2), Füllkrug resmi menjadi penggawa tim senior Bremen setelah menandatangani kontrak hingga 2015. Itu bak kado istimewa karena tepat pada hari itu, dia merayakan ulang tahun ke-19. Apalagi dia baru bergabung dengan tim senior sejak pemusatan latihan jelang paruh kedua. Lalu, dia pun baru melakukan debut dua pekan silam. Saat Bremen menghadapi Bayer Leverkusen, Füllkrug diturunkan pada menit ke-63 sebagai pengganti Mehmet Ekici.

“Ini tentu saja sesuatu yang sangat indah bagiku. Saat menjalani debut liga, aku sudah katakan bahwa aku ingin menambah pengalaman agar lebih banyak lagi. Ini tentu menjadi kesempatan bagiku untuk mewujudkan mimpi. Sekarang, segala sesuatunya tergantung pada diriku sendiri,” terang Füllkrug kepada Bundesliga.de.

Tentu saja, bukan tanpa alasan Bremen menyodorkan kontrak profesional kepada Füllkrug. Pelatih Thomas Schaaf mengaku telah lama mengamati penyerang muda itu. “Dia salah satu dari pemain muda yang menonjol. Saya senang dia menerima tantangan yang kami sodorkan,” jelas dia. Sementara Manajer Klaus Allofs yakin Füllkrug punya potensi apik untuk berkembang dan memberikan kontribusi kepada Bremen.

Salah satu bukti potensi itu tentu saja lima gol yang telah ditorehkan Füllkrug dalam 20 laga di Bundesliga 3 bersama Bremen Amatir. Lalu, pada Oktober 2011, dia terpilih sebagai pemain terbaik. Jika mampu meningkatkan kemampuannya, bukan tak mungkin Füllkrug mampu menjadi pengganti Claudio Pizarro dan Markus Rosenberg yang sudah terbilang karatan. (Sepp Ginz)

Pembelaan untuk Hoffenheim

11 Jan

KONTROVERSI SOAL TRANSFER PEMAIN BELIA sepertinya akan terus bergulir. Walaupun sempat TSG 1899 Hoffenheim dihujat banyak pihak karena mencomot Nico Franke (13 th) dari Tennis Borussia Berlin, tren itu justru berlanjut. Pelatih VfL Wolfsburg, Felix Magath, dikabarkan telah merekrut Alexander Laukart (13 th) dari St. Pauli.

Joachim Philipkowski, Koordinator Sektor Junior St. Pauli, bisa memaklumi perpindahan itu. Namun, dia memberikan satu catatan. “Dibandingkan dengan di sana (Wolfsburg), infrastruktur dan kondisi kami jelas lebih buruk,” kata dia seperti dikutip Bild. “Alexander termasuk lima pemain kelahiran 1998 terbaik di Hamburg. Kami harus menerima perpindahannya. Tapi, dalam pandangan saya, dia tak akan 100 persen efisien di Wolfsburg. Dia terjauh dari lingkungan keluarganya. Saya kira, mengingat umurnya, langkah ini tidaklah tepat.”

Menanggapi hal itu, Waldemar, ayah Alexander, mengaku tak terlalu khawatir. Menurut dia, simpel saja urusannya. “Ini bukan masalah uang. Hal terpenting adalah dia menikmati permainannya. Oleh karena itu, jika gagal, dia akan kembali,” jelas dia kepada Hamburger Abendblatt.

Satu hal menarik, beberapa tokoh ternama di sepak bola Jerman justru menunjukkan dukungan atas tren tersebut. “Saat ini, kita dituntut untuk agresif. Kalau tidak, kita tak akan mendapatkan pemain,” ucap Klaus Allofs, Direktur Olahraga SV Werder Bremen. Sementara pelatih Borussia Dortmund, Jürgen Klopp, berujar, ”
Saya kira pelarangan terhadap transfer pemain muda adalah sesuatu yang tak masuk akal.”

Itu selaras dengan pernyataan Manajer Hoffenheim Ernst Tanner. “Kami berada di sebuah kompetisi dan hanya melakukan sesuatu yang juga dilakukan para kompetitor dan semua pihak di negeri ini,” kata dia.

Dalam sejarah, perekrutan pemain yang masih tergolong anak-anak sudah lama terjadi. Bahkan, Lionel Messi yang baru saja meraih
FIFA Ballon d’Or
untuk kali ketiga pindah dari Argentina ke Barcelona saat berumur 13 tahun. (Sepp Ginz)

Naldo Berubah Pikiran

9 Jan

KURANG DARI SEMINGGU dari pernyataan soal keinginan kembali ke tanah airnya, Naldo mengubah pendirian. Bek SV Werder Bremen itu menegaskan bakal tetap membela panji Die Werderaner dan melupakan kepindahan pada Januari ini. Pertimbangannya, dia tak ingin merugikan klub yang telah meroketkan namanya itu.

“Aku menerima tawaran yang menggiurkan. Internacional Porto Alegre adalah klub papan atas. Ketertarikan mereka membuatku tersanjung. Tapi, perpindahan tak bisa diwujudkan. Sekarang, masalah ini sudah usai,” jelas Naldo kepada Bild. “Aku akan tetap bertahan di Werder Bremen!”

Hal yang membuat bek yang dikenal tangguh di belakang dan tajam di kotak penalti lawan itu berubah pikiran adalah kecilnya jumlah uang yang ditawarkan Internacional kepada Bremen. Kabarnya, meski bersedia memberikan gaji besar kepada Naldo, Internacional hanya mau menebus dia dengan harga 1 juta euro. Kontan saja tawaran itu ditolak oleh Direktur Olahraga Klaus Allofs yang sejak awal tak mau melepas Naldo.

“Aku telah berbicara dengan Klaus. Dia mengatakan tawaran itu tak bagus untuk Bremen. Aku tak kecewa dan akan tetap bersenang hati bermain untuk Bremen,” lanjut bek yang kini masih dalam proses pemulihan iritasi di lututnya yang cedera.

Bagi pelatih Thomas Schaaf, pernyataan Naldo jelas melegakan. Pasalnya, dia tak punya bek lain yang seandal Naldo. Selepas kepergian Per Mertesacker ke Arsenal pada awal musim, peran bek berumur 29 tahun itu kian vital sebagai jenderal di lini belakang Bremen. Musim ini, dia turun dalam 12 laga Bremen di Bundesliga 1 dengan torehan satu gol. (Sepp Ginz)

Bremen Coba Tahan Naldo

4 Jan
Naldo

Naldo harus siap-siap tak bisa memenuhi keinginan hengkang karena bakal dipertahankan manajemen SV Werder Bremen. (www.weder.de)

KEINGINAN NALDO untuk kembali ke negerinya, Brasil, dengan merapat ke Internacional rupanya bakal menemui hambatan lumayan besar. Sebabnya, kubu SV Werder Bremen tak mau kehilangan pemain kunci pada bursa transfer musim dingin ini. Hal itu ditegaskan Direktur Olahraga Klaus Allofs.

“Saya bisa mengerti keinginan Naldo. Di Brasil, dia bisa mendapatkan uang lebih banyak dari yang kami berikan, lalu dia pun bisa dekat dnegan keluarganya. Bahkan, itu akan memperbesar peluangnya masuk ke timnas Brasil,” ungkap Allofs kepada Weser Kurier. “Tapi, Naldo masih terikat kontrak. Lagi pula, sejauh ini tak ada tawaran yang datang dari Brasil.”

Lebih jauh, Allofs menyatakan kemungkinan Internacional mau memboyong Naldo sesuai harga saat ini masih tanda tanya. Menurut dia, meski pun klub-klub Brasil cenderung royal dalam menggaji pemain, kemampuan membayar uang transfer tidaklah seperti itu. Meski begitu, dia tak menutup kemungkinan Bremen harus kehilangan bek andalannya itu.

Naldo pribadi masih memendam keyakinan bisa kembali ke Brasil. “Aku yakin Internacional akan mengirimkan seseorang ke Bremen untuk bertemu dengan Klaus Allofs,” harap dia. (Sepp Ginz)

Schaaf di Ambang Rekor

20 Dec
Thomas Schaaf and Klaus Allofs

Perpanjangan kontrak hingga 2014 akan membuat Thomas Schaaf bisa melewati rekor pelatih terlama di SV Werder Bremen yang sebelumnya dipegang Otto Rehhagel. (Foto: http://www.badische-zeitung.de)

JALINAN ISTIMEWA antara Thomas Schaaf dan SV Werder Bremen rupanya kian erat saja. Meski prestasi Bremen pada musim lalu terbilang buruk dan musim ini pun masih belum stabil, manajemen klub itu ternyata masih menaruh kepercayaan besar kepada Schaaf.

Buktinya, Senin (19/12), kontrak Schaaf yang akan habis pada akhir musim ini diperpanjang hingga 2014. Bersama Schaaf, Direktur Olharaga Klaus Allofs juga menandatangani perpanjangan kontrak hingga 2015. Dua kesepakatan ini jelas membuat Die Werderaner senang. Maklum, selama bertahun-tahun, keduanya adalah sosok sentral di klub yang bermarkas di Weserstadion ini.

“Kami sangat senang. Ini adalah hari yang sangat baik bagi Werder,” ucap Willi Lemke, Chairman Supervisory Board Bremen. “Seperti yang kami inginkan, goresan tinta tanda tangan harus sudah kering sebelum Natal.”

Satu hal yang menarik, kontrak baru hingga 2014 potensial membuat Schaaf menjadi legenda baru Bremen. Jika mampu bertahan hingga kontraknya usai, dia akan tercatat sebagai pelatih terlama di sana dengan masa kerja 15 tahun. Sebelumnya, rekor pelatih terlama dipegang Otto Rehhagel yang menukangi Bremen selama 14 tahun dari 1981 hingga 1995. (Sepp Ginz)