Tag Archives: Michael Skibbe

Dutt Tetap Dibela

22 Feb
Robin Dutt

Meski dikecam fans dan memiliki rekor tak bagus, Robin Dutt tetap diproyeksikan untuk berada di kursi pelatih pada musim depan oleh Chairman Bayer Leverkusen Wolfgang Holzhäuser. (Foto: http://www.sport24.com).

ROBIN DUTT bisa bernapas lega. Di tengah tekanan dari para fans Bayer Leverkusen yang tak henti menyuarakan tuntutan agar dirinya mundur, dia mendapat dukungan penuh dari para petinggi klub. Chairman Wolfgang Holzhäuser bahkan memberikan garansi dirinya tetap berada di kursi pelatih.

“Dari perspektif saat ini, tak ada alasan kami tak bersama Robin Dutt pada musim depan,” tegas Holzhäuser dalam wawancara dengan Kölner Express. “Dia telah bekerja dengan baik dan kami sangat memercayai pelatih meski dia tak mampu menyenangkan semua fans.”

Lebih jauh, pria berumur 62 tahun itu mengkritik para fans yang menyiuli para pemain saat Leverkusen menang 4-1 atas FC Augsburg. Menurut dia, tak seharusnya para fasn berbuat seperti itu karena Gonzalo Castro cs bermain sangat baik. “Saya mengerti reaksi negatif para fans, namun tak seharusnya itu dilakukan saat tim bermain bagus,” ujar dia.

Reaksi fans yang kecewa memang bisa dimengerti. Pasalnya, prestasi Leverkusen musim ini sangat kontras dengan saat ditangani Jupp Heynckes pada 2009-10 dan 2010-11. Bahkan, jika ditelusur satu dekade ke belakang, Dutt adalah salah satu pelatih terburuk. Menilik hasil yang diraih dalam 22 laga pertama, prestasi pelatih berdarah India itu hanya lebih baik dari Michael Skibbe. Dutt meraih 34 poin, sedangkan Skibbe hanay mengoleksi 33 angka. Namun, menariknya, Skibbe bisa bertahan hingga dua musim di BayArena. (Sepp Ginz)

Perbandingan Prestasi Pelatih Leverkusen
Pelatih Menang Seri Kalah Selisih Gol Nilai
Klaus Toppmöller 14 3 5 51-27 45
Klaus Augenthaler 12 6 4 41-22 42
Michael Skibbe 9 6 7 38-30 33
Bruno Labbadia 11 3 8 44-30 36
Jupp Heynckes 13 9 0 48-18 48
Robin Dutt 9 7 6 32-29 34
– Dalam 22 laga pertama
– Pelatih sejak 2000-01
– Data hingga 22 Februari 2012
Advertisements

Simpati Babbel untuk Skibbe

15 Feb
Pemecatan yang dialami hanya setelah lima laga memimpin Hertha BSC Berlin menjadikan Michael Skibbe pelatih terburuk pada era 2000-an. (Foto: www.bz-berlin.de)

Pemecatan yang dialami hanya setelah lima laga memimpin Hertha BSC Berlin menjadikan Michael Skibbe pelatih terburuk pada era 2000-an. (Foto: http://www.bz-berlin.de)

SIMPATI MENDALAM disampaikan pelatih TSG 1899 Hoffenheim, Markus Babbel, kepada Michael Skibbe yang dipecat hanya setelah lima laga mendampingi Hertha BSC Berlin. Maklum, dia juga pernah merasakan hal serupa. Pada Desember lalu, Babbel memang didepak oleh Hertha gara-gara tak segera menyetujui perpanjangan kontrak. “Saya ikut prihatin atas hal yang dialami Michael. Bagaimanapun, Hertha tetap ada di hati saya. Ada banyak orang baik di sana dan kami pernah meraih sukses,” urai Babbel kepada Bild.
 
Skibbe memang patut dikasihani. Maklum, dengan rekor kekalahan dalam lima laga yang dilakoni, dia menjadi pelatih dengan rekor terburuk era 2000-an. Dia lebih buruk dari Christoph Daum yang pada musim lalu menuai tiga hasil imbang dan empat kali kalah dalam tujuh laga memimpin Eintracht Frankfurt.
 
Skibbe pribadi masih tak habis pikir atas pemecatan yang dialaminya. “Hanya bertugas selama 41 hari jelas rekor negatif dalam karier saya,” ungkap dia. “Selama 20 hari pertama dan pemusatan latihan, semuanya tampak sempurna dan tak ada tanda-tanda kami akan seperti ini.”
 
Lebih jauh, eks asisten Rudi Völler saat menukangi timnas Jerman itu memendam keyakinan kondisi Die Alte Dame akan jauh lebih baik andai dia diberi waktu lebih panjang lagi. Namun, Manajer Michael Preetz tak bisa lagi bersabar dan memilih mendepaknya dengan kompensasi 500 ribu euro. Hertha pun kini untuk sementara ditukangi pelatih tim U-19, Rene Tretschok, yang dibantu pelatih U-15, Ante Covic. (Sepp Ginz)

Skibbe Tak Merasa Gagal

8 Feb
Michael Skibbe

Meski gagal mempersembahkan poin dalam tiga laga awal, Michael Skibeb tak merasa ada masalah besar di Hertha BSC Berlin. (Foto: http://www.torwart.de)

TIGA KALI menelan kekalahan dari tiga laga yang dilakoni tak membuat Michael Skibbe merasa gagal dan menyesali putusannya menerima pinangan Hertha BSC Berlin untuk menggantikan posisi Markus Babbel. Dia yakin torehan hasil buruk itu hanyalah awal dari proses yang akan berbuah manis.

“Saya tak pernah menyesali putusan ini. Sebaliknya, saya sangat senang bisa berada di Berlin dan melatih Hertha. Pekerjaan ini sangat menantang bagi saya,” kata Skibbe dalam wawancara dengan BZ Berlin. “Saya sangat yakin pada akhirnya kami akan memperlihatkan kelas yang sesungguhnya.”

Lebih jauh, eks pelatih Borussia Dortmund dan Bayer Leverkusen itu yakin tak ada masalah besar yang ada di klub berjuluk Die Alte Dame tersebut. Menurut dia, kondisi tim sangat baik. Tak terkecuali kekuatan tim yang tetap bagus meski tanpa penambahan pemain baru. Skibbe yakin, mereka hanya tinggal menunggu waktu untuk bangkit.

“Saya ini orang yang berpandangan positif. Saya selalu melakukan segala yang bersifat positif dan mendukung hala-hal yang baik. Apakah saya akan menampar jika seseorang melakukan kesalahan? Tidak. Saya hanya akan kembali membangun dan mengeluarkan kekuatannya,” jelas Skibbe lagi.

Meski begitu, Skibbe tak boleh menganggap remeh situasi yang ada. Pasalnya, andai Christian Lell cs kembali kalah pada pekan depan, dia akan dikenang sebagai pelatih dengan start terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Setidaknya, dalam lima tahun terakhir tak pernah ada pelatih yang menelan kekalahan dalam empat laga perdananya. (Sepp Ginz)

Target Khusus Skibbe

20 Jan
Hertha BSC Berlin

Michael Skibbe yakin Raffael bisa membantu dalam menerapkan sepak bola ala Barcelona di Hertha BSC Berlin. (Foto: http://www.torwart.de)

HERTHA BSC BERLIN memang klub medioker yang tak memiliki bintang berkelas dunia. Namun, itu tak menghalangi pelatih Michael Skibbe mematok target tinggi. Bukan deretan trofi dalam waktu singkat, yang diinginkan pelatih berumur 46 tahun itu adalah permainan yang atraktif.

Tak tanggung-tanggung, Skibbe menginginkan Christian Lell dkk. bermain seperti FC Barcelona. Walaupun dengan materi pemain yang jauh berbeda, dia tetap optimistis. “Kami harus menargetkan bermain atraktif, yakni permainan sepak bola menyerang secara cepat,” kata dia kepada BZ Berlin. “Raffael dan Ronny sudah cukup bisa menerapkannya. Meski begitu, tentu saja kami tak akan pernah bisa seperti Barcelona.”

Guna mewujudkan hal itu, Skibbe sudah mulai menerapkan menu latihan khusus. Dia menerapkan umpan-umpan pendek dan menuntut perubahan cepat dari posisi bertahan ke menyerang. Para pemain pun lebih sering berlatih dengan menggunakan bola. Perubahan ini direspons positif oleh para pemain. “Suasana latihan sangat menyenangkan. Setiap hari, kami meningkatkan kemampuan penguasaan bola,” kata Lell.

Kini, patut ditunggu apakah sentuhan awal Skibbe akan langsung terlihat saat Die Alte Dame melawat ke easyCredit-Stadion milik 1.FC Nürnberg pada Sabtu (21/1). Satu ukuran pasti, tentu saja penguasaan bola. Setidaknya, di Nürnberg, mereka harus melebihi rata-rata penguasaan bola pada paruh pertama yang hanya 45,98 persen. (Sepp Ginz)

Motivasi Khusus Skibbe

6 Jan
Michael Skibbe

Berhasil mengantar Hertha BSC Berlin ke kompetisi antarklub Eropa, Michael Skibbe bakal mendapat bayaran tambahan. (Foto: http://www.n-tv.de)

ADA OPTIMISME TINGGI yang diusung Michael Skibbe, pelatih baru Hertha BSC Berlin. Saat diperkenalkan pertama kali sebagai pengganti Markus Babbel, dia dengan yakin menargetkan Die Alte Dame mengakhiri musim di posisi keenam alias merebut tiket ke Liga Europa.

Selidik punya selidik, ada motivasi khusus di balik optimisme itu. Seperti diberitakan BZ Berlin, pelatih berumur 46 tahun itu akan mendapatkan bonus khusus jika mengantar Hertha berprestasi apik. Hal itu tertera dengan jelas dalam klausul kontraknya yang berlaku hingga 2014. Itu dibenarkan oleh Manajer Michael Preetz. “Kami memang telah mendiskusikan hal itu secara detail dengan dia,” ungkap dia.

Jika berhasil mengantar Hertha menjuarai DFB Pokal dan merebut tiket ke Liga Europa, Skibbe akan diganjar bonus 150 ribu euro. Sementara itu, andai Patrick Ebert dkk. mampu lolos ke Liga Champions, bonus yang didapatkann akan lebih besar, yakni 250 ribu euro. Skibbe sendiri digaji 1 juta euro per tahun oleh Hertha.

Lalu, bagaimana bila Skibbe gagal total? Kiprahnya di Olympiastadion dipastikan tak akan bisa lebih lama. Sesuai klausul kontraknya, dia harus angkat kaki bila hingga 2014 tak sanggup memberikan trofi dan membawa Die Alte Dame berprestasi apik di Bundesliga 1. (Sepp Ginz)

Ronny Gantikan Raffael

5 Jan
Ronny

Rencananya, Ronny bakal diturunkan di posisi Raffael oleh pelatih baru Hertha BSC Berlin, Michael Skibbe. (Foto: http://www.warzesh90.com)

SEBUAH RENCANA MENARIK disiapkan Michael Skibbe untuk menghadapai paruh kedua musim 2011-12 yang dimulai pada 20 Januari mendatang. Pelatih anyar Hertha BSC Berlin itu bermaksud memasang Ronny di posisi  sang kakak, Raffael. Itu dilakukan sebagai antisipasi atas skorsing empat laga yang didapatkan Raffael.

“Dia pemain yang sangat baik. Itu bisa terlihat jelas. Saya mempertimbangkan dia menggantikan saudaranya pada laga-laga awal nanti,” ucap Skibbe kepada BZ Berlin. Rencana itu bukan tanpa alasan. Saat menyingkirkan 1.FC Kaiserslautern di DFB Pokal, Ronny tampil apik di posisi Raffael. “Ronny bekerja dengan sangat baik,” lanjut dia.

Menanggapi rencana itu, Ronny menyatakan kesiapannya. Dia menilai hal itu sebagai motivasi tambahan untuk kembali ke tim utama. “Aku akan berlatih keras sehingga pada akhirnya bisa membantu tim,” kata dia. (Sepp Ginz)

Asa Baru Ronny

3 Jan
Ronny

Kedatangan Michael Skibbe membuka peluang Ronny untuk kembali unjuk gigi. (Foto: http://www.bz-berlin.de)

PERGANTIAN PELATIH selalu membawa harapan baru bagi para pemain yang sempat terpinggirkan. Bek Hertha BSC Berlin, Ronny, merasakan hal itu ketika Markus Babbel digantikan Michael Skibbe. Pemain asal Brasil yang sempat disortir dan tak masuk tim utama pada era Babbel itu dipastikan bisa berharap banyak.

Indikasinya sangat jelas. Skibbe sampai meminta eks anak buahnya di Eskisehirspor, Dede, untuk menjelaskan secara langsung via telepon kepada Ronny dan Raffael soal kepemimpinan Skibbe. Secara khusus, soal Ronny, Skibbe mengatakan kepada Bild, “Ronny belakangan telah memperlihatkan kemampuannya. Dia akan mendapatkan kesempatan dari saya.”

Skibbe yakin bisa mengoptimalkan kemampuan Ronny dan para pemain Amerika Selatan lainnya. “Saya suka bekerja sama dengan orang-orang Amerika Selatan. Saya telah melatih banyak pemain Brasil dan sering pula memantau para pemain muda dari sana. Saya tahu persis mentalitas mereka. Saya juga bisa berbicara dalam bahasa Portugis dan Spanyol,” urai dia.

Lebih lanjut, eks asisten Rudi Völler saat menukangi timnas Jerman itu mengajukan beberapa contoh pengalaman masa lalunya. “Lincoln, Chris, Dede, Caio adalah beberapa contoh pemain yang pernah saya tangani. Orang bilang saya bisa bekerja sama apik dengan para pemain Amerika Selatan,” ujar Skibbe kepada BZ Berlin.

Karena memahami karakteristik dan mentalitas para pemain Amerika Selatan dengan baik, tak jarang Skibbe memberikan perlakuan khusus. Contohnya saat dia menukangi Bayer Leverkusen. Seperti diungkapkan kepada BZ Berlin, Skibbe mengaku memberikan waktu pulang kampung sebulan sekali kepada Arturo Vidal. Pasalnya, dia menilai Vidal tak bisa menikmati waktu libur mingguan seperti para pemain lain yang tak terpisah jauh dari keluarganya.

Kebijakan serupa bisa jadi bakal dirasakan Ronny. Apalagi Skibbe akan tetap didampingi Edwin Bokamp sebagai asisten. Selasa (3/1), dia menandatangani kontrak hingga 2014. Sebagai sosok yang lama mendampingi Skibbe, Bokamp tentu juga mengerti cara Skibbe menangani para pemain Amerika Selatan. (Sepp Ginz)