Tag Archives: Sascha Lewandowski

Hyypiä Nikmati Peran Baru

9 Jan

Sami Hyypiä mengaku tak kesulitan meski harus menjalankan tugas bersama Sascha Lewandowski. (Foto: http://www.focus.de)

PERJALANAN HIDUP seseorang memang tak bisa diterka. Sami Hyypiä mengalami hal itu. Saat memutuskan gantung sepatu pada akhir musim 2010-11, manajemen Bayer 04 Leverkusen menyiapkan sebuah jalur khusus. Dia diberi waktu untuk memperoleh lisensi pelatih di negaranya, Finlandia, sambil menjadi asisten pelatih timnas. Musim berikutnya, dia akan kembali ke Leverkusen sebagai asisten pelatih. 

Rencana itu berantakan ketika Robin Dutt terdepak dari kursi pelatih. Manajemen Leverkusen pun lantas memanggil Hyypiä lebih cepat. Sudah begitu, dia pun datang bukan sebagai asisten pelatih. Per 1 April 2012, dia diangkat sebagai pelatih anyar bersama Sascha Lewandowski yang sebelumnya memoles tim U-19 Leverkusen. 

Kepada Kölner Express, Hyypiä mengaku lebih enak menjadi pemain ketimbang pelatih. “Sebagai pemain, semuanya lebih mudah. Saya hanya perlu datang ke sesi latihan. Seseorang akan mengatakan apa yang harus dilakukan dan saya tinggal melakukannya. Setelah itu, saya tinggal pulang ke rumah dan berkumpul dengan keluarga,” kisah dia. “Dalam peran baru ini, sebelum dan sesudah latihan, saya harus berpikir apa yang harus ditingkatkan. Itu memakan banyak waktu.” 

Meski begitu, eks penggawa Liverpool itu menyatakan dirinya sama sekali tak keberatan kala dihubungi untuk mengisi kursi yang ditinggalkan Dutt walaupun tak punya pengalaman melatih. “Saat Bayer meminta saya berduet dengan Sascha, saya tak berkeberatan. Saya ingin menolong klub dalam situasi sulit. Saya lalu mendiskusikannya dengan keluarga. Pada akhirnya, kami setuju untuk tinggal di Leverkusen,” beber dia. 

Mengenai lisensi yang belum dikantunginya, Hyypiä menjelaskan, “Saya akan mengambil lisensi di Finaldia. Saya sudah berdskusi dengan asosiasi sepak bola Finlandia. Kami akan mencari cara agar saya bisa menjalani semua kursus.” 

Sementara itu, soal duetnya dengan Lewandowski yang selintas bisa menimbulkan konflik, Hyypiä justru menilai hal itu sebagai keuntungan tersendiri. “Tentu saja kombinasi ini tidak mudah. Tapi, sejauh ini, semuanya berjalan baik,” ungkap dia. “Saya juga bisa belajar banyak dari dia. sascha sudah lama hidup di sepak bola. Dia membaca banyak buku dan sering mencoba hal-hal baru. Dia terus-menerus belajar.” 

Meski demikian, Hyypiä tak menampik adanya perdebatan di antara mereka. Namun, menurut dia, semuanya bisa berakhir baik karena selalu ditemukan kompromi. (@Sepp Ginz)

Advertisements

Tantangan Hyypiä

1 Apr

PERUBAHAN BESAR akhirnya terjadi di Bayer Leverkusen. Menyusul kekalahan 0-2 dari SC Freiburg, Sabtu (31/3), pelatih Robin Dutt didepak. Sebagai pengganti sementara, manajemen Leverkusen menunjuk Sami Hyypiä, asisten pelatih timnas Finlandia, yang dibantu oleh Sascha Lewandowski, pelatih tim U-19.

Sudah barang tentu, harapan yang ditumpahkan ke pundak Hyypiä dan Lewandowski tidaklah ringan. Mereka setidaknya harus mempertahankan Gonzalo Castro cs bertahan di posisi 6-besar demi menggaransi keikutsertaan di Liga Europa musim depan. Itulah yang diungkapkan Chairman Wolfgang Holzhäuser dan Direktur Olahraga Rudi Völler.

“Kami harus bertindak untuk mengejar target berkompetisi di tingkat internasional pada musim depan,” jelas Holzhäuser seperti dikutip Kölner Express. Sedangkan Völler berkata, “Bersama Hyypiä/Lewandowski, kami ingin mengubah nasib dan memulai awal baru. Kepentingan terbesar saat ini adalah tim.”

Menanggapi harapan tersebut, Hyypiä yang baru gantung sepatu pada akhir musim lalu menyatakan siap. Dia optimistis mengubah peruntungan Werkself yang menelan kekalahan dalam empat laga terakhir. “Saya yakin tim ini cukup bagus untuk meraih target tersebut. Kami harus membuat para pemain lebih percaya diri,” papar dia kepada situs resmi klub.

Menilik skuad yang ada, kata-kata Hyypiä tidaklah mengada-ada. Dari belakang hingga depan, mereka punya pemain-pemain bagus. Sebut saja kiper Bernd Leno, bek Castro dan Vedran Corluka, gelandang Simon Rolfes, Renato Augusto, hingga striker Eren Derdiyok, André Schürrle, dan Stefan Kießling.

Meski demikian, tantangan yang mengadang juga tidaklah kecil. Dari enam laga tersisa, memang tinggal Hannover 96 yang berasal dari papan atas. Namun, tim-tim macam Hamburger SV, 1.FC Kaiserslautern, Hertha BSC Berlin, TSG 1899 Hoffenheim, dan 1.FC Nürnberg punya kepentingan besar untuk menyelamatkan diri dari jerat degradasi. Jelang akhir musim, mereka pasti akan berjuang keras untuk meraih poin-poin penting.

Geliat klub-klub papan bawah sudah terlihat pada spieltag ke-28. FC Augsburg, Hamburg, dan Freiburg mampu meraup kemenangan penting. Jika tak hati-hati dan cenderung meremehkan lawan, bukan tak mungkin target tiket Liga Europa tak bakal bisa dicapai oleh Leverkusen. (Sepp Ginz)