Tag Archives: martin Kind

Kind Larang Video Scouting

24 Jan
Saat berdiri bersebelahan inilah pelatih Mirko Slomka menyadari França tak setinggi yang diperkirakan semula. (Foto: www.metro.co.uk)

Saat berdiri bersebelahan inilah pelatih Mirko Slomka menyadari França tak setinggi yang diperkirakan semula. (Foto: http://www.metro.co.uk)

PELAJARAN BERHARGA didapatkan Hannover 96 pada bursa transfer musim dingin yang masih berlangsung pada saat ini. Gara-gara merasa tertipu, Presiden Martin Kind melarang video scouting atau pemantauan pemain incaran hanya lewat rekaman video.

Ceritanya, pada Selasa (22/1), Die Roten mengumumkan secara resmi kedatangan pemain baru dari Brasil. Namanya Wellington Wildy Muniz dos Santos “França”. Dia ditransfer seharga 1,3 juga euro dari Noroeste. Masalah muncul ketika diketahui gelandang bertahan berumur 21 tahun itu hanya bertinggi 181 cm. Padahal, sebelumnya dia ditengarai bertinggi 190 cm. Orang pertama yang menyadari hal itu adalah pelatih Mirko Slomka kala berdiri bersebelahan. Maklum, dia bertinggi 187 cm.

Slomka mengaku kecewa. “Apa yang bisa saya katakan? Saya sangat terkejut. Salah satu kriteria yang membuat kami tertarik merekrut dia adalah posturnya,” ujar pelatih yang sempat didekati FC Bayern München itu seperti dikutip Bild.

Tak mau kejadian serupa terulang, Kind langsung mengeluarkan peraturan baru menyangkut pembelian pemain baru. “Agar tak terulang, observasi individu secara langsung dan wawancara harus dijadikan standar baku dalam transfer pemain. Dalam kasus ini, kami memang melakukan hal berbeda. (Direktur Olahraga) Jörg Schmadtke dan Slomka telah mengamati sang pemain lewat video dan mereka sepakat membeli dia,” tutur Kind.

Schmadtke berkilah, kekeliruan itu terjadi karena dirinya terlalu sibuk mengurusi proses transfer pemain-pemain lain. “Empat pembelian pada musim dingin yang kami lakukan sangat menyibukkan. Itu sebabnya tidak mungkin melakukan penerbangan ke Amerika Selatan,” beber eks penjaga gawang itu. (@SeppGinz)

Advertisements

Dua Ambisi Cherundolo

15 Feb
Steven Cherundolo

Merasa kerasan, Steven Cherundolo sangat ingin terus berkiprah di Hannover 96 setelah kariernya usai. (Foto: http://www.ndr.de)

UMUR BOLEH TUA, tapi bukan berarti semangat dan ambisi tak boleh menyamai anak muda. Sepertinya, itulah yang coba ditunjukkan Steven Cherundolo. Bek kanan Hannover 96 itu punya ambisi tinggi meski umurnya sudah 32 tahun. Setidaknya ada dua ambisi besar yang masih diusungnya hingga kini.

Pertama, Cherundolo ingin bertahan di timnas AS dalam waktu lebih lama lagi. Secara khusus, dia menunjuk Piala Dunia 2014 di Brasil sebagai target utamanya. “Aku ingin tetap berada di timnas hingga 2014,” ungkap dia kepada NDR seraya menegaskan hal itu bukan impian kosong. “Andai aku tetap menunjukkan performa apik bersama Hannover, tak ada alasan au tersisih dari timnas.”

Kedua, Cherundolo ingin terus mengabdi kepada Hannover. Bahkan, setelah kariernya sebagai pemain usai, dia ingin tetap bertahan di AWD Arena. “Aku merasa sangat betah di Hannover,” kata dia. “Menjadi pelatih termasuk salah satu hal yang menarik minatku.”

Pemain yang telah mengabdi selama 14 tahun di Hannover itu pun tak bertepuk sebalah tangan. Keinginannya sesuai dengan pertimbangan klub. Presiden Martin Kind nyata-nyata mengungkapkan kemungkinan memberi tugas lain ketika Cherundolo pensiun.

“Dia telah menjadi pujaan semua orang Hannover. Setelah kariernya usai, dia masih bisa tetap di sini karena dia memang luar biasa. Kepemimpinan dan tanggung jawabnya kian berkembang. Ban kapten yang idsandang saat ini adalah bukti dari perkembangan itu,” papar Kind. (Sepp Ginz)

Hannover Ingin Lepas Ya Konan

14 Jan

IBARAT PUTARAN RODA, kadang di atas, kadang di bawah. Begitulah banyak orang mengibaratkan kehidupan. Dan bagi Didier Ya Konan, putaran roda kehidupannya saat ini sangatlah cepat. Dari sosok yang sangat diandalkan, penyerang yang tengah memperkuat timnas Pantai Gading di Piala Afrika itu kini menjadi salah satu pemain yang ingin dilepas oleh Hannover 96.

Hal itu diisyaratkan Presiden Martin Kind yang gerah melihat sang striker baru mencetak satu gol dalam 15 laga yang dilakoni pada paruh pertama. Padahal, musim lalu, dia mampu mengoleksi 14 gol dari 28 pertandingan. Hal yang membuat Kind marah, penurunan itu justru terjadi setelah Ya Konan mendapat perpanjangan kontrak dan kenaikan gaji. Dia menilai Ya Konan sudah terperangkap dalam situasi nyaman dan enggan berusaha lebih keras lagi.

“Setelah perpanjangan kontrak, dia sepertinya jadi merasa nyaman. Dia kini sudah kelebihan berat badan dan punya mobil mewah,” kata Kind seperti dikutip Kantor Berita SID seraya menyatakan hasrat melepas pemain berumur 27 tahun itu. “Bursa transfer Januari itu biasanya agak sulit. Tapi, kami akan mencobanya (menjual Ya Konan, –Red.).”

Setidaknya ada dua hal yang membuat Hannover sulit menjual eks pemain Rosenborg tersebut. Pertama, tentu saja performa yang sangat buruk dan etos kerja yang lemah. Tim mana pun pasti berpikir ulang untuk merekrut pemain seperti itu. Kedua, banderol Ya Konan saat ini lumayan tinggi. Transfermarkt menaksir harga Ya Konan adalah 9 juta euro. Hanya klub-klub tertentu yang bisa membeli pemain dengan banderol tinggi seperti itu. (Sepp Ginz)

Hannover Perangi Fans Nakal

14 Dec
Pyrotechnic in Hannover

Fans Hannover 96 harus menanggung denda yang dijatuhkan DFB kepada klub jika menyalakan petasan di stadion. (Foto: http://www.neuepresse.de)

FANS BERULAH, klub yang terkena getah. Itulah pemandangan yang kerap tersaji selama ini. Setiap kali ada fans yang masuk ke lapangan, menyalakan petasan atau memicu kerusuhan, biasanya klub yang lantas mendapatkan hukuman. Dynamo Dresden bahkan harus melupakan ajang DFB Pokal musim depan karena ulah para suporternya saat menjamu Borussia Dortmund.

Kini, sebuah langkah menarik diambil Hannover 96. Guna menimbulkan efek jera, manajemen Die Roten menerapkan kebijakan yang mengharuskan pelaku yang membayar denda yang dijatuhkan oleh DFB kepada klub. Hal itu sudah diberlakukan kepada seorang fans nakal yang menyalakan petasan saat menghadapi FC Augsburg, 24 September lalu. Dia kini diharuskan membayar 4.000 euro.

“Dalam pandangan saya, tak ada cara lain yang disa dilakukan sebagai alternatif solusi. Kami akan terus membebankan hukuman kepada sang pelaku dan akan mencoba menekan DFB dan UEFA untuk menjatuhkan denda kepada orang-orang yang mengotori pertandingan (bukan klub),” urai Presiden Martin Kind.

Solusi yang diambil Hannover ini terbilang menarik dan sepertinya patut dipertimbangkan oleh klub-klub lain. Apalagi sebelumnya Augsburg juga melakukan hal yang mirip. Mereka membebankan sebagian denda 3.000 euro yang dijatuhkan DFB kepada pelaku streaker yang mengganggu laga versus FC Bayern München. Denda yang terbilang besar tentu akan membuat para fans nakal berpikir ulang untuk membuat kekacauan. (Sepp Ginz)

Percik Ambisi Hannover

7 Oct
Stabilitas performa Mohammed Abdellaoue dkk. pada musim ini membuat Presiden Martin Kind yakin Hannover berpeluang lolos ke Liga Champions. (Foto: www.torwart.de)

Stabilitas performa Mohammed Abdellaoue dkk. pada musim ini membuat Presiden Martin Kind yakin Hannover berpeluang lolos ke Liga Champions. (Foto: http://www.torwart.de)

SUKSES BESAR yang dituai musim lalu dengan merebut tiket ke Liga Europa rupa-rupanya menumbuhkan optimisme lebih tinggi di kubu Hannover 96. Tak tanggung-tanggung, Presiden Martin Kind menyebut Liga Champions sebagai target Die Roten selanjutnya.

“Untuk menjuarai Bundesliga 1 memang berat, tapi saya kira kami punya kans lolos ke Liga Champions,” kata Kind dengan penuh percaya diri. “Hal terpenting adalah meningkatkan kepercayaan diri. Saat ini, kami berada di depan delapan hingga sembilan klub lainnya.”

Keyakinan itu bukan tanpa dasar. Kind menilai Hannover saat ini sudah stabil. Dia bahkan mengatakan fase pembangunan fondasi tim sudah dilewati dengan baik. Kebangkitan Die Roten yang pada akhir musim 2009-10 sempat terancam degradasi, menurut dia, bukan sebuah kebetulan.

“Kami melakukan analisis secara terperinci tentang apa yang harus kami pelajari dan apa yang harus diubah. Lalu, kami menyiapkan strategi transfer yang baru,” tutur Kind lagi seraya memuji peran Slomka. “Dia sangat pandai memotivasi dan begitu komunikatif. Posisi keempat musim lalu adalah hasil dari putusan-putusan dan kemampuannya.”

Menilik jejak langkah sejauh ini, harapan dan ambisi Kind bukan impian kosong. Meski disibukkan oleh laga di Liga Europa, Jan Schlaudraff cs mampu mempertahankan performa. Buktinya, mereka masih bercokol di posisi kelima klasemen sementara Bundesliga 1 dan baru menuai satu kekalahan. Mereka pun hanya terpaut satu angka dari SV Werder Bremen yang berada di posisi kedua. So, andai tetap bisa tampil konsisten sepanjang musim, kembali finish di posisi keempat yang kali ini berbuah tiket ke babak play-off Liga Champions bukanlah sesuatu yang mustahil digapai. (Sepp Ginz)

Idola Baru Hannover

3 Oct
Mohammed Abdellaoue

Seiring garfik permainannya yang meningkat pesat, Mohammed Abdellaoue kini mengancam popularitas Didier Ya Konan sebagai striker pujaan fans Hannover 96. (Foto: http://www.focus.de)

BEGITU NAMA Didier Ya Konan disebut, hal pertama yang terlintas di kepala adalah sosok sumber gol utama Hannover 96. Dalam dua musim terakhir, striker asal Pantai Gading itu tercatat sebagai penyumbang gol terbanyak bagi Die Roten. Musim 2009-10, dia menorehkan sembilan gol, sementara musim lalu 15 gol. Tak heran jika dia menjadi idola di AWD Arena.

Akan tetapi, popularitas Ya Konan sekarang terancam. Geliat yang ditunjukkan Mohammed Abdellaoue adalah sebabnya. Musim ini, dalam delapan pekan, dia berhasil menorehkan enam gol. Termasuk hat-trick yang mengantar Hannover menang 3-2 atas SV Werder Bremen, Minggu (2/10).

Hat-trick itu sendiri punya makna spesial karena menjadi yang pertama sepanjang dirinya berseragam Die Roten. Lain dari itu, dia pun menjadi pemain Norwegia kedua yang sanggup membukukan hat-trick di Bundesliga 1. Pemain lainnya adalah Arne-Larsen Økland. Sepanjang kiprahnya bersama Bayer Leverkusen pada awal 1980-an, dia membukukan tiga kali hat-trick. Dua kali pada musim 1980-81 dan sekali pada 1982-83.

Tak heran bila pemain yang akrab dipanggil Moa itu tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. “Mencetak tiga gol sungguh fantastis. Ini sungguh malam yang luar biasa,” kata dia. “Bremen sangat kuat, terutama pada babak kedua, tapi kami tetap bisa meraih kemenangan.”

Dan mengingat hat-trick-nya dibukukan ke gawang Bremen yang merupakan rival di Jerman Utara, sudah barang tentu Moa kini menjadi pemain yang dielu-elukan oleh para fans Hannover. Di mata para petinggi klub, Moa pun kini memiliki tempat khusus. “Dia seorang pemain yang bagus. Kami tak akan menjualnya,” tegas Presiden Martin Kind. Sedangkan pelatih Mirko Slomka berujar, “Dia memang mesin gol sejati.”

Sementara itu, di tengah puja-puji yang terlontar untuk Moa, Ya Konan masih harus terus berjuang memulihkan kondisinya dan merebut kembali tempatnya di tim utama pasukan Mirko Slomka. (Sepp Ginz)