Tag Archives: Rudi Völler

Tantangan Hyypiä

1 Apr

PERUBAHAN BESAR akhirnya terjadi di Bayer Leverkusen. Menyusul kekalahan 0-2 dari SC Freiburg, Sabtu (31/3), pelatih Robin Dutt didepak. Sebagai pengganti sementara, manajemen Leverkusen menunjuk Sami Hyypiä, asisten pelatih timnas Finlandia, yang dibantu oleh Sascha Lewandowski, pelatih tim U-19.

Sudah barang tentu, harapan yang ditumpahkan ke pundak Hyypiä dan Lewandowski tidaklah ringan. Mereka setidaknya harus mempertahankan Gonzalo Castro cs bertahan di posisi 6-besar demi menggaransi keikutsertaan di Liga Europa musim depan. Itulah yang diungkapkan Chairman Wolfgang Holzhäuser dan Direktur Olahraga Rudi Völler.

“Kami harus bertindak untuk mengejar target berkompetisi di tingkat internasional pada musim depan,” jelas Holzhäuser seperti dikutip Kölner Express. Sedangkan Völler berkata, “Bersama Hyypiä/Lewandowski, kami ingin mengubah nasib dan memulai awal baru. Kepentingan terbesar saat ini adalah tim.”

Menanggapi harapan tersebut, Hyypiä yang baru gantung sepatu pada akhir musim lalu menyatakan siap. Dia optimistis mengubah peruntungan Werkself yang menelan kekalahan dalam empat laga terakhir. “Saya yakin tim ini cukup bagus untuk meraih target tersebut. Kami harus membuat para pemain lebih percaya diri,” papar dia kepada situs resmi klub.

Menilik skuad yang ada, kata-kata Hyypiä tidaklah mengada-ada. Dari belakang hingga depan, mereka punya pemain-pemain bagus. Sebut saja kiper Bernd Leno, bek Castro dan Vedran Corluka, gelandang Simon Rolfes, Renato Augusto, hingga striker Eren Derdiyok, André Schürrle, dan Stefan Kießling.

Meski demikian, tantangan yang mengadang juga tidaklah kecil. Dari enam laga tersisa, memang tinggal Hannover 96 yang berasal dari papan atas. Namun, tim-tim macam Hamburger SV, 1.FC Kaiserslautern, Hertha BSC Berlin, TSG 1899 Hoffenheim, dan 1.FC Nürnberg punya kepentingan besar untuk menyelamatkan diri dari jerat degradasi. Jelang akhir musim, mereka pasti akan berjuang keras untuk meraih poin-poin penting.

Geliat klub-klub papan bawah sudah terlihat pada spieltag ke-28. FC Augsburg, Hamburg, dan Freiburg mampu meraup kemenangan penting. Jika tak hati-hati dan cenderung meremehkan lawan, bukan tak mungkin target tiket Liga Europa tak bakal bisa dicapai oleh Leverkusen. (Sepp Ginz)

Advertisements

Dutt Diminta Tiru Wulff

20 Feb
Bayer Leverkusen

Para pendukung fanatik Bayer Leverkusen meminta pelatih Robin Dutt mengundurkan diri, sama seperti Christian Wulff, eks presiden Jerman. (Foto: http://www.bild.de)

PROTES BESAR digelar para pendukung Bayer Leverkusen saat menjamu FC Augsburg, Sabtu (18/2). Di salah satu tribun, mereka membentangkan kain putih berukuran besar dengan tulisan berwarna biru. Bunyinya, “Robin machs dem Wulff doch, nach, tritt zurück.” Maksudnya, mereka meminta pelatih Robin Dutt mengikuti langkah Christian Wulff yang mundur dari posisi Presiden Jerman karena dugaan korupsi saat menjabat di Niedersachsen.

Dalam beberapa bulan terakhir, Dutt memang menjadi sasaran tembak para fans Leverkusen. Dia tak disukai karena prestasi Werkself yang justru menurun dibandingkan saat ditangani Jupp Heynckes. Kekesalan kian menjadi ketika Dutt tak mau mengakomodasi kehadiran Michael Ballack yang sangat dipuja para fans.

Saking bencinya kepaad Dutt, para fans bersenandung bahwa tanpa pelatih pun Leverkusen bisa berada di posisi kedua. Lalu, saat Leverkusen unggul 1-0, mereka tetap menyiuli para pemain.

Bek Gonzalo Castro mengaku heran atas sikap yang ditunjukkan para pendukung fanatik klubnya itu. “Siulan itu tak bisa kumengerti,” kata dia. Sementara Daniel Schwaab berujar, “Mereka benar-benar berseberangan dengan tim. Aku tentu saja sangat kecewa.”

Sikap lebih bijak diutarakan Direktur Olahraga Rudi Völler. Meski mengaku kesal, eks striker Der Panzer era 1980-an hingga 1990-an itu bisa memaklumi sikap para fans. “Kami pun sebenarnya tidak puas dengan ptrestasi musim ini,” ujar dia kepada Rheinische Post. “Bagaimanapun, kami wajib meraih kembali kepercayaan para fans.” (Sepp Ginz)

Völler Hukum Pemburu Kostum

16 Feb
Lionel Messi and Michal Kadlec

Michal Kadlec diharuskan melelang kostum Lionel Messi yang didapatnya untuk kepentingan amal oleh Direktur Olahraga Rudi Völler. (Foto: http://www.bild.de)

DUA KALI bertukar kostum dengan Lionel Messi. Itulah yang dilakukan Michal Kadlec saat Bayer Leverkusen takluk 1-3 dari FC Barcelona pada leg I babak 16-besar Liga Champions, Selasa (14/2). Sekali saat turun minum, sekali lagi pada bubaran laga. Itu bukan tanpa sebab. Menurut Kadlec, kostum Messi yang pertama direbut Manuel Friedrich saat di ruang ganti.

Ulah konyol itu tentu saja memancing amarah para petinggi klub. Salah satunya adalah Direktur Olahraga Rudi Völler. Pasalnya, perilaku itu menunjukkan konsentrasi sebagian dari para pemain tak sepenuhnya tertuju pada target meraih kemenangan. Meski mengakui 90 persen dari mereka fokus terhadap laga yang dijalani, Völler tak urung memberikan sindiran kepada Kadlec dan Friedrich.

“Kelakuan keduanya memang agak keterlaluan. Saya belum menanyakan alasan mereka melakukan itu. Tapi, semoga saja alasannya positif,” kata dia kepada Bild. Menariknya, dia lantas menyatakan koleksi terbaru Kadlec dan Friedrich pasti akan dilepas. “Saya jamin Kadlec dan Frederich menyumbangkan kostum Messi mereka untuk amal.”

Itu jelas pukulan tersendiri bagi Kadlec yang sangat bangga terhadap prestasinya bertukar kostum dengan Messi. “Kostum itu akan mendapat tempat istimewa,” ucap dia soal kostum Messi yang didapatkannya.

Sementara itu, bagi para pemain lain, itu tentu menjadi peringatan tersendiri bagi para pemain. Terutama Gonzalo Castro. Pasalnya, setelah gagal mendapatkan kostum Messi pada pertemuan pertama, dia sudah membidik Xavi sebagai orang yang akan diajak bertukar kostum pada laga kedua. Tentunya dia harus siap-siap melepas kembali kostum yang didapatkannya. (Sepp Ginz)

Simpati Babbel untuk Skibbe

15 Feb
Pemecatan yang dialami hanya setelah lima laga memimpin Hertha BSC Berlin menjadikan Michael Skibbe pelatih terburuk pada era 2000-an. (Foto: www.bz-berlin.de)

Pemecatan yang dialami hanya setelah lima laga memimpin Hertha BSC Berlin menjadikan Michael Skibbe pelatih terburuk pada era 2000-an. (Foto: http://www.bz-berlin.de)

SIMPATI MENDALAM disampaikan pelatih TSG 1899 Hoffenheim, Markus Babbel, kepada Michael Skibbe yang dipecat hanya setelah lima laga mendampingi Hertha BSC Berlin. Maklum, dia juga pernah merasakan hal serupa. Pada Desember lalu, Babbel memang didepak oleh Hertha gara-gara tak segera menyetujui perpanjangan kontrak. “Saya ikut prihatin atas hal yang dialami Michael. Bagaimanapun, Hertha tetap ada di hati saya. Ada banyak orang baik di sana dan kami pernah meraih sukses,” urai Babbel kepada Bild.
 
Skibbe memang patut dikasihani. Maklum, dengan rekor kekalahan dalam lima laga yang dilakoni, dia menjadi pelatih dengan rekor terburuk era 2000-an. Dia lebih buruk dari Christoph Daum yang pada musim lalu menuai tiga hasil imbang dan empat kali kalah dalam tujuh laga memimpin Eintracht Frankfurt.
 
Skibbe pribadi masih tak habis pikir atas pemecatan yang dialaminya. “Hanya bertugas selama 41 hari jelas rekor negatif dalam karier saya,” ungkap dia. “Selama 20 hari pertama dan pemusatan latihan, semuanya tampak sempurna dan tak ada tanda-tanda kami akan seperti ini.”
 
Lebih jauh, eks asisten Rudi Völler saat menukangi timnas Jerman itu memendam keyakinan kondisi Die Alte Dame akan jauh lebih baik andai dia diberi waktu lebih panjang lagi. Namun, Manajer Michael Preetz tak bisa lagi bersabar dan memilih mendepaknya dengan kompensasi 500 ribu euro. Hertha pun kini untuk sementara ditukangi pelatih tim U-19, Rene Tretschok, yang dibantu pelatih U-15, Ante Covic. (Sepp Ginz)

Löw Samai Vogts

26 Dec
Berti Vogts and Joachim Loew

Seperti halnya Berti Vogts jelang Piala Eropa 1996, Joachim Löw juga mendapatkan anugerah Mann des Jahres dari Kicker jelang Euro 2012. (Foto: http://www.fifa.com)

ENAM BULAN sebelum Piala Eropa, Joachim Löw mendapatkan penghargaan dari majalah olahraga terkemuka Jerman, Kicker. Pelatih timnas Jerman itu dinobatkan sebagai Mann des Jahres atau tokoh tahun ini yang khusus diberikan kepada tokoh-tokoh yang berkecimpung di sepak bola.

Hal yang menarik, Löw menyamai jejak Hans-Hubert “Berti” Vogts yang menerima penghargaan serupa pada pengujung 1995 atau enam bulan sebelum Euro 1996 yang lantas dimenangi Jerman. Tak heran bila Kicker pada penutup beritanya soal ini mengajukan pertanyaan, “Apakah sejarah akan berulang?”

Terpilihnya Löw tak terlepas dari kiprahnya sebagai pelatih Der Panzer. Selain membawa Bastian Schweinsteiger cs. meraih poin sempurna di kualifikasi Piala Eropa, dia pun mampu memadukan pemain-pemain muda yang bermunculan dengan sangat baik. Namun, menurut Kicker, poin terpenting adalah kemampuan Löw menerapkan gaya main yang khas dan sangat baik di timnya.

Mengenai penghargaan yang diterimanya itu, Löw tak menilainya sebagai prestasi pribadi. “Saya senang. Saya menganggap penghargaan ini sebagai apresiasi bagi tim atas performa mereka. Saya sungguh bangga,” kata dia.

Penghargaan Mann des Jahres sendiri baru diadakan Kicker sejak 1990. Löw adalah pelatih timnas Jerman keempat yang memperolehnya. Selain Vogts pada 1995, sosok lain yang menyabetnya adalah Franz Beckenbauer pada 1990 dan Rudi Völler pada 2000. (Sepp Ginz)

Kroos Terbaik Paruh Musim

26 Dec
Toni Kroos

Performa apik bersama FC Bayern München membuat Toni Kroos disebut sebagai pemain terbaik paruh pertama musim ini oleh Direktur Olahraga Bayer Leverkusen, Rudi Voller. (Foto: http://www.torwart.de)

BANYAK PEMAIN yang mencuat dan tampil hebat sepanjang paruh pertama Bundesliga 1 musim 2011-12. Dari dua kiper belia yang mengemuka, Marc-André ter Stegen dan Bernd Leno, lesatan Marco Reus, hingga kebangkitan Lukas Podolski. Namun, di mata Rudi Völler, bukan di antara nama-nama itu yang paling bersinar sepanjang paruh pertama.

Menurut Direktur Olahraga Leverkusen itu, ada satu pemain yang paling menonjol. Dia adalah Toni Kroos. Tanpa ragu, Völler menyebut gelandang FC Bayern München itu sebagai pemain terbaik paruh pertama. “Bagi saya, pemain terbaik putaran pertama adalah Toni Kroos. Dia memang telah menunjukkan banyak hal saat bergabung bersama kami. Tapi, dia lagi-lagi menunjukkan perkembangan sensasional di Bayern,” ungkap dia seperti dikutip Spox.com.

Tentu saja pendapat eks pelatih timnas Jerman itu bukan tanpa alasan. Termudah, tengok saja statistik yang dihimpun Bild. Di antara para pemain Bayern, Kroos termasuk pemain yang paling sering masuk ke tim terbaik pekan ini. Dia empat kali masuk ke sana, sama dengan Mario Gomez dan hanya kalah dari Franck Ribéry (5 kali). Dia pun mampu menjalankan beberapa fungsi secara baik. Bermain di gelandang bertahan maupun gelandang serang, dia selalu tampil apik dan memuaskan.

Dalam hal kontribusi bagi tim, Kroos juga sangat besar. Musim ini, dia sudah mencetak gol di semua ajang yang diikuti Bayern. Dua gol dilesakkan di Liga Champions, sementara di Bundesliga 1 dan DFB Pokal satu gol masing-masing. Namun, yang fenomenal adalah jumlah assist yang dibuatnya. Lima assist masing-masing dibuat di Liga Champions dan Bundesliga 1. Tak heran bila Kroos sangat diandalkan pelatih Jupp Heynckes. (Sepp Ginz)

Leno Resmi Milik Leverkusen

30 Nov

TARIK-ULUR TRANSFER Bernd Leno yang melibatkan VfB Stuttgart dan Bayer Leverkusen akhirnya berakhir. Rabu (30/11), kiper berumur 19 tahun itu dinyatakan resmi menjadi milik Werkself. Dia dikontrak hingga 2017, sementara nilai transfernya tak disebutkan. Meski begitu, beberapa media massa Jerman menyebut angka 7-8 juta euro sebagai kompensasi yang harus diserahkan Leverkusen kepada Stuttgart.

Kesepakatan itu tentu saja membuat Leno senang. “Aku sangat berterima kasih kepada Bayer 04 yang telah memberiku kesempatan bermain di Bundesliga 1 dan Liga Champions. Kepercayaan itulah yang harus kubayar,” ungkap kiper yang sejak beberapa bulan terakhir mengindikasikan keinginan bertahan di BayArena itu.

Reaksi serupa juga diungkapkan Rudi Völler, Direktur Olahraga Leverkusen. Dia mengungkapkan pihaknya sangat gembira karena bisa mengontrak salah satu kiper bertalenta terbaik di Jerman untuk jangka waktu lama. Soal kemampuan Leno, dia sama sekali tak sangsi.

“Bernd telah menunjukkan banyak hal dalam beberapa bulan terakhir sebagai pengganti René Adler. Dia punya peran besar dalam mengantar kami lolos ke fase knock out Liga Champions,” sebut Völler.

Dari kubu Stuttgart, sudah pasti putusan melepas Leno tak terlepas dari ketidakmampuan memberi garansi bermain di tim utama. Maklum, pelatih Bruno Labbadia sudah memiliki Sven Ulreich yang menunjukkan performa tak kalah apik dibanding Leno. Pelbagai pernyataan Direktur Olahraga Fredi Bobic soal niat memanggil pulang Leno pada Januari nanti juga tak lebih dari bagian negosiasi.

Lalu, bagaimana dengan Adler? Sepertinya pemain yang sempat digadang-gadang sebagai kiper utama timnas Jerman itu bakal tersisih. Hal itu tercermin dari ucapan Völler sebelum kesepakatan tentang Leno tercapai. Dia mengatakan, sepertinya sangat sulit membayangkan Adler berada di Leverkusen pada musim depan. (Sepp Ginz)