Tag Archives: Teemu Pukki

Obasi Tak Ingin Jadi Farfán

10 Jan
Chinedu Obasi

Chinedu Obasi lebih berharap menjadi second striker daripada penyerang sayap. (Foto: http://www.schalke04.de)

CALON PENGGANTI Jefferson Farfán. Itulah label yang melekat pada diri Chinedu Obasi saat resmi diboyong dari TSG 1899 Hoffenheim oleh FC Schalke 04. Pasalnya, dia dianggap memiliki semua syarat untuk menempati posisi gelandang sayap kanan yang kemungkinan ditinggalkan Farfán. Meski demikian, Obasi ternyata punya pandangan lain.

Seperti diungkapkan kepada Sport1, pemain asal Nigeria itu dengan gamblang menyatakan punya posisi idaman yang berbeda. “Aku lebih suka bermain sebagai second striker. Di posisi itu, aku merasa lebih baik dan itu memang posisiku yang sebenarnya,” ungkap dia.

Harapan itu pun sepertinya ditangkap dengan baik oleh pelatih Huub Stevens. Buktinya, dalam pemusatan latihan di Doha (Qatar), dia cenderung memakai dua striker dengan menduetkan Obasi bersama Klaas-Jan Huntelaar serta Ciprian Marica bersama Teemu Pukki.

Toh, Obasi tak bakal terlalu keukeuh meminta posisi idamannya itu. “Saat di Lynn Oslo, aku bermain sebagai duet striker. Itu pula yang kulakoni pada tahun pertama di Hoffenheim. Setelah promosi ke Bundesliga 1, kami lalu bermain dengan tiga striker. Saat itulah aku digeser ke sisi,” kisah dia di situs resmi Schalke. “Aku merasa bisa bermain apik di semua posisi di depan. Bagiku, terpenting adalah bisa membantu tim.”

Lain dari itu, Obasi juga menilai kepindahanya ke Schalke merupakan sarana untuk belajar lebih baik. “Aku merasa sangat nyaman di sini. Bermain bersama pemain-pemain seperti Huntelaar dan Raul (Gonzalez) adalah impianku. Aku masih muda dan akan terus berusaha meningkatkan diriku di sini,” pungkas dia. (Sepp Ginz)

Advertisements

Senjata Baru Stevens

10 Dec
Teemu Pukki

Kehadiran Teemu Pukki membuat FC Schalke 04 tak hanya bersandar kepada Klaas-Jan Huntelaar dalam membobol gawang lawan. (Foto: http://www.schalke04.de)

SUNGGUH TAK SALAH bila kini FC Schalke 04 disebut sebagai salah satu kandidat kuat juara Bundesliga 1. Selain memiliki pelatih jeli nan berpengalaman pada diri Huub Stevens, mereka juga punya striker ulung Klaas-Jan Huntelaar yang seperti tak pernah kehabisan cara untuk membobol gawang lawan. Tak bisa disangkal, Huntelaar adalah senjata utama Die Knappen.

Nah, belakangan, Stevens menemukan senjata baru. Namanya Teemu Pukki. Striker asal Finlandia yang ditarik karena kecemerlangannya saat membela HJK Helsinki melawan Schalke di babak play-off Liga Europa itu terbukti mampu menjadi tandem sehati The Hunter. Dua kali diduetkan, dia menunjukkan kontribusi besar. Saat menghadapi FC Augsburg, Pukki memberikan assist bagi terciptanya gol pertama oleh Huntelaar. Sementara Jumat (9/12), dia menjadi penentu kemenangan 2-1 atas Hertha BSC Berlin lewat golnya jelang babak pertama usai.

“(Perubahan pola) Itu berjalan dengan sangat baik. Dengan dua striker, kami bisa mengkreasi lebih banyak peluang mencetak gol,” aku Pukki seperti dilansir situs resmi Schalke. “Aku sangat senang bisa membantu klub dengan golku.”

Bagi Pukki, kemenangan tim memang melebihi apa pun. Itu sebabnya dia begitu bahagia kali ini golnya membuat Schalke meraih tiga angka. Maklum, saat menghadapi Hannover 96 pada spieltag ke-12, dua golnya hanya membuat Die Knappen terhindar dari kekalahan.

Menilik performa apik Pukki bersama Huntelaar, sepertinya Stevens tak akan berpaling lagi ke pola 4-2-3-1 yang dipakainya sejak awal musim. Kini, duet Pukki-Huntelaar yang ditunjang Raul Gonzalez tepat di belakang mereka akan menjadi andalan dalam upaya merebut gelar di Bundesliga 1. (Sepp Ginz)

Pukki Tak Ancam Huntelaar

7 Nov
Teemu Pukki

Berhasil menjaringkan dua gol pada kesempatan pertamanya berada di starting line-up tak lantas membuat Teemu Pukki berambisi merebut posisi Klaas-Jan Huntelaar. (Foto: http://www.schalke04.de)

MASUK STARTING LINE-UP untuk kali pertama yang lantas diwarnai torehan dua gol jelas membuat Teemu Pukki sangat bahagia. Seusai laga menghadapi Hanover 96 di AWD Arena yang berakhir 2-2, Minggu (6/11), striker FC Schalke 04 itu tak ragu menyebut laga tersebut sebagai sesuatu yang sangat spesial.

Meski begitu, eks pemain HJK Helsinki itu tak lantas besar kepala alias songong. Dia tetap sadar diri. Buktinya, dia tak mengumbar ambisi untuk mengambil alih posisi striker utama dari Klaas-Jan Huntelaar yang absen di AWD Arena karena cedera patah tulang hidung.

“Jika Anda melihat jumlah gol yang telah dilesakkan Klaas-Jan, terlihat jelas betapa luar biasanya dia. Karena itu, ketika kembali, dia sudah seharusnya berada di tim utama. Raul dan (Ciprian) Marica juga striker yang sangat baik,” jelas Pukki di situs resmi Schalke. “Aku hanya berharap bisa tetap mendapatkan kesempatan bermain dan sesering mungkin menolong tim seperti saat melawan Hannover.”

Harapan yang terkesan sederhana itu sepertinya akan terwujud. Pasalnya, pelatih Huub Stevens sangat puas dan terkesan oleh performanya. Menurut dia, Pukki tampil seperti kala di Helsinki, yakni selalu bergerak dan tak henti menebar ancaman. (Sepp Ginz)

Idola Baru Publik Schalke

10 Sep
Teemu Pukki

Teemu Pukki langsung menjadi buruan para fans FC Schalke 04 pada latihan perdananya dengan klub itu. (Foto: http://www.schalke04.de)

DIELU-ELUKAN PARA FANS saat menjalani latihan perdana adalah hal lumrah bagi para pemain yang berstatus bintang. Tapi, ketika hal itu terjadi pada pemain muda tak terkenal dan berasal dari negara yang tak punya prestasi bagus di sepak bola, jelas luar biasa. Itulah yang dialami Teemu Pukki saat pertama kali berlatih dengan Die Königsblauen, Jumat (9/9).

Pada latihan perdana itu, banyak fans yang berteriak “Pukkiiiiiii”. Tanda tangan pemain asal Finlandia yang diboyong dari HJK Helsinki setelah mencetak tiga gol ke gawang Ralf Fährmann di babak play off Liga Europa itu pun laris-manis. Sungguh sebuah pemandangan luar biasa mengingat Pukki bukanlah bintang sebesar Rául Gonzalez atau Klaas-Jan Huntelaar yang diboyong Schalke musim lalu.

Tak heran bila Pukki pun jadi rikuh dan kaget. Namun, dia tetap tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. “Kesan pertamaku sangat bagus. Bisa dibilang, ini bak mimpi,” kata dia. “Latihan di sini jauh lebih keras dibanding di Finlandia. Levelnya jauh lebih tinggi.”

Secara khusus, pemain yang pernah bergabung dengan Sevilla itu sangat menantikan saat-saat bermain bersama Rául dan Huntelaar. “Berada di samping striker-striker hebat macam Rául dan Huntelaar membuatku bisa belajar banyak hal,” aku pemain kelahiran Kotka (Finlandia), 29 Maret 1990 tersebut.

Pelatih Ralf Rangnick sendiri menaruh harapan besar pada Pukki. Menurut dia, tiga gol yang disarangkan ke gawang Schalke pada play off Liga Europa adalah bukti tak terbantahkan soal bakat pemain tersebut. Meski begitu, dia tak memberikan garansi apa pun. “Peluangnya bermain akan sangat ditentukan oleh seberapa cepat dia berintegrasi dengan tim,” jelas dia. (Sepp Ginz)