Tag Archives: Stephan Engels

Rekor Tumbang, Engels Bangga

28 Feb
Mitchell Weiser

Keberhasilan Mitchell Weiser menumbangkan rekor debutan termuda 1.FC Köln justru membuat Stephan Engels bangga. (Foto: http://www.fc-koeln.de)

KETIKA REKOR TUMBANG, sangat wajar bila si pemilik merasa kecewa dan geram. Namun, tidak demikian dengan Stephan Engels. Dia justru bangga rekornya sebagai debutan termuda 1.FC Köln resmi dilewati Mitchell Weiser pada akhir pekan lalu. Seperti diungkapkan kepada situs resmi klub, fc-koeln.de, dia sangat menatikan saat-saat itu.

“Saya sudah menanti sangat lama. Dalam beberapa laga, dia sudah berada di bangku cadangan. Pada akhirnya, Mitchell bangkit dari bangku cadangan untuk kali pertama pada Sabtu lalu. Rekor saya telah bertahan selama 34 tahun. Sungguh sangat menyenangkan rekor itu sekarang dipatahkan oleh anak asli daerah sini,” kata Engels.

Masuk menggantikan Mato Jajalo pada menit ke-74, Weiser tercatat baru berumur 17 tahun 10 bulan 4 hari. Dia lebih muda sekitar dua bulan dari Engels yang melakukan debut pada 9 September 1978. Saat menggantikan Yasuhiko Okudera pada menit ke-81 laga Köln versus Fortuna Dusseldorf di kandang lawan, dia baru berumur 18 tahun 3 hari.

Meski menjadi debutan termuda di Köln, Weiser ternyata tercecer jauh dalam daftar debutan termuda di Bundesliga 1. Anak Patrick Weiser itu hanya berada di posisi ke-42. Rekor pemain termuda sendiri masih dipegang Nuri Sahin yang melakukan debut bersama Borussia Dortmund pada umur 16 tahun 11 bulan 1 hari. (Sepp Ginz)

Debutan Termuda Bundesliga 1
Nama Klub Laga Debut Tanggal Lahir Tanggal Debut Umur Debut
Nuri Sahin Borussia Dortmund Wolfsburg 2-2 Dortmund 05.09.1988 06.08.2005 16 th 11 bln 1 hr
Jürgen Friedl Eintracht Frankfurt Frankfurt 5-1 Hannover 23.02.1959 20.03.1976 17 th 0 bln 25 hr
Ibrahim Tanko Borussia Dortmund Dortmund 5-0 Stuttgart 25.07.1977 24.09.1994 17 th 1 bln 30 hr
Knut Reinhardt Bayer Leverkusen Hannover 1-1 Leverkusen 27.04.1968 10.08.1985 17 th 3 bln 13 hr
Julian Draxler FC Schalke 04 Schalke 0-1 Hamburg 20.09.1993 15.01.2011 17 th 3 bln 25 hr
Christian Wörns Waldhof Mannheim Mannheim 0-1 St. Pauli 10.05.1972 09.09.1989 17 th 3 bln 30 hr
Christian Wück 1.FC Nürnberg Nürnberg 0-4 Köln 09.06.1973 20.10.1990 17 th 4 bln 11 hr
Lennart Hartmann Hertha BSC Berlin Frankfurt 0-2 Hertha 03.04.1991 17.08.2008 17 th 4 bln 14 hr
Marc-André Kruska Borussia Dortmund K’lautern 1-0 Dortmund 29.06.1987 13.11.2004 17 th 4 bln 14 hr
Werner Steeger KFC Ürdingen 05 Ürdingen 3-2 Schalke 31.05.1958 25.10.1975 17 th 4 bln 25 hr
Sumber: http://www.transfermarkt.de
Advertisements

Promosi Bukan Karena Ayah

19 Nov

GEMBIRA SEKALIGUS TERKEJUT. Itulah perasaan yang berkecamuk di dada Mitchell Weiser ketika diberi kabar dirinya masuk dalam skuad 1.FC Köln untuk laga menghadapi 1.FSV Mainz 05, Sabtu (19/11). Bukan apa-apa, dia masih sangat muda, 17 tahun. Jika sampai melakukan debut, dia akan memecahkan rekor Stephan Engels yang menjalani debut di Bundesliga 1 pada umur 18 tahun, 3 hari.

Tak sedapnya, ada rumor nepotisme yang mencuat. Maklum, pemain yang mencuat di Piala Dunia U-17 itu adalah anak dari Patrick Weiser, eks penggawa Köln yang kini berada di staf pelatih. Total, Patrick telah mengabdi selama 17 tahun di klub berjuluk Die Geißbocke tersebut.

Untungnya, pelatih Stale Solbakken segera memberikan klarifikasi. “Dia ada di skuad bukan karena ayahnya pelatih di sini. Mitchell adalah pemain bagus yang telah berlatih sangat baik. Dia tak punya rasa takut saat menghadapi nama besar sekalipun,” tutur dia seperti dikutip Bild.

Soal umur yang masih belia, Solbakken menegaskan hal itu bukan risiko besar. Menurut dia, tak selamanya seorang pelatih harus terus menunggu untuk menurunkan pemain muda berbakat. Lukas Podolski pun menyambut baik putusan pelatih asal Norwegia itu.

“Sangat bagus ketika ada bakat muda muncul. Mitchell punya potensi bagus untuk memiliki karier cemerlang. Hal terpenting saat ini, dia tak perlu terbebani. Dia harus tampil lepas,” tutur Poldi.

Terlepas dari kemampuan dan potensinya, Weiser beruntung karena hanya berada di Köln. Andai berada di klub besar, mungkin dia masih berkutat di tim amatir. Itulah yang dialami dua rekannya, Emre Can di FC Bayern München dan Samed Yesil di Bayer Leverkusen. Sementara Marvin Ducksch lumayan beruntung karena sudah dimainkan dalam sebuah laga uji coba Borussia Dortmund pada pekan lalu. (Sepp Ginz)