Tag Archives: Rene Adler

Adler Tak Mau Gantikan VdV

5 Jan
René Adler dan Lilli Hollunder tak suka menjadi sorotan publik secara berlebihan. (Foto: www.am-ende-des-tages.de)

René Adler dan Lilli Hollunder tak suka menjadi sorotan publik secara berlebihan. (Foto: http://www.am-ende-des-tages.de)

GONJANG-GANJING berakhirnya hubungan Rafael van der Vaart dan sang istri, Sylvie, belakangan ini sangat marak di pelbagai media massa. Hal itu jelas menimbulkan keprihatinan di kalangan rekan-rekannya. Pasangan yang selama ini terlihat mesra dalam segala kesempatan dan disebut-sebut sebagai pasangan idaman di Hamburg justru berakhir tragis.

Seiring hal itu, satu pertanyaan muncul. Siapakah yang akan menggantikan VdV-Sylvie sebagai pasangan idaman di kubu Die Rothosen? Satu nama yang langsung terlintas di benak beberapa orang pastilah René Adler. Maklum, dia berpacarkan seorang figur publik, yakni aktris Lilli Hollunder. Namun, eks kiper Bayer 04 Leverkusen itu buru-buru menolaknya.

Menurut Adler, dia dan Lilli tidak seperti VdV-Sylvie yang glamor dan kerap mendapatkan sorotan media massa. “Aku senang kami tak jadi sorotan publik. Aku sudah mendiskusikan itu dengan pacarku. Tentu bukan tanpa tujuan. Sorotan publik memang kadang menyenangkan, tapi hubungan jauh lebih penting bagiku. Adakalanya kami juga bertengkar.”

Lebih jauh, anak semang Rüdiger Vollborn itu menjelaskan, “Privasi sangatlah penting bagi kami. Kami memilih jalur ini dan akan menjaga cinta kami sebisa mungkin.” (@SeppGinz)

Advertisements

Pfaff Puji Kiper-kiper Jerman

1 Jan
Bahkan Thomas Kraft yang membela klub Bundesliga 2, Hertha BSC Berlin, dinilai punya kemampuan sangat apik oleh Jean-Marie Pfaff. (Foto: www.bz-berlin.de)

Bahkan Thomas Kraft yang membela klub Bundesliga 2, Hertha BSC Berlin, dinilai punya kemampuan sangat apik oleh Jean-Marie Pfaff. (Foto: http://www.bz-berlin.de)

KEBERADAAN kiper-kiper mumpuni di Bundesliga 1 membuat Jean-Marie Pfaff, kiper legendaris Belgia yang pernah membela FC Bayern München, terkesima. Dia mengaku kagum terhadap kiper-kiper yang dimiliki Jerman.

Kekaguman Pfaff itu terungkap dalam wawancara dengan Kölner Express. “Bahkan kiper dari (Hertha BSC) Berlin, Thomas Kraft, sangat bagus,” ucap dia. “(Sven) Ulreich juga tidak buruk. Sedangkan untuk (Marc-André) ter Stegen dari Borussia Mönchengladbach, saya hanya bisa katakan: Oh, la, la!”

Sementara soal kiper terbaik Jerman saat ini, Pfaff menyebut dua nama. Mereka adalah Manuel Neuer dari Bayern dan René Adler yang saat ini membela Hamburger SV. Dia bahkan berani mengatakan Adler akan mampu mengancam posisi Neuer sebagai kiper nomor satu di tanah Jerman pada saat ini.

Meski demikian, dalam pandangan Pfaff, dari sekian banyak kiper bagus yang dimiliki Jerman saat ini, tak ada yang tergolong kiper kelas dunia. “Ada banyak kiper bagus, tapi belum ada yang berkelas dunia seperti Sepp Maier, Harald Schumacher, dan Norbert Nigbur pada zaman dulu,” terang dia. (@SeppGinz)

Adler Terbaik, Neuer Terpuruk

1 Jan
Tampil apik bersama Hamburger SV, René Adler terpilih sebagai kiper terbaik paruh musim. (Foto: www.fifa.com)

Tampil apik bersama Hamburger SV, René Adler terpilih sebagai kiper terbaik paruh musim. (Foto: http://www.fifa.com)

HAMBURGER SV pada putaran pertama Bundesliga 1 2012-13 tidak tampil apik. Tim asuhan Thorsten Fink itu terseok-seok dalam 17 laga yang dilakoni. Namun, hal itu tak memudarkan kegemilangan penjaga gawang René Adler. Pemain yang baru direkrut dari Bayer 04 Leverkusen itu tetap memesona banyak pihak dengan performa apiknya.

Salah satu pengakuan terhadap penampilan gemilang Adler adalah keberhasilannya terpilih sebagai kiper terbaik putaran pertama. Dalam poling yang dilakukan Kicker terhadap 224 pemain, Adler unggul mutlak atas kiper-kiper lainnya. Dia mendulang 44,4 persen suara. Di belakangnya adalah Kevin Trapp dari Eintracht Frankfurt yang memperoleh 18,8 persen suara dan Roman Weidenfeller (Borussia Doortmund) dengan 13,5 persen suara.

Berkebalikan dengan Adler adalah Manuel Neuer. Meskipun FC Bayern München membukukan rekor kebobolan sangat kecil, yakni hanya 7 gol dalam 17 laga yang dilakoni pada putaran pertama, dia justru terpuruk dalam pemilihan kiper terbaik. Eks penjaga gawang FC Schalke 04 itu hanya mendapatkan 6,7 persen suara.

Perbedaan nasib itu bukan tanpa dasar. Adler kerapkali membuat penyelamatan gemilang yang sekaligus menyelamatkan Hamburg dari kekalahan dan kebobolan banyak gol. Sedangkan jumlah penyelamatan yang dilakukan Neuer jauh lebih sedikit karena serangan lawan sering patah di lini tengah atau lini belakang Bayern.

Turun dalam 17 laga sepanjang putaran pertama, menurut Foxsports, Adler membuat 69 penyelamatan dari 90 tendangan yang mengarah ke gawangnya. Dia pun mampu menjaga gawangnya tak kebobolan dalam 6 pertandingan. Dalam hal penyelamatan, Adler hanya kalah dari penjaga gawang VfB Stuttgart, Sven Ulreich, yang membuat 71 penyelamatan.

Sementara itu, dalam jumlah penampilan yang sama, Neuer hanya membuat 38 penyelamatan dari total 45 tembakan yang mengarah ke gawangnya. Minimnya jumlah tembakan yang dihadapi membuat Neuer jarang melakukan penyelamatan gemilang. Faktor inilah yang kemungkinan membuat dia tercecer jauh dalam pemilihan kiper terbaik putaran pertama.

Secara khusus, bagi Adler, predikat kiper terbaik putaran pertama adalah modal untuk bersaing memperebutkan posisi kiper kedua di timnas Jerman. Maklum, sejak dibekap cedera parah pada 2010, dia sempat disalip kiper-kiper lain macam Tim Wiese, Ron-Robert Zieler, dan Marc-André ter Stegen. Dia baru kembali dipanggil ke timnas Jerman saat laga persahabatan versus Belanda, November silam. Namun, dia tidak diturunkan dalam laga tersebut. (@SeppGinz)

Adler Belum Pasti ke Hamburg

25 Jan
René Adler dinyatakan agennya, Jörg Neubauer, belum menandatangani kontrak dengan Hamburger SV. (Fot

René Adler dinyatakan agennya, Jörg Neubauer, belum menandatangani kontrak dengan Hamburger SV. (Foto: http://www.play3.de)

AKHIR MUSIM NANTI, René Adler akan pindah dari Bayer Leverkusen ke Hamburg. Itulah berita yang dilansir banyak media massa Jerman beberapa hari terakhir ini. Biangnya adalah Sport Bild yang mengangkat judul sensasional, Bitter für Drobny: Adler kommt! pada edisi terbarunya.

Akan tetapi, rumor itu segera dibantah kubu Adler. Jörg Neubauer, agen Adler, memastikan pihaknya belum mengurusi kontrak dengan pihak lain. “Saat ini, hal terpenting adalah Rene kembali sehat. Setelah itu, barulah kami bisa berpikir tentang klub lain,” tutur dia kepada Sport-Informations-Dienst (SID). Sementara soal pemberitaan Sport Bild, dia berkata, “Saya tak bisa mengonfirmasi hal itu.”

Masa depan Adler memang menjadi sorotan publik seiring kegemilangan Bernd Leno di bawah mistar gawang Leverkusen selama dia menjalani terapi pemulihan cedera lutut. Apalagi ketika Leno resmi dibeli secara permanen dari VfB Stuttgart pada akhir tahun lalu. Di lain pihak, kontrak Adler dengan Leverkusen justru akan habis pada Juni nanti. (Sepp Ginz)

Kesialan Augusto

6 Jan

SIAL BENAR nasib Renato Augusto. Lama didera cedera dan harus memulihkan diri di negeri asalnya, Brasil, gelandang Bayer Leverkusen itu mendapatkan pengalaman tak mengenakkan saat kembali ke Jerman pada Senin (2/1) guna bergabung kembali dengan rekan-rekannya.

Seperti dikabarkan Kölner Express, Augusto dicegat petugas bea dan cukai di Bandara Frankfurt. Gara-garanya, dia memakai jam tangan mewah. Dalam pemeriksaan, dia gagal menunjukkan bukti bahwa jam itu dibeli di Jerman. Tak ayal, dia pun harus merogoh kocek guna membayar denda. Jumlahnya lumayan besar, 600 euro atau sekitar Rp7 juta.

Augusto sendiri tak bisa berangkat ke Algarve (Portugal) untuk menjalani pemusatan latihan jelang paruh kedua. Bersama Rene Adler dan Hanno Balitsch, dia diputuskan tetap tinggal di Leverkusen karena belum benar-benar pulih dari cederanya. (Sepp Ginz)

Merenda Masa Depan Bersama Generasi Yesil

31 Dec

PEMUSATAN LATIHAN jelang paruh kedua biasanya hanya ditujukan untuk jangka pendek. Biasanya, dalam waktu singkat, klub-klub hanya fokus pada pembenahan tim berdasarkan evaluasi paruh pertama. Namun, bagi Bayer Leverkusen, pemusatan latihan di Algarve (Portugal) yang dimulai pada 4 Januari memiliki makna lain. Tim asuhan Robin Dutt itu melihat lebih jauh ke depan.

Seperti diungkapkan Chairman Wolfgang Holzhäuser, Leverkusen akan menjadikan pemusatan latihan kali ini sebagai persiapan menyongsong musim 2012-13. “Di Portugal, kami bukan hanya bersiap untuk paruh kedua, melainkan juga untuk musim depan. Ini lebih ke rencana jangka menengah dengan memfokuskan pada para pemain muda,” jelas dia kepada Kölner Express.

Program itu diwujudkan dengan membawa lima youngster ke Algarve. Mereka adalah Okan Aydin (17 th), Samed Yesil (17 th), Dominik Kohr (17 th), Kolja Pusch (18 th), dan Danny da Costa (18 th). Kelimanya saat ini berstatus penggawa timnas junior Jerman. Di antara mereka, Yesil dan Aydin adalah yang paling ternama. Maklum, keduanya tampil sangat impresif di Piala Dunia U-17 pada pertengahan tahun lalu.

Holzhäuser menegaskan, pihaknya memang punya rencana besar untuk generasi Yesil ini. Menurut dia, Yesil cs. akan diandalkan pada masa yang akan datang. Jürgen Gelsdorf, Koordinator Tim Junior Leverkusen, yakin akan hal itu. Dia bahkan berharap ada di antara lima pemain belia itu yang mampu menembus tim utama seperti yang dilakukan Julian Draxler di FC Schalke 04 pada musim lalu.

“Samed dan Okan pada Juli lalu bermain luar biasa di Piala Dunia (U-17) di Meksiko dan agak kelelahan. Namun, saya kira kelima pemain itu sekarang benar-benar fit. Semoga saja mereka bisa membuat Robin Dutt terkesan,” ungkap dia.

Persiapan dini yang dilakukan Leverkusen itu pun sangat berdasar. Setidaknya ada dua alasan yang membuat mereka mulai fokus ke jangka menengah. Pertama, kualitas pemain-pemain muda yang ada di tim junior memang terbilang bagus. Di tengah tren pengorbitan pemain-pemain muda yang dilakukan banyak klub Jerman, tak ada alasan untuk tak memberi mereka kesempatan.

Alasan kedua berkaitan dengan kontrak beberapa pemain yang akan habis dalam waktu dekat. Juni nanti, setidaknya ada empat pemain yang habis kontrak. Mereka adalah Hanno Balitsch, Tranquillo Barnetta, René Adler, dan Michael Ballack. Balitsch malah sudah dipersilakan mencari klub baru. Lalu, setahun kemudian, lima pemain juga akan berstatus free transfer. Di antaranya adalah kapten Simon Rolfes dan striker Eren Derdiyok.

Hal lain yang juga kemungkinan berpengaruh pada kebijakan Werkself adalah mulai kencangnya klub-klub luar negeri yang mengarahkan bidikan kepada para talenta istimewa yang mereka miliki. Misalnya Yesil. Sejak tampil cemerlang di Piala Dunia U-17, Arsenal terus berusaha memboyong pemain berdarah Turki itu ke Stadion Emirates. Leverkusen tentu tak ingin permatanya itu memilih hengkang hanya karena merasa tak diberi kepercayaan.

Kita tunggu saja apakah ada di antara kelima permata belia itu yang mampu menarik hati Dutt dan menapaki jejak Draxler. Maklum, dengan performa yang tak begitu apik pada paruh pertama, sangat mungkin pelatih berdarah India itu memendam harapan juga terhadap mereka. (Sepp Ginz)

Leno Resmi Milik Leverkusen

30 Nov

TARIK-ULUR TRANSFER Bernd Leno yang melibatkan VfB Stuttgart dan Bayer Leverkusen akhirnya berakhir. Rabu (30/11), kiper berumur 19 tahun itu dinyatakan resmi menjadi milik Werkself. Dia dikontrak hingga 2017, sementara nilai transfernya tak disebutkan. Meski begitu, beberapa media massa Jerman menyebut angka 7-8 juta euro sebagai kompensasi yang harus diserahkan Leverkusen kepada Stuttgart.

Kesepakatan itu tentu saja membuat Leno senang. “Aku sangat berterima kasih kepada Bayer 04 yang telah memberiku kesempatan bermain di Bundesliga 1 dan Liga Champions. Kepercayaan itulah yang harus kubayar,” ungkap kiper yang sejak beberapa bulan terakhir mengindikasikan keinginan bertahan di BayArena itu.

Reaksi serupa juga diungkapkan Rudi Völler, Direktur Olahraga Leverkusen. Dia mengungkapkan pihaknya sangat gembira karena bisa mengontrak salah satu kiper bertalenta terbaik di Jerman untuk jangka waktu lama. Soal kemampuan Leno, dia sama sekali tak sangsi.

“Bernd telah menunjukkan banyak hal dalam beberapa bulan terakhir sebagai pengganti René Adler. Dia punya peran besar dalam mengantar kami lolos ke fase knock out Liga Champions,” sebut Völler.

Dari kubu Stuttgart, sudah pasti putusan melepas Leno tak terlepas dari ketidakmampuan memberi garansi bermain di tim utama. Maklum, pelatih Bruno Labbadia sudah memiliki Sven Ulreich yang menunjukkan performa tak kalah apik dibanding Leno. Pelbagai pernyataan Direktur Olahraga Fredi Bobic soal niat memanggil pulang Leno pada Januari nanti juga tak lebih dari bagian negosiasi.

Lalu, bagaimana dengan Adler? Sepertinya pemain yang sempat digadang-gadang sebagai kiper utama timnas Jerman itu bakal tersisih. Hal itu tercermin dari ucapan Völler sebelum kesepakatan tentang Leno tercapai. Dia mengatakan, sepertinya sangat sulit membayangkan Adler berada di Leverkusen pada musim depan. (Sepp Ginz)